Seven

3.8K 146 2
                                        

Naya kini tengah membenamkan dirinya di kasur, berusaha untuk tidur. Namun berkali-kali dirinya memejamkan mata, berkali-kali juga matanya menolak untuk tertidur. Ia berguling-guling di kasur, bosan. Sudah jalan tiga minggu dirinya bersekolah, namun ia tak kunjung mendapat perhatian dari Al. Jangankan mendapatkan perhatiannya, mengobrol saja tidak pernah. Naya hanya berusaha untuk selalu menyapanya jika bertemu, bersikap ramah kepadanya, selebihnya dia hanya mencari tahu keseharian Al lewat Rehan. Rehan sudah seperti informasi berjalan baginya.

Naya kemudian teringat dengan nomor Al yang Rehan berikan beberapa hari lalu, sudah beberapa hari juga Naya memberanikan dirinya mengirim pesan kepada Al, namun hal itu ia urungkan kembali, takut jika respon Al malah ketus seperti biasanya. Atau yang paling parah justru tidak meresponnya.

Baiklah, kali ini dia memberanikan dirinya untuk mengirim pesan kepada Al.
Naya menghela nafas dalam. Kemudian membuka handphone-nya dan mengetik sesuatu.

Kinaya Putri : Halo, Kak

Kinaya Putri : Ini Naya, save ya

Naya kemudian membantingkan handphone-nya, ia menutupi mukanya dengan bantal.

Beberapa menit berlalu, namun tak kunjung ada notifikasi masuk, Naya cemberut, ia pasrah.

Drrtt…

Handphone-nya berbunyi, Naya sontak kaget. Perlahan ia melihat notifikasi di layarnya, namun rasa senangnya pupus seketika.

Kak Farhan : Malem, Nay

Itu bukan pesan dari orang yang ia tunggu.
Naya melenguh pelan, sepertinya balasan dari Al memang hanya sekedar angan-angannya saja.

Kinaya Putri : Eh, malem Kak

Kak Farhan : Kirain udah tidur

Kinaya Putri : Belum wkwk

Kak Farhan : Tumben, kenapa belum tidur?

Kak Farhan : Mikirin gue ya?

Kinaya Putri : Hah

Kinaya Putri ; Gak duluuu

Kak Farhan : Becanda elah

Naya nyengir, setidaknya walaupun Farhan bukan orang yang ia harapkan untuk membalas pesan, tapi dia sukses membuat dirinya sedikit terhibur, mengesampingkan pikirannya tentang Al, menemaninya untuk menghilangkan rasa bosan.

Naya sama sekali tidak terganggu dengan kehadiran Farhan akhir-akhir ini dihidupnya. Bahkan Farhan selalu menyapanya, mengajaknya bercanda dan sesekali juga mengajaknya mengobrol ketika di sekolah. Farhan baik, tapi Naya hanya menganggapnya tidak lebih dari sekedar teman dan kakak kelas. Karena Naya tetaplah Naya, perasaannya hanya untuk Al, seseorang yang bahkan tidak pernah meresponnya sama sekali.
Naya kemudian saling berkirim pesan dengan Farhan, hingga ia mengantuk dan memutuskan untuk tidur.

• • •

Matahari pagi sudah menampakkan dirinya sejak tadi, namun Naya baru saja bangun dari tidurnya, ia kesiangan. Bunda yang membangunkan dirinya tidak ia gubris, berkali-kali Bunda mengetuk pinti kamarnya namun ia tak kunjung bangun. Kebetulan pintu kamarnya malam itu ia kunci, sehingga Sang Bunda tidak bisa membangunkannya seperti biasa, membuka gorden agar cahaya mentari memasuki kamar putrinya.

MALVARMA [TAHAP REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang