Aku ingin menjauh, tapi tak bisa, hati ini yang memintaku untuk terus bertahan.
-Kinaya Putri-
"Gue tau salah gue banyak sama lo, tapi Nay gue serius mau minta maaf sama lo." sambung Al, Naya bingung kenapa sikap Al berubah 180 derajat. Sikap dinginnya seakan-akan hilang begitu saja, ini seperti bukan Al pangeran es-nya. Apakah es dalam hatinya sudah mencair?
"Gue gaakan maafin lo." ucap Naya datar.
Al menatap Naya dengan kesedihan didalam hatinya mendengarkan jawaban Naya, tapi ia tidak boleh putus asa, ia harus tetap berjuang, ia harus meminta maaf atas kesalahannya selama ini kepada Naya.
"Setelah semua yang lo lakuin ke gue, lo cuma minta maaf doang? Gampang ya, tapi lo gatau gimana rasanya jadi gue. Gue yang selalu sabar ngadepin sikap lo, gue yang selalu sabar walaupun dicaci maki sama lo, tapi lo ga pernah ngehargain gue sama sekali." sambung Naya.
"Memaafkan itu mudah, tapi menghilangkan rasa sakit itu sulit. Mulut yang berbicara tapi hati yang merasakan." Cairan bening keluar dari kelopak mata Naya.
Al lantas menghapus cairan bening dimata Naya.
"Lo jangan nangis, kalo emang lo gamau maafin gue, gapapa, gue tau kesalahan gue ga bisa diukur cuma dengan kata maaf doang. Maaf selama ini gue selalu nyakitin lo, makasih udah mau nemenin hari-hari gue bawel." Al tersenyum miris, sebenarnya ia sudah tidak tahan menahan kesedihan di dalam hatinya, tapi ia tidak boleh mengeluarkannya. Ia hanya bisa tersenyum miris mendengarkan ucapan Naya, ia berdiri dari tempat duduknya untuk keluar.
"Cuma gitu doang?" ucap Naya
Al menghentikan langkahnya lalu membalikan tubuhnya menghadap Naya.
"Lo mau gue maafin lo?"
"Iya Nay," jawab Al. "tapi kayanya ga mungkin."
"Nyebelin! Orang marah itu harusnya dibujuk, dimanja biar ga marah. Jangan putus asa kaya gitu!" Naya cemberut.
"Ya terus?" tanya Al.
"Ya bujuk lah, tanya kek apa kek, gue mau apa gitu. Cowok mah gapekaan!"
"Yaudah bawel iya, lo mau apa?"
"Kalo lo mau gue maafin lo, harus ada syaratnya."
"Apa?"
"Beliin permen lolipop yang banyakkk banget." ucap Naya.
"Astagfirullahaladzim, orang sakit emang suka ga waras ya?" ucap Al kepada dirinya sendiri.
"Yaudah gakan dimaafin." Naya membalikan tubuhnya membelakangi Al.
"Yaudah iya nanti gue beliin." pasrah Al.
"Gitu dong." Naya membalikan tubuhnya kembali dan tersenyum senang.
"Akting gue bagus ya?" Naya menaik turunkan alisnya. "Sampe nangis juga. Hihihiii." Naya terkikik.
"Maksud lo?" Al kembali duduk.
"Ogeb gue bangun dari tadi sebelum lo datang, terus pas lo datang gue mau tau gimana reaksi lo, dan ternyata tidak kuduga awokawok, seorang pangeran-es menjadi orang yang baik hati dan tidak sombong, rajin menabung pula!" Naya terkekeh.
"Nyebelin bat si lo!" sikap ketus Al kembali muncul.
"Y." jawab Naya.
"Udah makan?" tanya Al mengalihkan pembicaraan.
"Belum, itu masih utuh buburnya." Naya menunjuk makanan yang ada di atas meja dipinggir ranjang Naya.
"Makan dulu." Al mengambil makanan tersebut lalu memberikannya kepada Naya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MALVARMA [TAHAP REVISI]
Dla nastolatkówKinaya Putri, perempuan berambut panjang dengan netra coklat dan bulu mata lentik yang menghiasi kedua matanya, ambisi dan perasaannya yang tulus ia tunjukkan sepenuh hati. Berbanding terbalik dengan Alvino Mahesa, laki-laki bernetra hitam yang akr...
![MALVARMA [TAHAP REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/180903607-64-k858307.jpg)