13. You and I

60.9K 7.3K 706
                                        

"Jae, ini Nara tidur."

Waktu udah menunjukan pukul 11 malam. Hyeji udah pulang dari jam 10 tadi. Sekarang yang ada di apartemen gue cuma gue, Nara, dan Jaehyun.

Selesai makan tadi, Nara langsung tepar. Gimana nggak tepar, kata Jaehyun dia nangis lumayan lama, belum makan juga karena nggak mau makan. Pas disini, Nara makannya banyak. Jadi langsung tepar.

"Gak apa-apa, nanti aku gendong pulang."

Huhu nggak mau pisah sama Nara. Tapi gue juga gak mau nginep di rumahnya Jaehyun lagi. Tapi masa Jaehyun nginep disini?

Gue minta izin kak Junmyeon aja dulu kali? Mau nanya kalau Jaehyun nginep disini boleh atau nggak. Mumpung di New York masih pagi jam 9, kan bedanya 14 jam.

"Jae bentar ya, 10 menit. Saya mau nelfon dulu."

"Oh iya boleh-boleh."

Gue pun meninggalkan ruang tengah dan menuju kamar gue lalu menutup pintunya.

Kak Junmyeon baru mengangkat telfon gue di bunyi dering ke 4,
"Halo?" Katanya ramah.

"Kaaaak." Panggil gue.

"Kenapa? Kok tumben nelfon malem-malem?"

"Kak aku mau nanya, tapi jangan serang aku dengan pertanyaan."

"Nanya apaan emang?"

"Kakak kenal Jung Jaehyun kan?"

"... kenal. Kenapa?"

Ada jeda diawal kalimat, mungkin Kak Junmyeon heran kenapa tiba-tiba gue nanyain Jaehyun ke dia dan bagaimana caranya gue bisa tau Jaehyun.

"Jadi dia tuh dokter baru di rumah sakit yang sama kayak aku. Kita baru ketemu minggu lalu. Ini udah keempat kalinya sih kita ketemuan. Nah, kalau..." gue memberhentikan ucapan gue. Mencoba merangkai kata-kata biar kak Junmyeon gak salah tangkap artinya.

"Kenapa, kok berhenti?"

"Bentar sebelum aku lanjutin, dia orangnya baik gak kak?"

"Baik bangeeeeeet."

"Oh iya? Baiknya kayak gimana?"

"Kayak ke sodara sendiri pokoknya baik banget. Kenapa? Kamu suka sama dia?"

"Ngasal banget sih kalau ngomong."

"Eh jangan salah, dia banyak yang mengagumi tau. Kakak sih gak heran kalau kamu juga salah satu yang mengaguminya."

"Ih ngaco."

"Abisnya tumben nanyanya kayak gitu. Kenapa sih? Kakak kepo nih."

"Eh tapi...... kalau aku suka gimana ka?"

"Tapi kan kamu baru ketemu dia minggu lalu?"

"Kan suka doang kak bukan, you know, the L words. Gak sampe sana kok kak."

"Tapi kamu gak tau kan kalau dia–" sebelum kak Junmyeon melanjutkan ucapannya, gue udah memotongnya duluan.

"Dia punya anak?"

"Kok kamu tau?"

"Aku udah ketemu sama anaknya. Ini sebenernya... mereka lagi di apartemenku."

"Kok bisa? Ngapain?" Nadanya masih terdengar santai, nggak ada perubahan dari intonasi bicaranya.

"Jadi... ceritanya itu panjang banget kak, besok deh aku telfon lagi untuk cerita. Yayaya?"

"Yaudah terserah."
"Terus tadi kamu mau nanya apa?" Lanjutnya.

"Mau nanya, kalau Jaehyun sama Nara nginep di apartemenku boleh gak kak?"

Dr. Jung | Jung JaehyunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang