"Eh ada calon menantu juga disini?" Kata ayah ke gue.
Emang ayah sama anak sebelas duabelas. Mana ini di depan umum dan gak banyak orang yang tau hubungan gue dengan Jaehyun sampai tadi pagi kejadian di lift. Ditambah sekarang ayah manggil gue pake calon menantu ㅠㅡㅠ
"Ahahahaha, ayah baru mau makan?" Tanya gue ke ayah yang berdiri di samping gue.
"Iya, baru selesai nih kerjaan ayah." Jawabnya.
"Ayah ambil makan dulu ya! Kalian makan yang banyak ya!" Tambah ayah sebelum pergi mengambil makanan bersama asistennya.
"Sunhee, lo udah direstuin jadi calon menantu." Kata Ten. Dia lupa apa ada Jaehyun juga disini?!
"Ya udahlah, Sunhee kan udah dapet restu orang tua gue, adik gue juga suka banget sama Sunhee." Jaehyun menanggapi ucapannya Ten, ada senyum tipis di bibirnya itu.
"Jaehyun, jangan lupa undang-undang ya!" Ucap Ten dengan penuh semangat. Lah emang gue bakal nikah sama Jaehyun? Main ngomong undang-undang aja ini orang.
"Sippp!" Jawab Jaehyun sambil mengacungkan jempolnya.
"Emang aku mau nikah sama kamu?" Sekarang gue yang berbicara dan menatap Jaehyun.
"Emang nggak mau?" Bukannya menjawab pertanyaan gue, dia malah balik bertanya.
"Hmm gimana ya... gak tau..."
"Yaah kok gitu?" Ekspresinya langsung sedih.
"Liat nanti aja." Kata gue.
"Semoga lo sama Sunhee jadi deh! Udah lama gue pengen jadi bridesmaid, tapi gak kesampean terus." Hyeji menatap ke gue dan Jaehyun sambil nyengir.
"Duh tolong ganti topiknya ya, ini topik yang sensitif banget." Bener aja waktu gue ngomong gitu semuanya langsung pada ngerti dan ganti topik pembicaraan.
———————
"Jae, aku pulang dulu ke apartemen ya. Kamu mau pulang dulu ke rumah gak apa-apa." Kata gue yang duduk di kursi penumpang sebelah kursi pengemudi.
"Kenapa?"
"Aku mau beres-beresin apartemen aku dulu. Udah beberapa hari aku gak kesana."
"Aku ikut aja." Dia menawarkan diri.
"Nggak usah, nanti aku telfon kamu." Gue menolak tawaran dia. Karena emang ada sesuatu hal yang harus gue lakukan.
"Kamu kenapa? Gara-gara di kafetaria tadi?" Tanyanya sedikit khawatir sambil menatap gue. Ini lagi di lampu merah jadi dia bisa natap gue sedikit lebih lama.
"Nggak bukan, I'm okay kok. Kamu pulang aja dulu, ya?" Gue membalas tatapannya.
"Kalau kamu maksa yaudah, tapi jangan lupa telfon aku ya?"
"Nanti aku telfon."
Jaehyun melajukan mobilnya lagi setelah lampu lalu lintas berubah menjadi hijau. Dalam beberapa menit kita udah sampai di depan gedung apartemen gue.
"Jangan lupa telfon." Waktu gue melepas sabuk pengaman dan membuka pintu mobil.
"Iya. Kamu hati-hati ya." Gue pun turun dari mobil. Jaehyun menurunkan kaca mobilnya biar dia bisa melambaikan tangannya ke gue.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dr. Jung | Jung Jaehyun
Fanfiction[COMPLETED] "it is very rude of me for not introducing myself. The name's Jaehyun, Jung Jaehyun." Start 9/03/2019 Finish 6/04/2019 #46 in Jaehyun 26/04/2019 #51 in Jaehyun 25/04/2019 #169 in fanfiction 09/04/2019 Copyright © 2019 by peachandpeony
