Tuhan menciptakan hati bukan untuk dipatahkan.
-Kinaya Putri-
Tidak lama kemudian Al kembali lagi dengan membawa tanaman obat, ia pun menghampiri Naya dan duduk disebelah Naya, kemudian membersihkan dan membalut luka Naya dengan tanaman obat tersebut.
"Aww hati-hati!" Naya meringis karna lukanya ketika dibalut sangat perih.
"Lebay!" ketus Al, Naya hanya diam tidak menjawab.
Pukk.
Tiba-tiba ada yang menimpuk kepala Al dari samping dengan batu, Al menengok.
"Revan monyet!" Al kesal.
"Al babi!" jawab Revan.
"Revan anjing!"
"Al anak anjing!"
"Revan cucu anjing!"
"Al anak nya cucu anjing!"
"Revan cucunya cucu anjing!"
Teruslah seperti itu hingga upin ipin Sd. Mereka semua yang ada disitu tertawa melihat kelakuan keduanya.
"BERISIK KELEN ANAK-ANAK MANUSIA!" teriak Rehan, seketika Al dan Revan menengok ke arah Rehan.
"DIAM BABI!" teriak Revan dan Al serentak.
Seketika yang ada disitu cengo.
"Ngapa pada diem? Gorok nih!" Revan memelototi semuanya, dan semua orang tertawa dibuatnya.
"Cot ae dah!" seru Zevan, "ayo balik dah!"
Mereka semua pun berjalan kembali, tapi kaki Naya sakit sebelah jadi ia harus menggandeng tangan seseorang untuk dijadikan tumpuan.
"Al, tolongin!" Naya memperlihatkan puppy eyes nya memohon.
"Ck, lebay!" delik Al.
"Lebay mulu bilangnya!" cemberut Naya.
Tanpa aba-aba dan tanpa berbicara terlebih dahulu kepada Naya, Al menggendong Naya.
"Iihh Allll!" Naya tersenyum.
"Gais, tolong bawain kayu sama ranting gue!" titah Al setengah berteriak.
"Pengen dong bang adek digendong!" ucap Revan yang langsung mendapatkan toyoran dari Zevan dan Rehan.
"Double toyor sip!" Revan tersenyum melas.
Tanpa mereka sadari, ada yang dari tadi mengintip mereka dari balik pohon sambil menahan emosi.
Liat aja Naya! Gue akan kasih lo pelajaran. Dan orang itu tak lain adalah Shelly.
*****
Malam ini para siswa siswi SMA HARAPAN BANGSA kelas 10 dan 11 sedang berada mengelilingi api unggun, mereka semua bernyanyi, dan bersuka ria bersama-sama.
Begitupun dengan Naya, Teman-temannya, dan para The boy cool yang dari tadi mengikuti acara dengan enjoy. Mereka duduk bersama-sama.
Malam ini Naya memakai jaket putih yang dibelinya kemarin dengan Al, begitupun dengan Al yang memakai jaket hitam yang dibelikan oleh Naya.
"Vi, gue mau minum, gue ke tenda dulu ya!" pamit Naya.
"Mau gue temenin?" tanya Via.
"Gosah, bentar doang!" jawab Naya.
"Mau kemana lo dek?" tanya Rehan.
"Ke tenda bentaran ngambil minum!" jawab Naya.
"Yaudah hati-hati jgn lama-lama!"
KAMU SEDANG MEMBACA
MALVARMA [TAHAP REVISI]
Novela JuvenilKinaya Putri, perempuan berambut panjang dengan netra coklat dan bulu mata lentik yang menghiasi kedua matanya, ambisi dan perasaannya yang tulus ia tunjukkan sepenuh hati. Berbanding terbalik dengan Alvino Mahesa, laki-laki bernetra hitam yang akr...
![MALVARMA [TAHAP REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/180903607-64-k858307.jpg)