32. First Fight

50.2K 6K 575
                                        

Update kedua hari ini! Ehiya gengsss kalau baca tolong perhatiin nomornya yaaa :D takutnya kalau aku update 2-3 chapter sehari, terus kalian lagi gak buka wattpad, terus chapter sebelumnya malah gak ke baca. Nanti malah jadi gak make sense & gak nyambung gitu ceritanya karena kelewat hehe.

Thank you & selamat membaca!

—————————————————————————————————

Jaehyun akhir-akhir ini sibuk banget. Selain profesinya yang seorang dokter, dia juga harus mengurus bisnin ayahnya yang dititipkan ke Jaehyun. Jaehyun udah setuju mau bantu bisnis ayahnya karena waktu itu sempat mengalami keturunan harga saham. Kalau kalian lupa, Jaehyun juga punya bisnis di New York. Dia suka bolak-balik Boston-New York untuk ngurus bisnisnya, bisnisnya juga lumayan besar, jadi ayahnya percaya ke Jaehyun kalau Jaehyun bisa meningkatkan harga sahamnya lagi.

Jaehyun ini selain ganteng, pinter juga. Makin suka gue sama Jaehyun.

Karena pekerjaan dia yang numpuk banget akhir-akhir ini dia jadi lumayan, sensitif. Jaehyun nggak menunda pekerjaannya hanya, emang pekerjaannya setiap hari nambah terus makanya banyak dan jadi numpuk. Satu belum kelar, udah ada yang baru lagi.

"Mama, Naya mau jus jeluk." Pinta Nara ke gue yang lagi masak di dapur. Jaehyun lagi ada di ruang kerjanya ngurusin berkas-berkas yang perlu dia bawa untuk ke gedung perusahaan ayahnya besok.

"Nih, hati-hati ya megangnya." Kata gue setelah menuangkan jus jeruk ke dalam gelas dan memberikannya ke Nara.

Jaehyun mau jus jeruk juga nggak ya? Gue inisiatif aja ngasih untuk dia.

"Itu buat siapa ma?" Tanya Nara saat gue menuangkan jus jeruk ke dalam ke dalam gelas yang lain.

"Buat papa. Mau Nara yang kasih?"

"Mauuu." Kata Nara. Nara meletakan gelas miliknya di meja dan mengambil gelas yang berisikan jus jeruk yang gue tuangkan untuk Jaehyun.

"Hati-hati ya bawanya." Ucap gue ke Nara. Lalu Nara pun pergi ke ruang kerja Jaehyun yang nggak jauh dari dapur.

Gue ngeliat Nara jalan lucu banget sambil bawa gelas jeruk. Rambutnya diiket, pake dress. Hiii gemes.

Waktu gue melanjutkan masak, gue mendengar Jaehyun teriak.

"NARAAAAAAA."

Jaehyun gak pernah teriak kayak gitu sebelumnya. Suara teriakan Jaehyun diikuti dengan suara nangis Nara yang nggak kalah kenceng. Gue yang mendengar keributan itu langsung mematikan kompor elektronik dan bergegas menuju ruang kerja Jaehyun.

"Kenapa?" Tanya gue begitu gue melangkah masuk ke ruang kerjanya Jaehyun.

"Nara, papa ini lagi kerja. Kenapa nggak ditaro di meja makan aja? Nanti papa yang kesana. Liat nih, kertas-kertasnya basah semua. Besok udah harus dikasih, tapi gimana mau dikasih kalau kertasnya jadi basah gini?" Intonasi biacaranya tinggi. Jaehyun lagi marah.

Ternyata gelas yang berisi jus jeruk untuk Jaehyun tumpah di mejanya Jaehyun yang penuh kertas-kertas penting.

"Jae, maaf tadi ide aku yang ngasih jus jeruk terus aku juga yang nawarin Nara ngasih ke kamu." Kata gue meminta maaf. Karena ya emang ide gue untuk memberikan Jaehyun jus jeruk, gue juga yang nawarin Nara untuk ngasihin jusnya ke Jaehyun.

Jaehyun menarik nafas dan membuangnya perlahan. Nara masih nangis, mungkin kaget karena papanya nggak pernah semarah ini sama Nara. Keliatan juga kalau Jaehyun frustasi.

Dr. Jung | Jung JaehyunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang