Perjalanan cinta selir lelaki raja kala itu.
"mari ikut ke istana bersama denganku"
--
"aku menunggu jawaban penolakan darimu"
"jika Yang Mulia memberikan titah pada hamba, apa hamba sanggup menolak?"
--
"hamba hanya seorang rakyat biasa dan akan k...
Pagi ini JungKook sengaja bangun lebih awal. Karena ia ingin pergi ke pasar untuk membelikan sesuatu pada Jimin. Senyum cerah tidak pudar saat membayangkan bagaimana wajah Jimin berbinar mendapatkan hadiah darinya.
"Jimin pasti senang"
Tanpa sadar ia dibuntuti seseorang dibalik pohon. Dan dengan cepat menghilang dari balik persembunyiannya.
--
"huhhh, aku benar-benar merindukannya" monolog pangeran NamJoon.
"bagaimana keadaanmu saat ini Jimin-a" terawangnya menatap langit-langit kamarnya.
--
Pasar saat ini benar-benar ramai dari biasanya, itu yang dipikirkan JungKook saat ini. Dan sampai saat ini ia belum menemukan barang yang cocok untuk lelaki manis yang saat ini pasti menunggunya dirumah.
"huhh hari ini benar-benar" Saat ia menyeka keringat didahinya yang terikat ikat kepala.
Tiba-tiba ia tertarik menuju seorang penjual pernak-pernik khas. Dan ia langsung menuju ke tempat tersebut.
"woahhh" iris matanya menyusuri pernak pernik tersebut. Tangannya terulur menuju
dwikkoji
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Daenggi
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
bros berbentuk kupu-kupu
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
binyeo
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
dan terakhir ia tertegun dengan sebuah cincin giok berwarna hijau
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"pasti sangat cantik jika memakainya" tangannya terus membolak-balik cincin giok tersebut.
"benar tuan. Wanita beruntung tersebut pasti lebih cantik menggunakannya. Apalagi jika tuan memakaikannya"
"hahhh, anda benar" dan selanjutnya disusul tawa ringan, menertawai angan sang penjual.
"baiklah, aku mau pilih yang ini" ucapnya final. Memilih cincin batu giok tersebut untuk diberikan pada Jimin. Ia merasa jika itu yang lebih cocok dibanding yang lain.
"Yang Mulia, anda berada disini" Kaget JungKook, dan berbalik. Matanya terbelalak lebar menghadap gerangan yang mengetahui identitas aslinya.
"i-ibu suri"
--
"a-apa katamu dayang Song? Yang Mulia Sudah ditemukan?"
"ye, Mama. Yang Mulia Raja sudah ditemukan dalam keadaan sehat"
"huhhh syukurlah. Dayang Song, cepat bantu aku menyiapkan diri menyambut kepulangan Yang Mulia Raja"
"dengan senang hati Mama" Senyum yang beberapa hari ini tidak terlihat kini mulai merekah lebar di wajah cantiknya. Sungguh Sooyoung saat ini dilanda bahagia
Suaminya....
Pendampingnya.....
Jantung hatinya.....
Belahan jiwanya.....
Rajanya......
Telah kembali dalam pelukannya.
Tanpa ia ketahui.....
Ada orang lain yang mulai mengisi relung hati suaminya.......
--
Selama perjalanan menuju istana, mata JungKook terus menerawang ke luar. Memikirkan Jimin dirumahnya yang ia tinggalkan secara tiba-tiba tanpa pamit. Ini benar-benar diluar pemikirannya. Ia tidak mengetahui jika sang ibu suri mengetahui keberadaannya terlebih lagi disamping ibu suri terdapat kasim kepercayaannya, kasim Jung Hoseok. Ia mengeluarkan cincin batu giok dari saku jeogori sederhananya. Meremasnya. Menahan mati-matian perasaan menyesal tidak dapat memberikannya pada lelaki yang merawatnya.
"Yang Mulia, Kita sudah sampai di istana. Mohon turun dari tandu" JungKook mendengarnya, cepat- cepat menyimpan cincin giok tersebut kembali dan sesegera turun dari tandu. Ia melihatnya, istri cantiknya memakai jeogori merah, disertai chima biru berlari dari kejauhan menuju tempat yang saat ini ia injak. Dengan kantung mata yang kentara diwajahnya yang lebih pucat dari biasanya.
Ia yakin jika ratunya pasti tidak tidur memikirkannya...
Terus berlari menujunya, tanpa menghiraukan teriakan dayang-dayang pendampingnya.
Semakin dekat... Dan langsung menerjang tubuh tinggi tegap itu.
"Yang Mulia, suamikuuuu. Saya sungguh-sungguh menghawatirkan anda" isak tangis haru ratu Sooyoung tidak terbendung lagi.
"syukurlah anda baik-baik saja. Saya merasa lega melihatnya. Hiks...hikss...hikssss"
"'ssstttt, aku baik-baik saja Naeury"
Namun tetap, pikiran raja Joseon tersebut tertuju pada sosok lain disana.
Yang ia tinggalkan...
Tanpa salam....
Tanpa ucapan terima kasih....
Tanpa sempat memberi cincin sederhana yang ia beli pada sosok cantik lainnya disana...