Chapter Nineteen🌛

3.6K 138 2
                                        

Tidak usah mencari. Jika yang ada saja sudah membuat bahagia.
-Stevia Ananda-

Pagi ini peserta camping sudah bersiap-siap untuk mengikuti kegiatan yang sudah direncanakan, dan begitupun dengan Naya.

Pagi ini sangat sejuk sekali, ditambah dengan pemandangan alam mana lagi yang kamu dustakan, Naya menghirup napas dalam-dalam membuat pikiran nya segar dan tenang. Dan untuk sejenak melupakan masalah yang ada dan menghilangkan rasa penat.

Naya menghirup napas pertama sambil menutup kedua matanya, yang ada dipikirannya adalah Al, cowok yang selalu baik padanya akhir-akhir ini walaupun masih selalu bersikap dingin dan ketus, ia membuang napas nya.

Naya menghirup napas kedua, dan menutup matanya. Yanga da dipikirannya kali ini adalah keluarga yang selalu ada disampingnya dan selalu mensupport dirinya, walaupun sebenarnya ia sangat merindukan sang ayah yang belum pulang dari tugas luar kota nya. Lalu ia membuang napasnya pelan.

Naya menghirup napas ketiga, dan menutup matanya. Yang ada dipikirannya kali ini adalah sahabat yang selalu menemani hari-harinya disekolah, dan bertambahnya temannya dengan adanya Revan dan Zevan sahabat Al dan kakaknya. Untuk sejenak ia merasa menjadi seseorang yang beruntung bisa memiliki orang-orang seperti mereka yang ada dipikirannya. Naya pun membuang napasnya perlahan, dan membuka matanya.

Semoga yang selama ini aku harapkan akan terjadi, dan aku mohon tuhan, aku tidak meminta orang baru untuk datang dikehidupanku. Aku hanya ingin, jangan kau ambil orang-orang terdekatku yang selalu menemani hari-hariku. Naya berucap dalam hati sambil memandangi langit yang indah.

"SEMUA PESERTA CAMPING SILAHKAN BERKUMPUL DISUMBER SUARA." teriak Ketua Osis. Mereka semua pun berlarian untuk berbaris, dan membuat lamunan Naya pecah.

"JADI SEKARANG KITA AKAN MEMBAGI KELOMPOK. DAN KELOMPOK INI KITA PILIH RANDOM KARNA SUDAH RENCANA PARA PANITIA AGAR KALIAN DAPAT BERBAUR DENGAN YANG LAINNYA. JADI KELAS 10 DAN 11 DISATUKAN, BEGITUPUN KELAS IPS DAN IPA AKAN DISATUKAN." jelas Panitia.

Para siswa dan siswi ada yang senang karna bisa bersama kakak-kakak kelas cogan, dan sebagian ada yang sedih karna takut jika terpisah dengan sahabat dan teman sekelasnya.

Naya bingung harus senang atau sedih karna disisi lain ia berfikir bisa sekelompok dengan Al dan akan membuat dia senang, tapi jika dengan Al ia sedih jika tidak sekelompok dengan sahabat-sahabatnya. Begitupun sebaliknya.

"KELOMPOK SATU, MIRA KELAS 10 MIPA 3, FARHAN KELAS 11 MIPA 1, ARUMI KELAS 1O IPS 1, DINDA KELAS 10 MIPA 3...." ucap sekretaris osis membagi kelompok.

"DAN KELOMPOK 3, REHAN KELAS 10 IPS 2, STEVIA KELAS 10 MIPA 3, NANA KELAS 10 MIPA 3,..."

"KELOMPOK 4, KINAYA KELAS 10 MIPA 3, ALVINO KELAS 11 IPS 2, SHELLY KELAS 11 IPS 1,..."

Sial! Kenapa Naya harus sekelompok dengan manusia Shelly itu? Tapi ia senang bisa sekelompok dengan Al, tapi apakah harus dengan Shelly juga? Menyebalkan! Naya mendengus kesal.

Revan, Zevan, dan Cindy berada satu kelompok di kelompok 5.

"Silahkan berbaris dengan setiap kelompoknya masing-masing. Dan setiap anggota kelompok silahkan pilih ketua dan wakil ketua kalian masing-masing kelompok!" suruh Ketua osis.

MALVARMA [TAHAP REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang