"Kamu nggak akan ngelarang aku nih pergi sama Raina?" Ucap Jaehyun.
"Sini handphone-nya." Pinta gue. Jaehyun langsung memberikannya ke gue begitu gue minta.
Jaehyun kayaknya emang mau gue larang-larang. Ini keliatannya kayak seneng banget waktu gue mulai menulis pesan baru untuk Raina.
"Nih udah. Baca aja." Jaehyun mengambil handphone-nya dan mulai membaca pesan yang barusan gue kirim lagi untuk Raina.
What's App
Jaehyun
Halo Mba, maaf nih sebelumnya. Kenalin dulu, nama saya Kim Sunhee, umur 25 tahun dan sekarang saya menjabat sebagai pacarnya Jung Jaehyun. Kaget nggak mba? Kalau nggak ya gak apa-apa saya cuma ngasih tau.
Oh iya, untuk ajakan makan malem di hotelnya. Maaf ya, tapi nggak akan pernah terjadi. Hari ini saya, Jaehyun, sama Nara mau nyantai aja dirumah sambil nonton netflix. Iya, saya serumah sama Jaehyun.
Sama, jangan chat Jaehyun lagi ya. Saya tau kalian cuma temen. Apalagi temen baiknya Jaehyun, gimana gak baik? Masa ngajak makan malem di hotel? Hahaha. Ya gak usah chat Jaehyun lagi intinya.
Thank you and have a nice day
"Yaampun kamu gemesin banget sih." Kata Jaehyun yang sekarang lagi tertawa setelah melihat isi pesan yang gue kirimkan untuk Mba Raina seorang.
"Seneng banget kamu keliatannya?"
"Emang seneng."
"Jadi yang kamu mau itu? Aku ngelarang kamu?" Jaehyun mengangguk cepat.
Gue cuma geleng-geleng kepala aja. Ada juga tipe manusia kayak Jaehyun, yang kalau dikasih penuh kebebasan, malah dia yang minta di larang-larang dan posesif. Justru orang lain maunya dibebasin sama pacarnya. Lah? Jaehyun? Kebalikannya dong. Hebat gak?
"Makasiiiiiih hehe. Aku udah lama ingin dilarang-larang sama kamu."
"Kamu kenapa ingin aku ngelarang kamu, sih Jae?"
"Dengan seseorang melarang aku, aku tau kalau aku ini punyanya seseorang. Ada seseorang yang peduli dan takut kehilangan aku." Ucapnya sambil senyum tipis.
Gue yang mendengar jawaban dia pun cuma ketawa pelan aja. Nggak nyangka Dokter Jung Jaehyun yang di idam-idamkan para kaum hawa ternyata punya sisi kayak gini. Lucu aja ngeliatnya, gemes.
"Sunheeeee." Suaranya diimut-imutkan. Ada sesuatu nih pasti.
"Hmm?"
"Aku mau peluk kamu boleh nggak?" Tanyanya dengan hati-hati.
Gue belum pernah pelukan sama Jung Jaehyun. Nggak tau deh kalau gue pelukan sama dia jantung gue bakal copot mungkin. Pegangan tangan aja cukup membuat gue berdebar-debar. Ini gimana pelukan?
Gue merentangkan gue, memberi tanda ke Jaehyun kalau dia boleh memeluk gue. Begitu gue merentangkan tangan gue, Jaehyun menarik gue ke dalam pelukannya. Rasanya hangat dan... nyaman. Berada di dalam pelukannya Jaehyun nyaman banget. Mungkin faktor dada dia yang bidang juga? Karena badan gue kecil, dan badan dia besar.
"Naya juga mau pelukan!" Sahut Nara yang tiba-tiba dateng. Daritadi Nara asik main di kamarnya. Gue sama Jaehyun biarin aja, jarak ruang tengah ke kamarnya Nara nggak begitu jauh kok.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dr. Jung | Jung Jaehyun
Fanfiction[COMPLETED] "it is very rude of me for not introducing myself. The name's Jaehyun, Jung Jaehyun." Start 9/03/2019 Finish 6/04/2019 #46 in Jaehyun 26/04/2019 #51 in Jaehyun 25/04/2019 #169 in fanfiction 09/04/2019 Copyright © 2019 by peachandpeony
