Udah 3 bulan semenjak gue dan Jaehyun resmi tunangan. Nara juga udah berusia 5 tahun sekarang, udah besar. Nggak kerasa udah mau 9 bulan gue kenal sama Jaehyun dan Nara. Waktu berlalu cepet banget.
Sekaran ini hari minggu. Seperti biasa, gue dan Jaehyun hanya berencana diem dirumah kalau hari minggu gini. Males keluar. Paling nanti sore kalau mau jalan-jalan sore sambil beli makanan ringan atau sekadar nongkrong cantik di cafe-cafe lucu.
"Jaehyun." Panggil gue ke Jaehyun yang lagi duduk disebelah gue di atas sofa.
"Hmm?" Matanya langsung tertuju ke arah gue.
"Aku rasa..." gue agak ragu mau ngomongnya.
"Kenapa? Kok ragu gitu ngomongnya?" Jaehyun makin penasaran dengan apa yang ingin gue katakan. Dia pun memutarkan tubuhnya ke arah gue dan mengangkat kedua kakinya, dilipatnya kedua kaki itu. Matanya masih fokus ke gue.
"Emang ragu."
"Jangan ragu dong." Tatapannya ini lembut banget. Masih suka ingin terbang kalau Jaehyun natap gue kayak gitu, padahal kita udah tunangan selama 3 bulan.
"Hmmayokitanikahdehakugakmaukamununggylamalagiakujugaudahsiap."
"Apa? Gak kedengeran. Kamu ngomongnya cepet banget."
Gue menarik nafas lalu membuangnya perlahan. Gue menggenggam tangan Jaehyun saat itu. Tatapan gue ke dia juga intens.
"Kamu bilang kamu nggak mau nunggu lama-lama kan?"
"Nunggu apa?" Tanyanya heran.
Gue hanya menatapnya nggak percaya. Bisa-bisanya dia lupa sama ucapannya sendiri? Tapi dia bilangnya juga udah lama sih, hehe. Wajar kalau lupa.
"OOOOH ITU. Inget sekarang." Katanya.
"Hmm." Gue hanya berdeham.
Jaehyun nggak langsung bertanya lagi ke gue. Dia diem beberapa saat dulu sebelum akhirnya menjadikan gue sasarannya dia untuk bertanya,
"Kamu udah siap?"
"As long as I'm with you. I'm ready."
"Ya udah. Besok kita ambil cuti seminggu. Kita urusin mulai dari dekorasi sama undangan nikahan kita, ya?" Gue mengangguk. Gerak cepat banget ya Jaehyun.
Jaehyun ini cuma senyum-senyum sendiri aja daritadi gue bilang kalau gue udah siap.
"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri, sih? Serem tau gak."
"I'm happy."
"Karena?"
"You're the reason." Sekarang gue yang berbalik senyum-senyum sendiri.
"Makasih juga ya, Sunhee."
"Untuk?"
"Nggak buat aku nunggu lebih lama lagi."
———————
Setiap wanita di dunia ini pasti punya pernikahan impiannya masing-masing. Ada yang ngundang sampe 10,000 tamu, udah kayak konser kecil aja itu. Dekorasinya itu juga udah mewah banget. Ada yang cuma dirayain kecil-kecilan, garden party mungkin? Ada yang rata-rata lah, ngundang 1000 orang.
Gimana dengan gue?
Gue ingin acara nikahan gue nggak mewah, sederhana lah ya, terus gue ingin orang yang dateng juga memiliki kesan tersendiri. Gue nggak punya temen yang banyak juga, gue bukan social butterfly. Jadi circle pertemanan gue itu kecil banget. Tapi, walaupun kecil orang-orangnya real semua dan ya, orang yang memiliki pengaruh dalam bidang pekerjaannya masing-masing.
"Jadi kamu mau dekorasinya kayak gimana?" Tanya Jaehyun ke gue.
"Bingung banget, ini lebih susah dari ujian masuk sekolah kedokteran."
KAMU SEDANG MEMBACA
Dr. Jung | Jung Jaehyun
Fanfiction[COMPLETED] "it is very rude of me for not introducing myself. The name's Jaehyun, Jung Jaehyun." Start 9/03/2019 Finish 6/04/2019 #46 in Jaehyun 26/04/2019 #51 in Jaehyun 25/04/2019 #169 in fanfiction 09/04/2019 Copyright © 2019 by peachandpeony
