Maaf. Mungkin hadirku hanya membuatmu sakit.
-Alvino Mahesa-
Hujan turun begitu deras, membasahi gadis yang sedang duduk dipinggir jalan tersebut. Naya mulai kedinginan, ia bangun dari duduknya dan menuju halte bus yang ada di seberangnya untuk berteduh. Naya pun melangkahkan kaki nya menyeberang jalan.
Brakkk.
Naya tertabrak oleh mobil yang berkecepatan tidak terlalu tinggi, karena hujan deras, jadi mobil tersebut tidak mengetahui jika didepannya ada seseorang yang ingin menyeberang jalan. Mobil itu langsung melesat pergi meninggalkan Naya yang terkapar lemas di jalan.
Ketika kejadian itu, Farhan kebetulan lewat sehabis dari rumah temannya, jadi ia bisa melihat bahwa ada orang yang tertabrak mobil. Farhan langsung turun dari mobilnya dengan sedikit berlari mendekati si korban tersebut.
"NAYAA?!" Farhan terkejut bukan main, ia langsung memboppng tubuh Naya masuk ke dalam mobilnya, untungnya saat itu ia menggunakan mobil, dengan panik Farhan membawa Naya ke rumah sakit.
Rehan sudah hilang kesabaran, ia berniat untuk mencari Naya dimanapun itu. Rehan mengambil kunci mobil dan ketika membuka pintu,
Drrtt...drtt
Hp nya berbunyi, Rehan lalu mengangkat telfon tersebut. FARHAN. Nama yang tertera dilayar hp nya.
"Ck, Apaan sih?!" Rehan mangangkat telfon tersebut dengan mendecak kesal.
"Ke rumah sakit sekarang." jawab Farhan diseberang sana.
"Ngapain? Ga guna! Gue mau cari adek gue!"
"Mau lo cari kemana pun adek lo gabakal ketemu, kalo adek lo ada dirumah sakit!"
"Hah?" Rehan menjengit, tidak mengerti apa yang diucapkan Farhan.
"Kesini sekarang!"
"Yaudah Share locasion." Rehan menutup telfonnya, dan langsung menuju garasi untuk mengambil mobilnya. Perasaan Rehan sekarang campur aduk.
Rehan turun diparkiran, dan meninggalkan mobilnya. Hujan sudah mulai reda, Ia masuk ke dalam rumah sakit dengan rasa khawatir. Didepan rumah sakit ada Farhan yang sejak tadi menunggu Rehan.
"Mana adek gue?!" Rehan sudah sangat panik.
Farhan lalu berbalik masuk ke dalam rumah sakit dan menuju kamar Mawar No 5.
"NAYA?" Rehan membulatkan matanya ketika melihat tubuh adiknya terbaring lemas dikasur rumah sakit.
"Adek gue kenapa? Lo apain adek gue?" Rehan menarik kerah Farhan.
"Santai dong Han. Adek lo jadi korban tabrak lari." Farhan berusaha melepaskan tangan Rehan dari bajunya.
"Maksud lo?" Rehan melepaskan kerah baju Farhan.
Farhan pun menceritakan apa yang ia lihat sampai ia membawa Naya ke rumah sakit.
"Yaallah Nay, lo kenapa harus kaya gini sih Nay." Naya duduk dikursi dipinggir kasur Naya. "Coba aja tadi lo ga pulang sendirian." Rehan merasa menjadi seseorang yang sangat bodoh, seharusnya ia mengejar Naya tadi siang, bukan malah menghajar Al setelah tau cerita dari Via.
Flashbak On.
Ketika Naya pergi ke tengah lapang untuk menemui Al, sebenarnya Via tidak benar-benar pergi meninggalkan Naya. Ia melihat Naya dan Al, dan dia juga melihat Al mencaci maki Naya dengan kata-kata yang menyakitkan. Ketika Naya pergi, Via langsung menghampiri Rehan diparkiran.
"Ehan..." ucap Via.
"Iya Epi ada apa?" tanya Rehan heran.
"Ituu..."
KAMU SEDANG MEMBACA
MALVARMA [TAHAP REVISI]
JugendliteraturKinaya Putri, perempuan berambut panjang dengan netra coklat dan bulu mata lentik yang menghiasi kedua matanya, ambisi dan perasaannya yang tulus ia tunjukkan sepenuh hati. Berbanding terbalik dengan Alvino Mahesa, laki-laki bernetra hitam yang akr...
![MALVARMA [TAHAP REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/180903607-64-k858307.jpg)