Ini ending lohya😤
Vote terlebih dahulu baru voments muehehe😇
Happy reading🔥
------------
You'll always be a part of me.
I'm part of you indefinitely.
Boy don't you know you can't escape me?
Ooh darling 'cause you'll always be my baby.
And we'll linger on.
Time can't erase a feeling this strong.
No way you're never gonna shake me.
Ooh darling 'cause you'll always be my baby.
°Ayna-Anka°
--------------
Ayna menggoyang-goyangkan kedua kakinya berusaha berontak, tanpa henti dia terus menarik kerah baju Leon minta dilepas.
Namun Leon tak menggubris, dia terus menggendong Ayna dan membawanya ke salah satu kamar paling ujung.
Ayna meraung, berusaha sekuat tenaga memukul dan mencakar dada Leon. Namun lagi-lagi lelaki itu tak bereaksi apapun.
"LEPASINNNNN!!!!!! GUE GAK MAU SAMA LO LEON! LEPASIN GUE! GUE MAU PULANGGGG!!!" jerit Ayna menggelegar. Dia menoleh kesana-kemari mencari pertolongan, namun bukannya menemukan seseorang, Ayna hanya mendapatkan nuansa hening tanpa seorang makhluk pun disana.
Leon menyeringai geli. "Sekarang aja lo bilang gak mau, Na. Nanti kalau udah gue gesek, baru lo mendesah nikmat."
Ayna bergedik jijik. "JIJIK! GUE GAK MAU!"
Leon tertawa. Kakinya terus melangkah hingga sampai pada tujuan.
Lelaki itu berjalan masuk ke dalam kamar lalu melemparkan Ayna pada ranjang king size berwana putih. Ayna memekik, dia langsung bangkit kembali dan berusaha kabur. Belum sempat keinginannya itu terwujud, Leon sudah mengunci pintu terlebih dahulu lalu membuang kunci tersebut ke luar ruangan melalui jendela kecil yang berada di sebelah pintu.
Ayna melotot. Dia celingukan mencari jalan lain untuk keluar, naas, tak ada jalan kabur selain pintu yang mereka masukin tadi.
Ayna menangis. Tak tahu bagaimana kabarnya setelah ini.
Lelaki berkenakan boomber hijau itu berbalik, menatap Ayna dengan seringai lebar.
Ayna menggeleng dengan air mata meluruh. Dia berjalan mundur seiring langkah Leon yang mendekat. Ayna terus melangkah mundur, hingga tubuh gadis itu menubruk kasur dan dirinya terduduk di atas. Jarak Leon semakin dekat, dan kejadian berikutnya membuat Ayna lagi-lagi berontak.
Leon mencengkeram kedua tangan Ayna dan menidurkannya secara paksa. Lelaki itu mendekatkan wajah dan tanpa aba-aba langsung menyerbu Ayna dengan ciuman brutal.
Mata Ayna membulat. Tubuhnya tremor mendadak. Air mata terus mengalir dari kedua pipinya dan dia terus berusaha memberontak, baik itu kaki, tangan, maupun kepalanya. Namun perlu diingatkan sekali lagi, Leon itu lelaki, kekuatannya sepuluh kali lipat lebih besar dari Ayna. Sehingga Ayna tidak bisa melepas kukungan itu.
Ayna terus menangis dengan dada berguncang hebat. Tubuhnya gemetaran akibat Leon menciumnya dengan kasar. Melumatnya dengan gerakan cepat dan menggigit bibirnya sampai dia megap-megap.
Lima menit dalam posisi yang sama, hingga akhirnya Leon melepaskan pagutannya, dia kembali memasang seringaian.
"Lo masih segel kan, Na?" tanyanya dengan suara serak. Ayna yang berada di bawahnya terus sesenggukan akibat takut.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Enemy Ayna
Ficção Adolescente[COMPLETED] "Kalau gue cinta karena obsesi, lo mau apa?" ^^ Aynaya Reskia, cewek sinting yang hanya dilanda rasa jatuh cinta pada seniornya. Segala cara telah ia lakukan agar seniornya itu mau memandangnya walau hanya sedetik. Naas, tak ada hal lai...
