Selama diperjalanan pulang nggak ada gue ataupun Jaehyun yang memulai percakapan. Mungkin karena kejadian di rumah Krystal tadi bikin Jaehyun cuma ingin diam sekarang.
Dan Nara sekarang tidur, capek kayaknya tadi nangis karena suara Jaehyun yang lebih tinggi dan nadanya yang lebih tegas dari biasanya. Gue tau Jaehyun nggak marah, cuma dia kaget kenapa Nara bisa kayak gitu. Tapi kan namanya anak kecil, it's not a big deal lah.
Pandangan gue fokus ke luar jendela, memandang Seoul di malam hari. Walaupun ini udah jam 9 malem, tapi masih banyak orang yang berlalu lalang di jalanan. Yang gue perhatikan, ada yang membawa kantong belanjaan, kantong makanan, atau hanya sekadar jalan-jalan.
Udah lama gue nggak kayak gitu.
Karena nggak betah dengan keheningan yang ada, gue berinisiatif untuk memulai percakapan duluan,
"Jae."
"Yaa?" Katanya sambil melirik gue. Mata gue fokus ke jalanan.
"Kamu bilang ke bunda sama ke Krystal kalau kita lagi ada dalam suatu hubungan?" Sekarang gue menatapnya.
"Kata siapa?
"Krystal tadi bilang ke aku kalau kamu gak mungkin kenalin aku ke bunda sama ke Krystal kalau kita nggak ada apa-apa."
Jaehyun cuma menarik nafas pelan lalu membuangnya perlahan.
"Sabar ya."
"Maksudnya?"
"Sabar aja."
Gue nggak menjawab ucapan dia barusan, ini udah malem dan gue capek. Males kalau harus debat. Jadi gue biarin aja kali ini.
Tatapan gue fokus lagi ke pemandangan diluar jendela mobi. Saking fokusnya gue melihat jalanan di Seoul, pikiran gue entah kemana, gue nggak sadar kalau ternyata kita udah sampe di depan gedung apartemen yang gue tinggali. Sampai akhirnya Jaehyun menepuk pundak gue dengan pelan.
"Sunhee." Panggilnya dengan nada yang lembut.
"Hmm? Ya? Eh udah sampe ya? Duh aku bengong daritadi." Kata gue sambil melepas sabuk pengaman.
Jaehyun cuma tersenyum.
"Masuk ya, jangan kemana-mana lagi." Katanya.
"Udah malem, mau kemana juga aku malem-malem gini?"
"Siapa tau nyasar ke klub." Candanya.
"Mustahil, I'd rather Netflix and chill."
"Iya bagus, mending gitu aja."
Kali ini gue yang tersenyum mendengar ucapannya. Sebelum gue membuka pintu mobil, gue bilang sesuatu ke Jaehyun,
"Jae." Panggil gue sambil melihat ke arahnya yang ternyata dia juga lagi melihat ke gue.
"Kenapa?"
"Nara..." ada jeda sebentar,
"Kamu jangan kayak tadi lagi ke Nara ya? Aku kasian sama Nara, tadi aku hampir nangis juga waktu Nara nangis."
Jaehyun tau betul gue orangnya nggak tegaan sama anak kecil, dia tau itu dari Kak Junmyeon. Hati gue bukannya sensitif, tapi hati gue gampang tersentuh oleh hal-hal yang kecil kayak tadi.
Jaehyun mengusap pundak gue dengan halus,
"Maafin aku ya, Sunhee. Tadi aku cuma kaget aja."
"Minta maafnya nanti ke Nara, kamu gak usah minta maaf ke aku nggak apa-apa, cuma aku sedih aja kalau kamu ngomong ke Nara kayak tadi. Kan bisa dibilangin dan dikasih taunya pelan-pelan. Nggak usah dengan nada tinggi gitu. Kesalahannya juga nggak besar."
Sekarang Jaehyun udah nggak lagi mengelus pundak gue. Dia membawa kedua tangannya ke dalam pangkuannya dan hanya menatap kedua tangannya itu.
"Thank you for the feedback, I'll try to be better." Ucapnya sambil senyum ke arah gue.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dr. Jung | Jung Jaehyun
Fanfiction[COMPLETED] "it is very rude of me for not introducing myself. The name's Jaehyun, Jung Jaehyun." Start 9/03/2019 Finish 6/04/2019 #46 in Jaehyun 26/04/2019 #51 in Jaehyun 25/04/2019 #169 in fanfiction 09/04/2019 Copyright © 2019 by peachandpeony
