Alberty Internasional High School

2.8K 182 62
                                        

"Jika memang ini yang terbaik aku rela!"

-author-

•••••

Wanita itu menyeritkan dahinya. "Sampai kapan apanya?" tanya wanita itu bingung.

"Sampai kapan begini terus?" tanya pria itu dengan sendu.

~~~

Pagi ini tepat pukul 08.00 pagi malvin sudah rapih dengan pakaian kantornya. Ia selalu terlihat lebih tampan dan berwibawa, satu lagi mempesona!

Hari ini malvin akan mengunjungi SMA lama nya bersama para sahabatnya untuk memecahkan teka-teki pada tanggal 22 Febuari nanti.

Ia dan sahabatnya masih bertanya-tanya, ada apa di tanggal 22 Febuari? Apa ini berhubungan dengan biancca? Waktu mereka tidak lama lagi hanya 11 hari untuk mengungkap teka-teki itu.

Dengan langkah santai malvin berjalan menuju bestmant lalu memasuki mobil sport nya. Ia mengendarai dengan santai, ia sudah berjanjian dengan para sahabatnya untuk menunggu cafe di cafe yang tak jauh dari sekolahan Albert Internasional High School.

Tak lama kemudian ia sudah memutar setir mobilnya menuju tempat parkir cafe. Setelah memarkirkan mobil sport nya ia membuka pintu pengemudi.

Dengan langkah pasti ia memasuki cafe. Seperti biasa ia akan memasang wajah datar ketika sedang di luar.

Para sahabatnya sudah duduk kursi di pojok cafe. Malvin menghampiri sahabatnya dengan santai lalu mendaratkan bokongnya di kursi yang kosong.

"Udah lama?" tanya malvin.

"Engga kita juga baru dateng" ucap karel.

"Oh, jadi?" tanya malvin sambil menaikan sebelah alisnya.

"Jadi?" beo farel dengan dahi yang menyerit.

Malvin memutar bola matanya malas. "Ck! Jadi kapan mau ke sononya!" decak malvin kesal karna otak lemot sahabatnya.

"Oh, tau nih billy" ucap farel sambil menunjuk billy dengan dagunya.

"Sabar kali, minum dulu kek!" ketus billy pada farel.

"Tau lo! Orang mah biarin si jones ini sarapan dulu" timpal deven dengan nada mengejek kearah malvin.

"Udah tau sahabat kita ada yang jones. Jadi, mana mungkin si bangkotan ini sarapan" sambung bagas.

"Kan engga ada yang masakin" lanjut sandy.

"Sedangkan kita udah punya istri" ucap ricky.

Satu persatu para sahabatnya mengejek malvin. Hal itu membuat malvin mendengus kesal lalu melipat kedua tangannya di dada.

"Terus aja bully gue belom aja gue bilangin istri lo pada kalo lo semua pada selingkuh" ketus malvin.

Ucapan malvin membuat para sahabatnya melotot tak terima. Apa-apaan si malvin mengada ada tentang perselingkuhan! Bisa engga dapet jatah malam kalo malvin sampe bilang ke istrinya!

"Anjir lo! Gue engga selingkuh ya bangke" ucap bagas tak terima.

"Tau nih bisa engga dapet jatah malem gue" timpal deven.

"Anjir doi kenapa jadi baperan gini" sambung sandy.

"Ta--" belum sempat ricky melanjutkan ucapannya sudah di potong lebih dulu oleh karel.

"Ck! Berisik nih!" ketus karel.

"Tau! Pusing pagi-pagi liat orang tua ribut mulu" sindir malvin.

Barrack [Saquel] [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang