Jam menunjukan pukul 00.00.
Naya bangun dari tidurnya, ia haus. Kemudian ia turun dari ranjang tempat tidurnya dan ketika ia menuruni tangga, semuanya gelap.
Naya heran, tidak biasanya mama nya mematikan lampu ketika malam, ia pun menuruni tangga dengan perlahan, takut tiba-tiba tergelincir karna penerangan dirumahnya mati.
Setelah turun, ia mencari saklar lampu, karena ini rumahnya jadi Naya tahu persis dimana tempat saklar walaupun tanpa pencahayaan.
Klik.
Naya menghidupkan saklar lampu nya.
DORRRR.
Suara terompet ditiup.
"HAPPY BIRTHDAY NAYAAAAAAAAAAAAA."
Naya diam kaget, ia melihat mama nya membawa kue bolu yang diatasnya disimpan angka 17, sedangkan Rehan dan papa nya meniup terompet.
"MAMA, PAPA, BANG REHAN, IH NGAGETIN AJA!" Naya merengek yang hanya dibalas tawaan oleh kedua orang tua dan kakaknya.
"Selamat ulang tahun ya sayang." ucap Nina dan Rama, lalu mengecup pipi Naya.
Naya lalu tersenyum, "makasih ma, pa."
"Selamat ulang tahun adek abang yang gemesin tapi boong."
Naya hanya mencibir kesal, mulutnya bergerak meledek Rehan.
"Makasih abang ganteng tapi boong."
"Tai." jawab Rehan.
Nina memelototi Rehan, yang hanya dibalas cengiran lebar oleh dia.
*****
Naya masuk ke kelas nya yang langsung dihadiahi balon yang di pecahkan dan temannya yang membawa bolu ulang tahun.
"HAPPY SWEET SEVENTEEN NAYA KU CINTAKU SAYANGKUUUU." ucap teman-teman nya bergantian lalu memeluk Naya, minus laki-laki.
ya masa dipeluk laki laki sih, kan galucu:)
Via lalu memeluk Naya dan mengucapkan selamat ulang tahun, "Selamat ulang tahun my bespren."
"makasih banyak Vi." jawab Naya membalas pelukan Via.
"Tiup dulu lilinnya donggggg!" teriak Nana.
"Iya bawel." pelotot Naya.
Sebelum meniup lilinnya, Naya memejamkan matanya, apa meminta apa yang ia inginkan untuk sekarang, esok dan kedepannya. Naya menyisipkan nama Al didalam doanya.
Setelah itu Naya meniup lilinnya, kemudian memotong kue dan membagikan kepada teman-temannya.
Hari ini hari bahagia Naya, tapi semuanya terasa hambar bagi Naya. Orang yang ia harapkan di hari ulang tahunnya bahkan hari ini tidak terlihat batang hidungnya sedikitpun. Naya menghembuskan nafas kasar, lalu menghempaskan tubuhnya di kasur.
Kemana Al? pikiran itu yang selalu terlintas di kepala Naya, awalnya Naya berharap Al akan mengucapkan selamat ulang tahun untuknya, tapi di sekolah pun ia tidak melihat sosok Al sama sekali. Apakah Al lupa? Naya tersenyum kecut, ia melupakan suatu hal bahwa Al bukan siapa-siapanya. Naya tidak berhak apa-apa atas Al.
Naya bangun dari tidurnya dan menuju kamar mandi, setidaknya ia ingin membersihkan dirinya dan meringankan beban fikirannya.
Naya sedang mengeringkan rambut ketika ada yang mengetuk pintu kamarnya, "masuk aja, ga dikunci!" teriak Naya.
Pintu kamarnya terbuka lebar yang langsuk menampakan sosok Rehan yang sedang berdiri.
"Mau ngapain?" tanya Naya cuek.
"Dih jutek amat Mak Lampir, lagi ultah juga."
"Berisik, kalo ga penting mending keluar aja deh, gue capek mau tidur." ucap Naya yang langsung menaiki kasur nyaitu "Terserah deh, tapi itu ada paket dateng atas nama lo, lo pesen apaan sih gede banget anjir, pesen kulkas?"
"Hah? Pesen kulkas? Buat apaan anjir gajelas lo, ngapain juga gue pesen kulkas. udahlah keluar sana!" usir Naya.
"Liat dulu ogeb!" Rehan menjitak kepala Naya.
"Ih ganggu aja sih lo, iyadeh iya!" Naya lalu bangun dari kasurnya dan turun ke bawah dengan menghentikan kakinya.
Entahlah, sepertinya mood nya sedang tidak bagus gara-gara Al.
"Kulkas darimana anjing? Ini kesenggol dikit gini udah goyang." ucap Naya sambil menggoyang goyangkan paket yang entah isinya apa, "coba bantu angkat deh."
Rehan pun menurut saja, lalu mereka berdua mengangkat paket tersebut.
"Hah anjir? Ini ko ringan banget? Ini mah beban nya cuma kardus nya doang ahahahahha, gaada isi nya kayanya." ucap Rehan terbahak bahak kemudian menurunkan kardus tersebut.
"Ya Allah ini orang iseng apa gimana sih, ngirim kardus kaya gini." Naya bengong.
"Ya udah bawa sana ke kamar lo terus buka, kali aja ada Jin nya awowkwok."
"Kardus kaya gini ngapain gue bawa ke kamar njir, dahlah buang aja."
"Suudzon mulu lo, bawa aja dulu kali, belum dibuka juga kan. Hari ini kan lo ultah kali aja ada yang ngirimin sesuatu."
"Eh tapi iya juga sih, yaudah bantuin gue bawa, inikan besar banget." pinta Naya yang langsung mendapat anggukan dari Rehan.
Naya dan Rehan kemudian meletakan kardus yang entah apa isinya itu dikamar Naya. Kemudian Rehan keluar dari kamar adiknya itu.
Lima menit.
Naya hanya menatap kardus itu tanpa membukanya. Ia heran, siapa orang yang telah mengirimkan ini ke rumahnya, hingga ia bertekad untuk membuka paket tersebut.
Perlahan tapi pasti, Naya mulai membukanya hingga kardus itu terbuka dan terdapat sebuah kertas besar didalamnya.
Naya mengerutkan keningnya, "ini apaan sih?" kemudian mengambil kertas tersebut.
Naya pelan-pelan membuka kertas itu yang terdapat sebuah tulisan yang membuat Naya tertegun hingga jantungnya berdetak kencang.
NAY, I LOVE YOU.
Begitulah isi tulisan tersebut. Naya bengong, tidak percaya sekaligus heran, siapa orang yang dengan seniat itu mengirimkan paket kado kepadanya padahal isinya hanya sebuah ungkapan cinta?
Ini pertama kalinya untuk Naya, tapi ia merasa kado itu sangat... spesial mungkin? Entahlah, jantung Naya berdetak tidak karuan hingga sebuah suara dari hp nya membuyarkan lamunannya.
Ia kemudian mengambil hp nya dan ada sebuah pesan masuk, ia lalu membukanya.
Paketnya udah sampe?
Deg.
Tubuh Naya membeku, jantung nya lagi-lagi berpacu dengan cepat, hati nya menghangat dan pipinya menjadi kemerahan.
*****
Hallo guys!!!
Maafin aku udah lama ga update😭😭😭😭
KAMU SEDANG MEMBACA
MALVARMA [TAHAP REVISI]
Teen FictionKinaya Putri, perempuan berambut panjang dengan netra coklat dan bulu mata lentik yang menghiasi kedua matanya, ambisi dan perasaannya yang tulus ia tunjukkan sepenuh hati. Berbanding terbalik dengan Alvino Mahesa, laki-laki bernetra hitam yang akr...
![MALVARMA [TAHAP REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/180903607-64-k858307.jpg)