Rindu berawal dari hal-hal yang kecil namun sangat berharga.
-Revan Ananta-
Al mematikan senternya, ia berjalan pelan mendekati seseorang itu, setelah lumayan dekat, Al bisa melihat Naya yang sedang ada di depan seseorang itu dengan tubuh diikat pada pohon. Dan yang membuat Al emosi adalah, pistol yang dicondongkan oleh penjahat itu kearah Naya.
Seketika emosi Al memuncak, lalu Al mengambil sebuah dahan yang lumayan besar, lalu mendekati penjahat itu dengan pelan.
Bughh.
Penjahat itu tersungkur ke bawah karena Al memukul punggungnya, dan pistol yang dibawanya ikut jatuh.
"Al?" Naya tersenyum lega, dan tangisnya seketika terhenti.
"Bangsat lo!" Al menarik baju penjahat tersebut dan menghajarnya.
Penjahat tersebut melawan, dan seketika mereka berkelahi hingga membuat Naya ketakutan.
"Al awas hati-hati!" teriak Naya, ia ingin membantu Al tapi ia tidak bisa karna keadaan nya masih terikat.
Al menoleh mendengar teriakan Naya.
Bugh.
Pipi Al ditonjok oleh penjahat tersebut dan membuat ujung bibir Al mengeluarkan cairan. Dan sontak membuat Naya takut terjadi apa-apa dengan Al. Al yang merasakan tonjokan dari penjahat tersebut langsung membalasnya dengan membabi buta hingga penjahat tersebut kewalahan dan akhirnya melarikan diri.
"DASAR BANGSAT!" teriak Al kepada penjahat yang lari meninggalkan mereka tersebut.
Al lalu menghampiri Naya dan membuka tali yang mengikat Naya. Hingga Naya terbebas, langsung memeluk Al dengan erat.
"Lo gapapa?" tanya Al datar melepaskan pelukan Naya, walau sebenarnya ia cemas.
"Gue gapapa, lo gapapa kan? Ujung bibir lo berdarah." ucap Naya yang melihat luka diujung bibir Al.
"Gue gapapa." jawab Al.
"Gapapa gimana? Udah jelas berdarah!" dengus Naya.
"Lo yang kenapa, kenapa lo bisa sampe disini? Dan kenapa kaki lo bisa berdarah lagi?" tanya Al yang melihat kaki Naya yang kembali mengeluarkan cairan merah.
"Tadi ada orang yang bekap gue pas gue udah ngambil minum, terus dia bawa gue kesini." Naya menundukkan kepalanya, rasa takut kembali menghampirinya.
"Terus bisa jadi berdarah?"
"Dia nyeret gue, makanya kaki gue berdarah lagi." jelas Naya, dan jaket yang ia kenakan pun kotor.
Penjelasan dari Naya cukup membuat emosi Al memuncak kembali, bagaimana mungkin penjahat itu tega menyeret tubuh Naya.
"Lo tau siapa penjahatnya?" tanya Al.
"Gue gatau, tapi kayanya itu orang suruhan, karena tadi dia bilang kalo gue udah ambil semuanya dari tuannya."
Tuannya siapa? Pikir Al.
"Yaudah gue balik." Al meninggalkan Naya sendirian, pangeran es itu sungguh kejam. Untuk apa ia mencari Naya jika ujung-ujungnya akan meninggalkan Naya juga?
KAMU SEDANG MEMBACA
MALVARMA [TAHAP REVISI]
Teen FictionKinaya Putri, perempuan berambut panjang dengan netra coklat dan bulu mata lentik yang menghiasi kedua matanya, ambisi dan perasaannya yang tulus ia tunjukkan sepenuh hati. Berbanding terbalik dengan Alvino Mahesa, laki-laki bernetra hitam yang akr...
![MALVARMA [TAHAP REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/180903607-64-k858307.jpg)