Confidence

3K 180 32
                                        

"Aku yakin jika aku tidak sedang berhalusinasi!"

-Malvin-

•••••

Tiba-tiba suara teriakan membuat wanita itu berhenti.

"BIANCCA!" teriak seseorang.

~~~

Disisi lain...

Pagi ini malvin sudah rapih dengan pakaian formal. Ia terlihat sangat tampan dan berwibawa tak lupa wajahnya yang datar dan tatapannya yang tajam mampu mengintimidasi setiap orang.

Ia berjalan menuju pintu apartement nya. Belum sampai pintu bunyi ponselnya membuat ia menghentikan jalannya.

Malvin merogoh kantong saku celananya mengambil ponselnya yang terus berdering.

Ricky Is Calling...

Malvin menyerit dahinya saat menatap layar ponsel yang menyala.

"Tumben" gumam malvin seraya mengusap keatas tombol hijau di layar ponselnya.

"Halo vin" ucap ricky diseberang sana.

"Hmm" malvin menjawab hanya gumaman.

"Minta tolong dong. Gue sama istri gue ada urusan mendadak di kantor lo tolong anterin fiona ke sekolah" ucap ricky.

"Anak lo si fion kemana emang?" Tanya malvin bingung.

"Fion udah berangkat duluan. Niatan gue sama fany mau nganterin fiona tapi tiba-tiba sekertaris gue nelvon" jelas ricky.

"Yaudh okeh gue otw sekarang" ucap malvin lalu mematikan ponselnya secara sepihak.

Malvin langsung keluar apartement tak lupa ia mengunci apartement nya. Kemudian, ia berjalan menuju lift untuk sampai di bestmant.

Sesampai di bestmant ia langsung memasuki mobil sport nya lalu mengendari meninggalkan perkarangan apartement menuju mansion ricky.

10 menit berlalu akhirnya mobil sport milik Malvin berhenti di halaman mansion ricky yang luas.

Malvin segera keluar dari mobilnya kemudian berjalan menuju pintu mansion, lalu memencet bel mansion.

Tak lama pintu mansion terbuka menampakkan ricky, fiona dan fany.

"Hai uncle vin" sapa fiona ceria.

"Hai juga keponakan uncle yang cantik" jawab malvin sambil mengacak-acak rambut fiona dengan gemas.

"Fiona berangkat bareng uncle vin ya" ucap ricky.

Fiona langsung mengangguk antusias. Ia menatap malvin dengan berbinar membuat malvin semakin gemas.

"Lucu banget sih" gemas malvin sambil membawa fiona kedalam gendongan nya.

"Yaudh gue berangkat yeh" pamit malvin.

"Hati-hati kak" ucap fany.

"Slow ae" ucap malvin.

"Sorry ye bro udah ngerepotin lo" ucap ricky tak enak.

"Ck! Kaya sama siapa aja sih! Sans ae kali" decak malvin sambil memutar bola matanya dengan malas.

"Udah ah gue cabut yeh" lanjut malvin.

"Bye mom, dad" pamit fiona sambil menambaikan tangan kearah ricky dan fany.

"Bye sayang! Hati-hati ya!" ucap ricky dan fany dengan kompak.

Barrack [Saquel] [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang