Chapter Twelve🌛

3.8K 152 6
                                        

Kamu adalah alasan kenapa aku betah disekolah.
-Zevan Ananta-

Seketika Al menarik tangan Naya keluar dari kantin dan menuju taman belakang.

"Anjir adek gue mau dibawa kemana ogeb!" Teriak Rehan.

"Sepertinya mereka sedang Pedekate Han!" ucap Revan sembari mengelus-elus dagunya.

Al lalu duduk dibangku taman dan diikuti dengan Naya. Al membuka kancing bajunya satu persatu. Naya kaget, apa yang akan dilakukan Al.

"Lo mau ngapain?!" ucap Naya takut dan menutup matanya dengan kedua tangan.

Tanpa menghiraukan pertanyaan Naya, Al lalu membuka bajunya hingga hanya menyisakan baju hitam polos tanpa seragam putih.

"Nih!" ucap Al.

"Apa?" Naya masih tidak membuka matanya.

"Buka matanya dulu ogeb!"

Naya membuka matanya dan bernafas lega, ternyata Al masih menggunakan kaos Hitam, tapi kenapa Seragamnya dibuka.

"Makanya pikiran tu jangan ngeres! Nih!" Al lalu menyodorkan seragam putihnya kepada Naya.

"Apaan?" tanya Naya bingung.

"Baju lo kan basah, nih pake baju gue!" Al mulai greget.

"Terus nanti Lo gimana?" tanya Naya.

"Aelah gampang gue ma! Nih cepetan ganti sana ke toilet!"

Naya cengo, sebegitu baiknya Al kepada Naya.

"Cepetan ganti sana!"

"E-eh iya lo tunggu disini ya!" ucap Naya.

Naya pun pergi meninggalkan Al dan menuju toilet. Ketika Naya menggantungkan baju Al disalah satu kapstok.

Klekk.

Tiba-tiba pintu Toilet ada yang mengunci dari luar. Naya kaget dan menggedor-gedor pintunya.

"Woii. Tolong buka! Siapa sih yang ngunci gue! Tolong buka!" Naya panik bukan main.

Antara satu toilet ke toilet lainnya hanya dibatasi dengan tembok yang tidak sampai atapnya, jadi hanya setengahnya saja.

Byurrr

Ada yang menyiram Naya dari atas, dari toilet sebelah, baju Naya menjadi basah semua. Naya kedinginan, wajahnya pucat pasi.

"Tolong buka, yang diluar tolongin gue please!"

"To...long!" Naya duduk di pojok toilet, wajahnya pucat, bibirnya bergetar.

"Al...bang Rehan...to...longin..gue!" Naya terkulai lemas, ia terisak dan pingsan.

Al menunggu Naya lama sekali, ia sudah badmood sejak tadi. Tapi Naya belum juga muncul, ia takut terjadi apa-apa dengan Naya atau jangan-jangan Naya sengaja meninggalkannya.

Pikiran Al kacau, Al kemudian berniat menyusul Naya dari toilet. Ketika sampai disana Al tidak mendapatkan Naya, Al hanya melihat pintu toilet yang terkunci.

Al berpikir bahwa Naya ada didalam sana, Al khawatir, lalu ia pun mendobrak pintu toilet.

Brakk.

Pintu toilet terbuka dan Al mendapati sosok Naya dalam keadaan terkulai lemas dengan bibir yang pucat pasi.

"Naya?" Al membelalak kaget.

Al lalu membopong Naya menuju UKS, diperjalanan Al bertemu dengan Rehan dan sikembar, dan Teman-teman Naya. Memang semenjak Al dan Naya pergi, mereka juga memutuskan untuk pergi dari kantin, dan mereka pergi barengan.

MALVARMA [TAHAP REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang