Aku terlalu mementingkan egoku, sampai aku lupa bahwa ada kamu yang selalu tulus kepadaku.
-Alvino Mahesa-
Al datang dari balik pintu untuk menjenguk Naya, dengan bunga ditangannya. Sudah empat hari Naya koma, dan sudah empat hari itu juga setiap sebelum berangkat sekolah Al selalu menyempatkan dirinya untuk menjenguk Naya dan membawakan gadis itu bunga, sepulang sekolah pun ia selalu menjenguk Naya dan selalu ada disamping gadis itu. Hera pun sering menengok Naya, dan ia tidak merasa keberatan jika Al selalu menengok Naya, begitupun Nina.
Al duduk dikursi, kondisi badan nya sedang tidak baik. Bagaimana akan baik, jika makan pun dia jarang, setiap waktunya hanya diluangkan untuk Naya, dan menemani Naya. Walaupun tidak ada respon sama sekali dari gadis itu. Mata Al sayu, terdapat bulatan hitam dibawah matanya karna kurang tidur, hari-harinya pun sepi tanpa ada Naya yang selalu mengganggunya setiap hari.
"Nay, lo kapan bangun?" tanya Al lesu, tentu saja tidak ada balasan apapun dari Naya.
"Gue kangen lo, gue kangen ocehan ga jelas lo Nay."
"Semoga, nanti pas gue pulang sekolah lo udah sadar ya Nay, I miss you bawel." Al tersenyum lalu mencium tangan Naya. Semenjak Naya koma, sikap dinginnya terhadap Naya seakan-akan hilang, sekarang Al malah menjadi sosok yang sangat perhatian. Tapi sikap dingin kepada orang lainnya masih tetap sama. Ingat, tetap sama!
Al keluar dari ruangan Naya, ia menemui bi Ijah, Asisten rumah tangga Naya yang sering menjaga Naya ketika dirumah sakit karena Rehan sekolah dan Nina berangkat bekerja.
"Bi, Al berangkat sekolah dulu ya." pamit Al kepada bi Ijah.
"Oh iya den, hati-hati di jalannya. Bawa motor nya jangan ngebut-ngebut ya den." pesan bi ijah.
"Iya bi." Al pun salaman kepada bi Ijah kemudian menuju parkiran untuk mengambil motornya kemudian pergi ke parkiran.
*****
Al duduk dibangku kelas dengan earphone yang terpasang ditelinganya. Rehan dan si kembar sudah datang, tas mereka sudah ada didalam kelas, tapi kemana mereka? Belum bel masuk, lebih baik Algunakan untuk tidur.
Brakk.
Baru saja ia menutup matanya, tapi ada yang menggebrak mejanya. Al lantas membuka earphone dan membuka matanya. Farhan. Al menatapnya dengan tajam.
"Jauhin Naya!" Farhan menatap Al, pandangan mereka saling menusuk satu sama lain.
"Lo berhak atas apa?" ucap Al dingin.
"Jauhin Naya!" gertak Farhan sekali lagi.
"Lo bukan siapa-siapa Naya. Lo yang harusnya jauhin dia!"
"Bacot lo!" Farhan mulai kesal, "lo itu udah nyakitin dia. Emang gue gatau kalo Naya kecelakaan karna lo! Udahlah! Tai banget, nyakitin hati Naya terus lo mah!" Farhan menatap Al, mendengar itu Al menjadi emosi.
"Woy anying ngapain ribut! Kaga ada kerjaan bat dah lo pada!" ucap Revan yang tiba-tiba datang bersama Rehan dan Zevan.
"Ngapain lo Farhan kesini?" tanya Zevan memandang Farhan dari atas sampai bawah.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Zevan, Farhan melangkahkan kakinya keluar. Tapi sebelum itu dia berbisik di telinga Al.
"Naya itu cuma milik gue!" Farhan lalu tersenyum miring, emosi Al memuncak dan tangannya mengepal.
KAMU SEDANG MEMBACA
MALVARMA [TAHAP REVISI]
Ficção AdolescenteKinaya Putri, perempuan berambut panjang dengan netra coklat dan bulu mata lentik yang menghiasi kedua matanya, ambisi dan perasaannya yang tulus ia tunjukkan sepenuh hati. Berbanding terbalik dengan Alvino Mahesa, laki-laki bernetra hitam yang akr...
![MALVARMA [TAHAP REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/180903607-64-k858307.jpg)