“Nay!” panggil Farhan. Ia menghampiri Naya yang sedang duduk di depan kelas.
Merasa dirinya dipanggil, Naya kemudian menengok, mendapati Farhan yang sedang tersenyum ke arahnya, “Eh, Kak Farhan. Ada apa?”
“Lo hari ini sibuk ga? Atau ada acara gitu?”
“Kayanya ngga deh, kenapa?”
“Jalan yuk?”
“Jalan kemana?”
“Kemana aja, gue bosen.”
Naya kemudian diam sejenak sambil menimang-nimang, “Boleh deh.” Ia mengangguk mantap.
“Oke, pulang sekolah nanti gue kesini lagi, ya.” ucap Farhan kemudian melenggang pergi.
Naya hanya mengacungkan jempol, tanda ia mengerti ucapan Farhan.
Di kejauhan, seseorang melihat kejadian itu dan mengepalkan kedua tangannya kesal.
Adik kelas keganjenan, deketin dua cowo sekaligus, lo liat aja nanti.
Shelly, perempuan itu menghentakkan sepatunya kesal, kemudian melenggang pergi dengan amarah yang meliputinya.
Bel bebunyi, waktunya pulang sekolah. Farhan sudah berada di depan kelas Naya, menunggu perempuan itu keluar dari kelasnya. Naya kemudian tersenyum kepada Farhan, ia mengerti bahwa Farhan menunggunya untuk pulang bersama seperti yang sudah dijanjikan tadi.
“Guys, gue duluan ya.” pamit Naya kepada teman-temannya.
“Jiakhh, gebetan baru, Nay?” goda Nana.
“Dih! Kaga anjir, sembarangan aja lo.”
Teman-temannya kemudian terkekeh.
Mereka kemudian keluar kelas dan menuju parkiran, namun langkahnya terhenti kala sebuah suara memanggil Naya.
“Woi, Nay! Mau kemana lo?” Rehan, yang ternyata masih dikelasnya yang berada diatas memanggilnya, heran mengapa adiknya berjalan berduaan dengan Farhan.
“Eh, ternyata lo masih disini bang, kirain udah ke parkiran.” Naya melambaikan tangannya kepada Rehan, ia juga melihat Revan, Zevan dan Al yang berada disamping kakaknya, menyandar di pagar kelas lantai dua.
“Gue izin ya, mau jalan sama Kak Farhan. Bilangin sama Bunda gue pulangnya nanti agak sorean!” teriak Naya sambil mendongakkan kepalanya ke atas menatap Rehan.
“Mau jalan kemana lo?”
“Ya jalan-jalan aja, main dulu.”
“Cih!” Rehan mengejek, “Woi Farhan, jagain adek gua, awas aja kalo lu apa-apain, gua patahin idung lu!”
“Cielah, santai aja kali, Han.” balas Farhan percaya diri.
“Yeh yang bener lu, gue serius.”
“Ya beneran lah, yakali boongan anjir.”
“Udah ah, gue duluan ya.” Naya memengahi.
“Kak Al! Gue izin main ya!” Naya tersenyum kemudian pergi meninggalkan Al, Rehan, dan teman-temannya yang sedang memandangi dirinya dan Farham yang sedang berjalan berdua dari atas.
KAMU SEDANG MEMBACA
MALVARMA [TAHAP REVISI]
Teen FictionKinaya Putri, perempuan berambut panjang dengan netra coklat dan bulu mata lentik yang menghiasi kedua matanya, ambisi dan perasaannya yang tulus ia tunjukkan sepenuh hati. Berbanding terbalik dengan Alvino Mahesa, laki-laki bernetra hitam yang akr...
![MALVARMA [TAHAP REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/180903607-64-k858307.jpg)