3. The Truth Is...

82.6K 10K 1.2K
                                        

Please kindly read author's note bellow! ^^ anyway, ini update-an ketiga hari ini, semoga sukaa dan selamat membaca~


—————————————


"Loh, Dokter Kim?" Katanya Dokter Jung setengah kaget. Hari ini dia hanya memakai hoodie dan celana jeans lengkap dengan sepatu kets berwarna putih, rambutnya juga nggak rapi banget. Nggak kayak kemarin waktu ketemu di lift rumah sakit, serba pake jas dan rambutnya ditata sedemikian rupa biar rapi. Tapi tetep ganteng gak pake jas juga. Eh, eh stop! Dia kan udah punya pacar Sunhee!

"Eh iya, tadi saya nubruk keponakannya," kata gue sambil melihat ke arah Dokter Jung lalu melihat kembali ke keponakannya, "maaf ya sayang." Sambil senyum mengusap kepalanya Nara dengan lembut, karena tadi Dokter Jung manggilnya gitu, kan?

"Eh—" Tadinya, Dokter Jung kayak mau ngomong sesuatu, tapi sama keponakannya udah keburu ditarik.

"Ayo, kesanaaa," kata Nara sambil menarik-narik tangannya Dokter Jung.

Dokter Jung yang udah keburu ditarik-tarik, yang tadinya mau ngobrol sama gue juga gak jadi.

"Dokter Kim, saya duluan yaa!" Lalu melambaikan tangannya ke gue.

"Iya, Dok!" Gue malambaikan tangan gue ke arah dia.

Itu keponakannya? Wah berarti om idaman banget mau ngejagain keponakannya. Tapi biasanya kan orang-orang yang lagi ngejagain atau ngajak main keponakannya ke mall, sama pacar. Rata-rata sih gitu. Mungkin pacarnya gak bisa?

Setelah gue mengajukan beberapa pertanyaan ke diri gue sendiri, gue langsung jalan lagi menuju Watsun.

———————

Hari pertemuan dokter Serumah Sakit Universitas Myunghei pun tiba. Gue sama Hyeji siap-siapnya di apartemen gue, biar perginya barengan pake mobil Hyeji.

"Duh Sunhee, lo cantik banget sih!" Sambil menatap gue dari ujung kepala ke ujung kaki. "Kalau gue cowok nih ya, gue pasti bakal ngedeketin lo! Cantik banget kayak dewi." Dari nada suaranya kedengeran tulus dan memuji dari hati yang paling dalam.

"Emang gue canti, thanks." Jawab gue pede. Emang gue pede orangnya, hehe.

"GAK JADI, NYESEL GUE MUJI."

"Ya gak bisa gitu dong! Udah terlanjur muji."

Mimik mukanya yang tadi galak tiba-tiba berubah jadi kalem, "tapi serius gue kalau jadi cowok mau deh jadi pacar lo! Dengan tampang yang kayak gini, Dokter Jung bisa jatuh hati ke lo."

"HEH! Dia udah punya pacar, dan gue bukan pelakor ya." Kata gue sambil menekankan kata pelakor. Karena gue secara pribadi udah ngerasain gimana rasanya cowok gue direbut sama orang. Rasanya gak enak! Jangan sampe gue malah jadi seseorang dengan karakter yang gak gue sukai.

"Siapa tau gitu nanti putus..." ucapnya pelan.

"Sembarangan lo kalau ngomong."

"hehehehehe, gue mendukung lo sepenuhnya kalau Dokter Jung mau deketin lo, tapi kalau dia udah putus yaa." Lalu Hyeji mengambil lipstik merahnya dan memasukannya ke dalam pouch Valentino milikinya yang berwarna coklat muda itu.

"Terserah lo aja deh..." gue menatap diri gue lagi di cermin, siapa tau ada yang kurang, Kayak detail-detail kecil. Setelah gue cek ulang, oke gue udah siap.

 Setelah gue cek ulang, oke gue udah siap

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dr. Jung | Jung JaehyunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang