Yakinlah, suatu saat akan ada pelangi setelah hujan.
-Rehan Putra-
Rehan masuk ke dalam kelas dengan perasaan yang tidak seperti biasanya. Hatinya sedang tidak baik, memikirkan Naya terus menerus. Rehan duduk dibangku sebelah Al, dikelas itu sudah ada Al, sikembar, dan beberapa murid yang lainnya.
"Si Rehan ga kaya biasa nya ya?" bisik Revan, yang mendapat anggukan dari Zevan.
"Ngapa lo Han?" tanya Revan, Rehan menggeleng pelan.
"Apa fungsi temen kalo bukan buat tempat curhat." ucap Zevan.
Rehan membuang nafasnya pelan. "Naya,"
"Why?" Revan penasaran.
Al yang mendengar itu hanya menengokan wajahnya sedikit kemudian kembali berkutat dengan hp-nya.
"Naya kecekalakaan." Rehan kembali teringat dengan adiknya.
Sontak si kembar membulatkan natanya tak percaya, bahkan Al yang dari tadi autis saja sontak menengokan wajahnya menghadap Rehan. Tidak percaya atas apa yang ia dengar.
"HAH?" teriak Revan, yang sukses menarik perhatian anak-anak yang lain.
"Jangan kenceng-kenceng ogeb!" Zevan menjitak kepala Revan, untungnya para murid kembali dengan kesibukannya masing-masing.
"Naya kecelakaan? Serius lo?" tanya Zevan masih tak percaya.
"Iya." Rehan mengangguk lemah.
"Kok bisa? Gimana ceritanya?" tutur Revan.
"Kemarin, pas pulang sekolah pas Naya nangis dan dia pergi, sampe malem dia belum pulang juga. Gue berniat mau cari Naya tapi gue gatau dimana dia, bahkan dihubungi aja dia ga bisa. Terus pas malem hujan deras, gue nekat buat cari Naya karna gue khawatir. Tapi pas gue mau keluar, gue ditelfon sama Farhan-"
"Loh kok Farhan si? Garame ah!" potong Revan.
"Diem dulu babi!" Al memukul lengan Revan, daritadi Al mendengarkan apa yang diucapkan oleh Rehan, apalagi ini menyangkut soal Naya.
"Farhan bilang, kalo Naya jadi korban tabrak lari, dan Farhan yang bawa Naya ke rumah sakit. kalo gaada Farhan, gue gatau gimana nasib Naya sekarang." Rehan menutup mukanya.
Mendengar penjelasan dari Rehan merupakan hantaman besar untuk Al. Ia tidak menyangka akan kecelakaan seperti itu. Dan tadi apa Rehan bilang? Ditolong oleh Farhan? Kenapa harus cowok itu. Al frustasi.
"Terus sekarang, adek lo dirawat dimana?" tanya Zevan.
"Rumah sakit Medika Farma." jawab Rehan.
Al meninggalkan teman-temannya, dan menuju taman belakang. Disana ia melampiaskan semuanya. Al merasa bersalah, jika saja kemarin ia tidak membentak Naya dan berbicara kasar kepada gadis itu, mungkin gadis itu akan pulang bersama Rehan dan sekarang masih baik-baik saja. Al merasa menjadi seseorang yang sangat bodoh.
Al kembali ke kelas dan mengambil tasnya, ia kembali ke parkiran dan meninggalkan sekolah. Bukan ingin bolos, mabal atau pulang ke rumah kembali, yang sekarang Al tuju adalah Rumah sakit tempat Naya dirawat. Untung saja tadi Rehan memberitahunya.
Al turun dari motor dan masuk ke dalam rumah sakit, di meja receptionist Al bertemu dengan Nina, mama Naya.
"Eh Al," Nina tersenyum. "Mau jenguk siapa? Siapa yang sakit?"
KAMU SEDANG MEMBACA
MALVARMA [TAHAP REVISI]
Teen FictionKinaya Putri, perempuan berambut panjang dengan netra coklat dan bulu mata lentik yang menghiasi kedua matanya, ambisi dan perasaannya yang tulus ia tunjukkan sepenuh hati. Berbanding terbalik dengan Alvino Mahesa, laki-laki bernetra hitam yang akr...
![MALVARMA [TAHAP REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/180903607-64-k858307.jpg)