"I love you with all my heart, Kim Sunhee. So, will you marry me and spend the rest of your life with me?"
Kata-kata Jaehyun berhasil membuat gue terdiam. Gue masih nggak percaya kalau Jaehyun baru aja ngelamar gue di salah satu restoran kesukaannya di New York.
Ini pertama kalinya Jaehyun bilang 'I love you' ke gue. Itu artinya dia bener-bener serius dan yakin dengan perasaan.
Untuk menyatakan cinta sama seseorang, apalagi sampe bilang 'love' itu nggak mudah buat gue. Gue bukan orang yang mudah untuk mengucapkan kata tersebut. Kecuali, kalau gue emang bener-bener yakin sama perasaan gue. Selama ini gue hanya bilang 'love' ke orang tua dan saudara-saudara gue. Ke mantan? Gak pernah.
Kata 'love' itu mengandung arti yang sangat berat. Kalau lo emang bener mencintai seseorang, lo berarti mencintai setiap inci dari mereka. Lo harus mencintai mereka dengan segala bentuk kekurangan mereka, lo harus mencintai mereka saat mereka berada di titik terlemah mereka, dan paling utama, lo harus menerima mereka apa adanya. Lo harus menerima mereka sebagai diri mereka dan gak berharap agar mereka berubah hanya karena untuk lo. Kecuali kalau mereka ingin berubah karena keinginan mereka sendiri.
Intinya, setiap kata itu memiliki beratnya masing-masing yang harus dipikul, setiap kata punya makna tertentu. Pokoknya jangan menganggap setiap kata itu seakan-akan nggak memiliki makna. Kasian yang menerima kata yang kalian ucapkan, kalau nggak siap, bakal jadi beban untuk mereka.
Banyak hal-hal yang terlintas di kepala gue saat Jaehyun menyatakan seluruh isi hatinya ke gue. Apalagi waktu dia bilang 'will you marry me and spend the rest of your life with me?' Gue sendiri gak berharap Jaehyun bakal ngelamar gue secepat ini.
Gue gak percaya kalau omongan Jaehyun beberapa hari kebelakang seperti 'sebentar lagi Sunhee jadi tanggung jawab Jaehyun, pah,' 'perempuan kayak Sunhee harus diseriusin dong' akan terjadi sangat cepat.
Nggak ada gue mikir dan berharap Jaehyun bakal ngelamar gue di New York.
Apalagi dia ngajak gue nikah. Nikah itu hal yang sakral. Gue nggak mau nikah sama orang tanpa ada persiapan apa pun dan akhirnya hubungan kita kandas.
Menurut gue, kalau kita mau nikah sama orang yang kita sayang, cinta itu nggak cukup. Tapi kondisi finansial, mental, dan psikologis kita juga harus siap. Walaupun gue udah memenuhi kategori ketiga itu, tapi, apa gue, mau untuk menghabiskan sisa waktu hidup gue bersama Jaehyun?
"Jaehyun..." panggil gue lagi, kali ini suara gue pelan banget.
"Hm?" Jaehyun masih memandang gue dengan tatapan khasnya yang bisa bikin semua kaum hawa di dunia ini kesurupan.
"Are you serious when you told me you love me?"
"Yes."
"Do you know the meaning behind the word 'love' itself?"
"I am aware of it."
Gue menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.
"Will you still love me even with all my flaws are revealed?"
"I will."
"Even when you know my darkest secrets?"
"Yes."
"Even when my hair turns to gray?"
"Yes."
"Even when I'm no longer young and beautiful?"
"Yes."
"Even when I got nothing but my aching soul?"
"Yes."
KAMU SEDANG MEMBACA
Dr. Jung | Jung Jaehyun
Фанфіки[COMPLETED] "it is very rude of me for not introducing myself. The name's Jaehyun, Jung Jaehyun." Start 9/03/2019 Finish 6/04/2019 #46 in Jaehyun 26/04/2019 #51 in Jaehyun 25/04/2019 #169 in fanfiction 09/04/2019 Copyright © 2019 by peachandpeony
