15. Coffee Shop

55.8K 7K 889
                                        

"Wah, Jaehyun?" Kata Taeyong kaget. Doyoung sama Yuta memasang ekspresi yang kaget.

"Lo nitip handphone punya lo ke Sunhee?" Lanjutnya sambil menatap Jaehyun dengan tatapan nggak percaya.

"Iya, tadi gue ngasihin handphone gue ke dia."

Temen-temennya cuma geleng-geleng. Gue masih nggak ngerti apa yang lagi mereka omongin, kenapa temen-temennya sampe geleng-geleng.

Disaat yang bersamaan, gue merogoh tas gue untuk mengamil handphone Jaehyun yang tadi dia kasihin ke gue pas di mobil.

"Nih." kata gue sambil memberikan handphone milik Jaehyun.

"Makasih." Terus Jaehyun senyum gue.

"Sunhee," kata Taeyong manggil gue. Gue otomatis ngeliat dia.

"Kenapa?"

"Asal kamu tau ya, Jaehyun itu nggak pernah mempercayakan handphone-nya ke siapa pun. Mau itu Doyoung, Yuta, bahkan saya sekali pun, dia gak pernah mempercayakan handphone-nya ke siapa pun. Jadi kita kaget banget waktu tau Jaehyun nitipin handphone-nya di kamu."

"Wah iya?" Gue juga kaget dong, temen-temennya aja bilang gitu.

"Iya, dari jaman kuliah dia kayak gitu. Kecuali...ka—" Sebelum Taeyong bisa menyelesaikan kalimatnya, udah dipotong duluan sama Jaehyun.

"Kamu bukannya mau ke bawah? Itu Hyeji kasian kan dia mau ke CT-Scan."

Gue buru-buru melihat Hyeji yang masih berdiri di belakang gue, bener juga. Daritadi dia nungguin gue, kan gue bilangnya mau barengan ke bawah.

"Oh yaudah, kalau gitu saya duluan lagi ya." Gue pamitan lagi ke temen-temennya Jaehyun.

"Jae aku duluan, daaah."

Cuma ada Hyeji dan gue di dalem lift, begitu pintu lift tertutup. Hyeji seperti biasanya dia akan heboh.

"Sunhee!" Suaranya Hyeji itu keras banget ya asal kalian tau.

"Gak usah teriak, gue disebelah lo. Kenapa?"

"Lo gak denger barusan kata Dokter Lee apa? Dokter Jung gak pernah nitipin handphone-nya ke siapapun, terus sekarang dia nitipin ke lo. Gue curiga, mana dia udah tau lo dari lama, kenal juga sama kakak-kakak lo. Terus sekarang handphone, hal yang sifatnya privasi dia titipin. Mungkin gak kalau Dokter Jung, suka sama lo?"

"Choi Hyeji, kalau ngomong jangan ngasal. Dia sendiri yang bilang ke gue kalau dia percaya gue. Itu juga karena dia kenal sama kakak-kakak gue, Kak Junmyeon suka cerita tentang gue kan ke Jaehyun kalau lo lupa."

"Ya mungkin dari situ dia mulai kagum."

"Kalau kagum, ya okelah. Tapi kalau suka? Masa suka sama kentang macem gue?"

"Lo nyebut diri lo kentang sekali lagi gue jadiin lo sate."

"Gue kentang." Gue iseng, seneng gue ngisengin Hyeji, apalagi kalau bikin dia sampe heboh. Walaupun gue kadang kesel dia terlalu heboh, tapi gue seneng ngisengin dia.

"Lo pulangnya hti-hati deh ya. Siapa tau nih siapa tau pas lo keluar ruangan, lo dimasukin ke karung."

"Yang masukin gue ke karung lo kan?"

"Iya betul."

Gue dan Hyeji berpisah di tengah jalan, ruangan gue ke kanan dari lift, sedangkan ruang CT-Scan ke kiri.

———————

Gue pulang bareng Jaehyun lagi hari ini. Tentang orang-orang yang memperhatikan gue dan Jaehyun? Masih ada. Tambah banyak kayaknya. Tapi gue mencoba untuk nggak mempedulikannya walaupun susah banget.

Dr. Jung | Jung JaehyunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang