Seminggu kemudian...
Hari ini hari Senin, dimana malvin sudah pergi kekantor nya. Barrack dan hans kembali bersekolah, sedangkan lucia sudah mulai masuk taman kanak-kanak.
Kini biancca sedang berduduk disofa dengan televisi yang menyala, namun tatapannya begitu kosong.
Tiga jam yang lalu, setelah malvin dan anak anaknya melakukan aktivitas masing-masing. Dirinya kembali muntah muntah, sudah tiga hari ini dirinya selalu muntah mengeluarkan cairan bening.
Biancca menatap jam yang menempel di dinding diatas tv. Pukul 10.00 ia segera beranjak dari sofa dan mulai melangkah menuju kamarnya dan malvin. Ia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit untuk mengetahui gejala apa yang ia sedang alami.
Sesampai di kamar ia langsung mengganti pakaian nya yang lebih santai. Celana jeans panjang hitam dan kaos berwarna putih yang bertulisan 'FAKE' di dada, serta sneaker Gucci membuat dirinya terlihat seperti gadis SMA.
Setelah selesai menggulung rambut nya yang panjang, biancca segera keluar kamarnya lalu berjalan menuruni anak tangga.
"Mau kemana nyonya?" Tanya salah satu maid yang berpapasan dengannya.
"Keluar sebentar" ucap biancca.
Maid itu langsung menganggukkan kepalanya. "Hati-hati nyonya" ucap maid itu.
Biancca tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya dan kembali melanjutkan jalan menuju garasi mansion. Memasuki mobil sport Lamborghini Aventador SV setelah sampai di garasi.
Biancca segera melajukan mobilnya meninggalkan perkarangan mansion lalu melewati gerbang besar mansion.
20 menit biancca telah sampai di rumah sakit miliknya. Dengan wajah datar biancca memasuki lobby yang langsung berhadapan dengan penjaga resepsionis rumah sakit.
"Ada yang bisa saya bantu Mrs" ucap resepsionis wanita di balik meja besar saat tau ia berhadapan dengan pemilik rumah sakit.
Biancca menatap datar wanita dihadapannya. "Dokter Alfi ada?" Tanya biancca.
"Tunggu sebentar Mrs" ucap wanita itu sambil menatap layar komputer yang menyala.
"Ada di ruangannya Mrs" lanjut wanita itu saat selesai menatap layar komputer yang menyala.
Biancca hanya mengangguk sebagai jawaban. Ia langsung meninggalkan meja resepsionis, menuju ruangan dimana dokter yang ingin ia temui.
Sesampai di depan ruangan biancca langsung memasuki ruangan dokter setelah di izinkan masuk oleh suara dari dalam ruangan.
"Mrs. Queena" sapa dokter pria yang nampak lebih muda dari biancca.
Mungkin usiannya baru 23 tahun. Dilihat dari penampilannya dan wajahnya yang tampan dengan tatapan rambut yang rapih.
Biancca duduk di kursi kosong yang tersedia. "Saya mengalami muntah muntah dan kurang nafsu makan tiga hari belakangan ini" ucap biancca to the point dengan wajah datar.
Dokter yang bernama Alfa itu langsung tersenyum menanggapi ucapan pemilik rumah sakit tempat nya bekerja.
"Sebaiknya Mrs periksa di dokter kandungan" ucap dokter alfa.
"Bisa antar saya?" Tanya biancca ragu.
Lagi lagi dokter alfa tersenyum manis kemudian ia langsung mengangguk.
Biancca beranjak dari tempat duduknya kemudian berjalan mengikuti dokter alfa dari belakang.
Sesampai di ruangan kandungan dokter alfa langsung membukakan pintu untuk biancca.
KAMU SEDANG MEMBACA
Barrack [Saquel] [COMPLETED]
Novela Juvenil[Saquel Fake Nerd Girl] Pria dingin tak tersentuh, pria yang tak pernah jatuh cinta, pria yang hanya mencintai Mommy angkatnya, yaitu Biancca Queen Asfoger. Siapa yang tak mengenal mommy nya? Siapa pula yang tak kenal dirinya? Pria itu sangat sanga...
![Barrack [Saquel] [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/181283673-64-k795168.jpg)