Naya berjalan di koridor sekolah, ia tersenyum kepada orang yang lewat dan menyapa nya. Rehan menyimpang terlebih dahulu ke kantin sebelum pergi ke kelasnya. Ini hari pertama adik dan kakak itu masuk sekolah setelah papa nya di rawat tiga hari kemarin karena kecelakaan tersebut.
Sebenarnya ketika papa nya sudah selesai operasi, besok nya Naya dan Rehan harus sekolah, tapi Naya dan Rehan kekeuh tidak mau. Padahal mama nya sudah memaksa nya untuk sekolah, dan yang menjaga papa nya mamanya seorang. Tapi tetap saja, mereka berdua keras kepala.
Keadaan papa nya mulai membaik, papa nya pun sudah bisa berinteraksi dengan orang sekitarnya, tapi ia belum bisa pulang karena masih sedang dalam proses penyembuhan. Ketika papa nya dirasa sudah bisa berinteraksi, Naya, Rehan, Nina, dan Rama pun membicarakan tentang keliarga mereka. Rama meminta maaf kepada anak dan istrinya dan dia mengaku sudah memutuskan hubungan dengan perempuan yang dianggap selingkuhannya itu.
Tidak ingin memperburuk keadaan, mereka memaafkan kesalahan Rama, "MANUSIA TIDAK LUPUT DARI KESALAHAN, DAN SEBAIK-BAIKNYA MANUSIA ADALAH MANUSIA YANG SALING MEMAAFKAN" begitu menurut mereka.
Walaupun Nina memang masih kecewa terhadap suaminya itu, tapi ia masih bisa tersenyum, ia tidak ingin menunjukkan kesedihannya didepan semua orang. Padahal Naya dan Rehan pun memiliki perasaan yang sama, sama-sama kecewa.
Rehan meminta maaf kepada Naya, begitu juga kepada papa nya. Rehan merasa kalo semua ini karna dia, dia yang menyebabkan semuanya, dia yang menyebabkan kecelakaan itu, semua itu yang selalu menghantui pikiran Rehan.
Sekarang, keadaaan keluarga itu menjadi hangat kembali, bayangan tentang kejadian kemarin mulai dilupakan dan hanya dijadikan sebagai pelajaran. Ya, walau bagaimana pun ketika seseorang memberikan kepercayaan, tapi kita malah menyalahgunakan nya, ketika kita meminta maaf dan dia memaafkan kita. Tetapi semuanya tidak akan sama lagi.
Ibarat piring, ketika ia pecah, ia bisa disatukan kembali, tapi semuanya tak akan sama lagi seperti semula.
Naya masuk ke kelas, disana sudah ada teman-temannya. Naya kemudian duduk di di bangkunya.
"Tuan putri kita sekolah lagi anjey." Via menatap Naya dengan tatapan berbinar.
"Sa ae lo kampret!" Naya menoyor kepala Via.
"Gimana papa lo Nay?" tanya Nana, "udah sembuh?"
Teman-teman Naya tau perihal kecelakaan papa Naya setelah diberitahu oleh Naya, teman-teman Rehan pun mengetahuinya. Mereka semua sempat menjenguk kemarin sepulang sekolah dan meminta Naya dan Rehan untuk kembali bersekolah.
Sedangkan Al, ia tetap bersekolah, tapi sepulang sekolah ia akan ke rumah sakit untuk menemani Naya dan membawakan Naya makan.
"Udah mendingan, tapi belum bisa pulang, masih dalam masa pemulihan." jawab Naya.
"Kalo sama si dia gimana?" tanya Mira dan Cindy menarik turunkan alisnya.
"Dia siapa?" jawab Naya so polos.
"Ga usah bego deh, udah bego malah di bego-begoin." delik Nana.
Naya mengumpat kesal mendengar olok-olokan dari teman-temannya, "sialan!"
Mereka semua tertawa.
"Gatau lah, di gantung mulu." Naya memanyunkan bibirnya.
"Kode in dong, lagian kan gaenak kalo digantung terus. Macem jemuran, kalo kelamaan nantinya ada yang ngambil. Ibarat hati lo, kelamaan digantung ada yang nyosor duluan nanti." ucap Via.
"Bacot kalian semua." Naya tersenyum sabar. "Mentang-mentang udah jadian sama abang gue lo Vi."
Via hanya terkekeh geli.
*****
Saat ini Naya, dan teman-temannya sedang berada di kantin, menikmati waktu istirahat dan makanannya sambil mengobrol, tiba-tiba Farhan masuk ke kantin kemudian menuju meja Naya.
"Hallo Nay!" sapa Farhan
"Ha-hai kak." jawab Naya canggung.
"Boleh ikut duduk?" tanya Farhan, yang dibalas anggukan oleh teman-teman Naya.
Jujur saja, Naya merasa sedikit canggung dengan Farhan, entah kenapa.
"Oh iya Nay, denger-denger papa lo kecelakaan ya? Maafin gue ya belum jenguk papa lo, gue minta maaf banget."
"Iya kak gapapa." Naya tersenyum.
Tanpa mereka tahu, Al daritadi memperhatikan Naya dan Farhan yang sedang ngobrol, melihat kedekatan mereka. Al mengatur nafasnya, ia mengepalkan tangannya kuat-kuat. Tidak, ia tidak boleh mencari perkara di sekolah, ia harus bisa menahan emosinya.
Naya dan Farhan sedang tertawa bersama teman-teman Naya. Kemudian Naya mengedarkan tatapannya ke penjuru kantin, dan matanya bertabrakan dengan Al yang sedang menatapnya. Jantung Naya berdetak lebih kencang, entah kenapa ia seperti melihat sebuah kemarahan di mata Al. Naya yakin itu semua karena Farhan yang sedang bersamanya, melihat tatapan itu nyali Naya sedikit menciut.
"Hey! Lo kenapa woi!" tegur Cindy membuyarkan lamunan Naya, membuat Farhan dan yang lainnya menatap Naya.
"Eh e-engga kok." Naya terkekeh, padahal sebenarnya ia sedang memikirkan Al.
*****
Menurut kalian, mendingan aku update ga terlalu panjang tapi lebih sering, atau lebih panjang tapi ga terlalu sering?
Vote ya gais🎃
Ig: shylvanaars
KAMU SEDANG MEMBACA
MALVARMA [TAHAP REVISI]
Novela JuvenilKinaya Putri, perempuan berambut panjang dengan netra coklat dan bulu mata lentik yang menghiasi kedua matanya, ambisi dan perasaannya yang tulus ia tunjukkan sepenuh hati. Berbanding terbalik dengan Alvino Mahesa, laki-laki bernetra hitam yang akr...
![MALVARMA [TAHAP REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/180903607-64-k858307.jpg)