Menjadi dokter anak itu gak mudah. Setiap hari gue ketemu sama anak-anak yang sifatnya berbeda-beda. Ada yang seneng waktu masuk ruangan gue, ada yang ngamuk kayak mau diapain. Kayak sekarang ini contohnya,
"MAMA GAK MAU AKU MAU PULANG HUHUHUHU AKU GAK MAU DI SUNTIK MAMAAAAAAA."
Gue gak tau apa yang orangtuanya bilang tentang seorang dokter? Mungkin ditakut-takutin? Karena kan banyak kasus, kalau anaknya gak mau nurut atau gak mau diem pasti either sama ibu atau bapaknya dibilangin, "diem jangan nakal. Nanti disuntik loh sama dokter!" Harusnya jangan begitu bung, jadinya kayak gini, takut anaknya kalau mau imunisasi atau hanya sekadar check up.
"Haechan... dengerin tante dokter yaa. Ini nggak sakit kok, rasanya kayak digigit semut aja..." kata gue lembut, berusaha memperlihatkan kalau sebenernya dokter tuh gak jahat!
"HUHUH MAMAAAA," masih terdengar suara Haechan menangis.
"Haechan udah pernah digigit semut belum?" Haechan hanya menggelengkan kepalanya. Oke. Berarti gue harus bilang apa ya, yang meyakinkan? Karena kan biasanya dokter-dokter anak pada bilang "ini rasanya kayak digigit semut kok!"
"Wah, padahal rasanya nggak sakit loh," kata gue sambil mengajak ngobrol Haechan. Biar fokusnya ke gue.
"Emang nggak sakit dokter?"
"Nggak!" kata gue lagi, sekarang suster lagi membasuh kulitnya Haechan di bagian lengan menggunakan alkohol.
"Haechan suka nonton kartun nggak?"
"Suka dokter." Jawabnya singkat padat dan jelas.
"Oooh, suka nonton apa?" gue masih berusaha untuk mengalihkan fokusnya Haechan.
"Aku suka nonton Ben10 sama Teen Titans."
"Wah, dokter juga masih suka nonton itu loh!"
Kali ini ekspresinya Haechan berubah, ada ekspresi senang di mukanya,
"Dokter suka siapa di Teen Titans?"
"Dokter sukanya sama Raven. Kalau Haechan?"
"Aku sukanya sama Robin. Soalnya dia keren banget! Bisa terbang terus suka nyelamatin Starfire," sambil Haechan asik bercerita ke gue, gue mulai menyuntikan cairan imunisasi, "terus, Robin hebat banget dokter, waktu itu ngalahin monster dari Starfire biar Starfire nggak sakit. Tapi dibantu sama yang lain juga, selain itu aku juga suka sama Cyborg, kayak robot soalnya!"
"Wah kayaknya Haechan suka banget ya sama Teen Titans?"
"Iya dokter," lalu tertawa kecil.
"Nah udah nih di suntiknya, nggak kerasa kan?" Ekspresinya bingung, pasalnya daritadi Haechan nggak mau disuntik, sampe ngamuk malah.
"Ngga dok...." kepalanya geleng-geleng.
"Oke! Nanti jangan takut lagi yaa, kan gak sakit."
"Iya dokter." Kali ini Haechan tersenyum.
"Nih permen buat Haechan," kata gue sambil memberi permen ke Haechan, "permennya bebas gula kok, Bu!" sambil tersenyum ke mamanya Haechan.
"Oke, makasih ya, Dok!" Kata mamanya Haechan sambil tersenyum ke arah gue. "Haechan, bilang makasih dulu dong sama tante dokter," lanjutnya.
"Makasih tante dokter!" sambil melambaikan tangannya ke arah gue dan keluar dari ruang praktik.
"Sama-sama," gue tersenyum ke mereka.
———————
Hari ini gue makan siang sama Hyeji, sahabat gue dari jaman kuliah kedokteran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dr. Jung | Jung Jaehyun
Fanfiction[COMPLETED] "it is very rude of me for not introducing myself. The name's Jaehyun, Jung Jaehyun." Start 9/03/2019 Finish 6/04/2019 #46 in Jaehyun 26/04/2019 #51 in Jaehyun 25/04/2019 #169 in fanfiction 09/04/2019 Copyright © 2019 by peachandpeony
