14. Your Privacy

58.5K 7.3K 762
                                        

Tidur gue dibangunkan oleh Nara yang lagi mainin rambut gue. Waktu melihat gue bangun, Nara langsung senyum lebar sampe giginya keliatan.

"Good morning mama." Ucapnya sambil mengecup pipi bagian kanan dan kiri.

"Good morning juga." Gue melakukan hal yang sama seperti apa yang Nara lakukan ke gue barusan.

"Mama, Naya hali ini sekolah."

"Wah iya. Temen-temen Nara di sekolah gimana? Baik-baik nggak?"

"Baik, kemarin waktu Naya peltama kali masuk temen-temennya pada lamah telus baik ke Naya."

"Kalau ada yang jahatin Naya, bilang ke mama ya?" gue mengusap pelan kepalanya, Nara cume menangguk. Jari-jari kecilnya masih memainkan rambut gue yang panjang.

Setelah beberapa saat, gue mendengar ketukan dari pintu kamar gue. Kayaknya Jaehyun. Siapa lagi? Masa Hyeji.

"Yaaa?"

"Boleh masuk nggak?" Tanya Jaehyun dari balik pintu kamar.

Sebelum gue memperbolehkan dia masuk, gue bangun dari posisi gue yang tadinya berbaring jadi duduk. Terus mengikat rambut gue menjadi messy bun.

"Yaa boleh."

Pintu kamar gue pun terbuka, terlihat sosok Jaehyun yang baru banget bangun tidur. Rambutnya acak-acakan. Waktu masuk dia lagi ngucek-ngucek matanya. Kayaknya masih ngantuk, orang tadi malem dia begadang.

"Masih ngantuk?" Tanya gue ke Jaehyun yang sekarang udah duduk di pinggir kasur gue disebelah Nara. Nara jadi pembatas antara gue dan Jaehyun.

"Iya nih tapi aku kan harus anterin Nara sekolah."

"Kamu tidur jam berapa emang semalem?"

"Jam 2. Hehehe" Sambil nyengir.
"Nara bobonya enak?" Tanyanya sekarang ke Nara.

"Enak, Naya suka kamal mama."

Jaehyun cuma senyum, sambil membantu Nara untuk bangun dari posisi tidurnya.

"Bangun yuk, Nara kan sekolah. Masuk jam 8."

"Mama ikut Naya?" Matanya melihat ke arah gue. Kayak memohon biar gue ikut. Duh paling gak bisa gue kalau ada anak kecil yang natap gue kayak gini.

"Ikut."

"Loh, kamu jadinya ikut?" Gue mengangguk.
"Kerjaan kamu gimana?"

"Aku bisa masuk jam 9, nanti aku kasih tau asisten aku." Jawab gue. Lalu meregangkan otot-otot sebelum melakukan aktivitas hari ini.

"Oh yaudah." Kata Jaehyun mengangguk setuju.
"Kalau gitu aku siap-siap dulu ya, Nara bangun. Dengerin apa kata mama."

"Okeee." Jawab Nara dengan riang.

Lalu Jaehyun pergi keluar kamar gue dan menutup pintunya kembali. Dari dalam kamar gue bisa mendengar Jaehyun masuk ke toilet. Cuma ada 2 toilet di apartemen gue, satu toilet untuk tamu. Satunya lagi ada di dalem kamar gue.

"Nara mau makan apa?"

"Telselah mama aja, Naya nggak tau makan apa."

———————

"Jae." Panggil gue dari kursi penumpang.

"Apa?"

Gue dan Jaehyun udah selesai nganter Nara ke sekolahnya. Nara maksa-maksa biar gue turun tadi, alhasil, kehadiran gue dan Jaehyun bikin ibu-ibu yang lain heboh. Karena kirain ibu-ibu dari murid disini ngiranya Jaehyun itu single. Ya emang single sih, cuma siapa yang bakal percaya kalau dia single waktu melihat gue juga ikut turun dari mobilnya? Ditambah, Nara manggil gue dengan sebutan 'mama'. Gak akan ada yang percaya, nggak.

Dr. Jung | Jung JaehyunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang