27. Enlighten Me

50.5K 6K 638
                                        

"Maksud kamu apa?" Tanya gue ke Jaehyun. Sebenernya gue ngerti apa yang dia maksud, hanya, gue ingin mendengar penjelasan dia aja.

"You know what I mean. Don't ask the question when you already know the answer." Matanya Jaehyun masih melekat pada menu yang ada di depannya.

"And if I'm not?"

"Oh please. You're smart Sunhee, you must've known what I meant earlier." Sekarang Jaehyun menatap gue, kedua tangannya masih memegang menu.

"Please, do enlighten me."

"Why do I need to enlighten you? You know the answer."

"Iya aku tau maksud kamu." Balas gue.

"Terus? Kenapa nanya lagi?"

"Just because?"

Jaehyun cuma ketawa, menghiraukan ucapan gue barusan. Matanya kembali memandang menu yang ada di depannya. Gue juga nggak mau maksa dia untuk ngejawab, jadi kalau dia menolak untuk menjawab, ya yaudah. Gue juga orangnya gak suka dipaksa, jadi gue gak mau maksa orang lain.

"Kamu mau makan apa?" Tanya Jaehyun mengalihkan topik pembicaraan.

"Yang khas disini apa?"

"Galbitang enak. Aku suka itu."

"Yaudah aku mau itu." Ucap gue.
"Nara mau makan apa?" Tanya gue ke Nara.

"Sama kayak mama Sunhee." Jawabnya sambil memainkan sumpit yang ada didepannya.

"Oke. Jae, kamu makan apa?"

"Hmmm, aku Sundubu-jjigae aja." Sambil meletakan menunya. Gue mengangguk.

"Ibuuu." Kata gue sambil mengangkat tangan biar keliatan kalau gue mau pesen. Begitu melihat gue angkat tangan, ibu langsung menghampiri meja yang gue tempati.

"Mau pesen apa?" Tanya ibu dengan senyumnya yang ramah.

"Galbitang 2, Sundubu-jjigae 1, ocha angetnya 3."

"Ocha?" Tanya Jaehyun.

"Gak minum kopi, gak sehat banyak-banyak." Gue melarangnya. Jaehyun hari ini udah minum kopi 4 cangkir woy, gak sehat tuh banyak-banyak.

"Tapi pengen kopi, hehe yaya sekali lagi ya?" Jaehyun mencondongkan badannya kedepan dan menopang wajahnya dengan kedua tangannya. Nggak lupa memasang tampang puppy face-nya biar gue bolehin. Tapi kesehatan dia jauh lebih penting daripada ekspresi mukanya yang gemesin banget saat ini.

"Nggak, Jaehyun. Besok aja lagi. Kamu udah minum 4 cangkir."

"Jaehyun, dengerin aja istri kamu. Dikasih tau minum kopi banyak-banyak itu nggak baik, nurut aja." Kata Ibu tiba-tiba ikut nimbrung dalam percakapan gue dan Jaehyun.

"Bu, saya itu bu–" lagi-lagi gue belum selesai ngomong udah di potong duluan sama Jaehyun.

"Yaudah bu, kalau gitu itu aja pesenannya. Hehe nggak pake lama ya, bu! Jaehyun laper." Jaehyun mengerutkan hidungnya sambil terkekeh. Sifatnya ini kayak anak kecil, dia nggak nyadar apa ada anak kecil beneran dimeja ini?

"Yaudah, ditunggu ya 10-15 menit." Kata ibu yang langsung pergi dan membuat pesanan kita.

"Jae, kenapa sih kamu motong pembicaraan aku terus?"

"Kapan?"

"Barusan?"

"Yang mana?"

"Tiap aku mau bilang ke ibu kalau aku bukan istri kamu, kamu selalu motong." Kata gue menekankan kata istri.

Dr. Jung | Jung JaehyunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang