┊⁀➷
[𝐜𝐨𝐦𝐩𝐥𝐞𝐭𝐞𝐝]
❝berawal dari sebuah hubungan
mutualisme, dan berakhir dengan
perasaan ingin memiliki.
christoper bang, rela melakukan
segalanya, bahkan hal licik
...
dua hari berlalu semenjak kejadian yang cukup menggemparkan di kantor pagi itu, dimana sang direktur datang sembari bergandengan tangan dengan sekertarisnya.
semua orang dibuat penasaran, apa hubungan tuan christoper dan seungmin? gosip mulai menyebar, keduanya selalu menjadi bahan obrolan seru para karyawan secara diam-diam.
"yang aku tahu tuan bang itu sedang melajang, apa mereka berpacaran?"
"tuan christoper dan kim seungmin itu? berpacaran? kau bercanda ya?"
"entahlah, aku tidak yakin."
"hei hei, tapi apa kalian tidak curiga kenapa tiba-tiba si staff accounting biasa itu bisa menggantikan posisi nona sooyoung? mungkin saja dia menggoda tuan bang untuk mendapatkan jabatan itu."
"wah benar juga, ck padahal kim seungmin itu tidak ada apa-apanya."
ketiga laki-laki itu terkikik, selesai dengan urusannya, mereka langsung meninggalkan toilet, tidak menyadari jika seungmin sedari tadi mendengarkan obrolannya dari salah satu bilik yang tertutup.
menghela nafas, seungmin lantas keluar dari tempatnya menuju wastafel, mencuci wajah dan menatap pantulan dirinya di cermin. mereka benar, dia tidak ada apa-apanya dan alasan kenapa dia bersama chris hanyalah karna hubungan kontrak itu.
pintu toilet kemudian terbuka, yunseo dan seokhwa masuk secara bersamaan, begitu terkejut melihat seungmin yang ternyata berada disana. ketiganya saling menatap dalam diam, sudah dua hari ini juga mereka tidak bertegur sapa.
"yunseo, seokhwa—"
"kita cari kamar mandi di lantai lain saja." potong seokhwa sebelum seungmin menyelesaikan kalimatnya, dia segera menarik yunseo pergi dari sana, meninggalkan seungmin yang hanya bisa menunduk sembari menggigit bibir bawahnya.
bagus, kedua sahabatnya itu mungkin termakan gosip yang tidak benar.
selesai menenangkan diri, seungmin kembali keruangannya dan menemukan chris yang ternyata sudah menunggunya disana.
"seungmin." yang dipanggil mendongak, menunggu direktur itu meneruskan ucapannya. "besok malam kita akan pergi menghadiri pesta yang diadakan oleh vine corporation."
si manis itu lantas memeriksa undangan di atas meja yang ternyata hanya bisa dihadiri oleh dua orang.
"kau akan pergi bersama tuan minho?"
"apa kau tidak mendengar ucapanku sebelumnya?" chris mengerutkan alisnya. "kita yang akan pergi kesana."
"aku tidak mau pergi, bukankah lebih baik mengajak tuan minho saja?"
"kau menolak?"
seungmin yang tidak mau menatap chris itu segera menyibukkan diri, memeriksa beberapa berkas sebelum nantinya dia serahkan pada direkturnya tersebut.
"itu pesta vip, bukan tempatku."
chris yang tadinya melunak lantas menatap seungmin kesal, kenapa lelaki manis ini terus saja mengacuhkannya sedari tadi? sungguh, itu cukup menyulut emosinya.
"aku tidak peduli itu tempatmu atau bukan, yang jelas kau akan pergi bersamaku." finalnya. kemudian lelaki itu berjalan menuju ruangannya sendiri meninggalkan seungmin yang menghela nafas dalam-dalam.
kenapa chris begitu egois? tidak bisakah lelaki itu berhenti memaksa dan memahami perasaannya seperti malam itu?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.