Please kindly read Author's Note below. Thank you! ^^
Selamat membaca 🌱
—————————————————————
Bukannya langsung menjawab ucapannya Jaehyun, gue malah diem. Berusaha mencerna apa yang dia bilang barusan. Jujur aja, gue kan nggak lama ini baru putus sama mantan gue, terus sekarang udah ditembak lagi sama Jaehyun. Tapi, bukan berarti gue belum move on ya, gue mikirnya, gue masih ingin sendiri dan gak ingin terikat dengan siapapun dulu. Gue ingin sendiri dulu dan ingin bebas.
Kenapa gue ingin bilang bebas dan ingin sendiri dulu?
Karena, sesuai dengan pengalaman pribadi gue, sejauh ini mantan-mantan gue selalu melarang gue untuk melakukan ini itu. Gue nggak suka orangnya dilarang-larang, lo cuma pacar gue bukan suami. Gak ada hak buat ngelarang-larang gue. Bahkan, dulu gue punya hobi melukis tapi dilarang juga. Kata mantan gue, "kalau kamu gak mau berhenti melukis, kita putus." Ya gue disitu yang posisinya masih bucin sama dia nurut-nurut aja walaupun nggak rela banget, masih muda juga guenya. Belum berpikir dewasa. Sekarang nyesel gue berhenti melukis.
Jaehyun yang sedari tadi nggak mendapatkan jawaban dari gue langsung buru-buru berbicara lagi,
"E-eh m-maaf. Kecepetan ya aku nembak kamunya?" Katanya sambil menegakan duduknya dan memutar tubuhnya ke arah gue.
Sebenernya dia nembak gue nggak kecepetan, cuma ya gue kan masih bingung ya...
"Jae, bentar ya. Aku masih harus mikir. Would you give me sometime?" Cuma kata-kata itu yang berhasil keluar dari bibir gue.
"Gak apa-apa, aku juga nggak maksa kamu buat terima aku sekarang, kok. I'll give you time to think." Ucapnya sambil menyandarkan punggungnya ke sofa lagi. Nggak lupa dia memberikan gue senyum yang bikin gue dag dig dug sendiri.
"Okay, thanks."
Setelah gue mengucapkan kalimat barusan, Jaehyun nggak ngomong apa-apa lagi. Mungkin dia tau kalau gue ingin diam dan butuh waktu untuk berpikir. Daripada gue duduk disini dan nggak menghasilkan apa-apa, gue mau tidur aja. Udah nggak karuan nih pikiran sama hati gue.
"Jae, aku mau tidur duluan ya." Kata gue sambil bangkit.
"Oh iya, good night." Balasnya sambil tersenyum ke arah gue.
Gue pun senyum balik ke Jaehyun,
"Good night to you too."
Begitu menasuki kamar gue, kamar gue udah gelap gulita. Hanya ada cahaya dari air humidifier yang Jaehyun nyalakan tadi waktu menidurkan Nara. Dan Nara yang lagi tertidur pulas dikasur gue dilengkapi fluffy toys miliknya. Gue pun langsung ganti baju sebelum menempatkan diri gue disebelah Nara, dan sangat berhati-hati waktu memakai selimut takut ngebangunin anak kecil yang disebelah gue ini. Begitu berhasil, gue mendekatkan diri gue ke Nara dan memeluknya. Merapikan rambutnya yang berantakan lalu mengecup kepala bagian atasnya.
"Nara, mama harus gimana? Terima papa apa nggak?" Tanya gue ke Nara yang udah di alam mimpi sana, padahal pertanyaannya bukan untuk Nara, melainkan untuk gue sendiri.
———————
"Ji." Panggil gue ke Hyeji. Rasanya udah lama banget gue nggak makan siang sama dia, karena akhir-akhir ini gue selalu makan sama Jaehyun. Gue mau ngajak Hyeji makan bareng tapi dia nggak mau jadi nyamuk katanya.
Gue mengajak Hyeji makan siang di restoran dekat rumah sakit, menghindari keramaian yang ada di kafetaria rumah sakit karena ada sesuatu hal yang penting untuk gue sampaikan ke dia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dr. Jung | Jung Jaehyun
Fanfiction[COMPLETED] "it is very rude of me for not introducing myself. The name's Jaehyun, Jung Jaehyun." Start 9/03/2019 Finish 6/04/2019 #46 in Jaehyun 26/04/2019 #51 in Jaehyun 25/04/2019 #169 in fanfiction 09/04/2019 Copyright © 2019 by peachandpeony
