RENDANG BUATAN BULAN

8 1 0
                                        

Ketika baru sampai rumah, Bulan segera menuju kamarnya untuk mengganti baju. Lalu, ia menuju Dapur, dan mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat rendang.
"Non Bulan, mau Bibi bantu gak? Tanya Bi Onah ramah.
"Nggak usah Bi, biar aku aja. Tolak Bulan ramah.
"Ya udah, kalau Non Bulan butuh bantuan panggil Bibi aja ya, Bibi mau ngepel dulu, setelah itu Bibi mau belanja. Kata Bi Onah, sambil pergi meninggalkan Dapur.
"Ya Bi.

***
Beberapa jam kemudian.
"Akhirnya... Rendang buatan aku jadi juga, kira-kira rasanya gimana ya? Gumam Bulan.
Dari teras terdengar seseorang mengetuk pintu, sambil berucap. "Assalamualaikum....
"Waalaikumsalam.... Sebentar. Ucap Bulan, sambil berjalan menuju pintu depan, untuk membuka pintu.
"Hai Bulan. Sapa Bintang, saat pintu terbuka.
"Hai.
"Sorry, aku terlambat. Tadi biasa, ngantar kue dulu. Ucap Bintang merasa bersalah.
"Gapapa kok, oh iya. Aku baru selesai masak rendang, kamu cobain yuk enak apa nggak. Ajak Bulan, sambil menarik tangan Bintang.

***
"Nih cobain deh, baru matang pelan-pelan ya. Masih panas soalnya, baru aja matang. Jelas Bulan, saat sampai di Dapur.
Tanpa berkata, Bintang langsung mengambil sepotong rendang yang ada di piring. Namun, ia menganga karena kepedasan.
"Ehhhh sorry, sorry. Ucap Bulan, merasa bersalah.
"Sorry, kamu gapapa kan? Tanya Bulan, sambil memberikan segelas air hangat.
Lalu, setelah meminum air hangat yang diberikan Bulan, Bintang langsung tersenyum.
"Sorry, gua baru belajar. Ucap Bulan masih dengan rasa bersalah.
"It's okay, gapapa kok santai aja. Ucap Bintang ramah.
"Tapi itu rendang nya?
"Gapapa kok santai aja, rendang ini persis sama rendang buatan Almh Ibuku. Jelas Bintang sambil menatap Bulan.
"Sorry. Ucap Bulan tertunduk.
"Bulan, gapapa kali santai aja. Toh, kamu gak salah. Aku malah, mau berterima kasih. Karena, kangen aku sama Ibu udah terobati. Ucap Bintang sambil mengangkat pelan wajah Bulan.
"Bener? Tanya Bulan ragu.
"Iyaa.. Kamu tau gak? Selama ini, aku selalu makan rendang. Rendang buatan Restoran mewah, buatan Bu Elis, buatan Restoran padang, Restoran pinggir jalan, dan rendang dari manapun itu. Tapi, rasanya nggak ada satupun yang sama kayak buatan Ibu. Jelas Bintang panjang lebar.
Bulan hanya diam menatap nya.
"Persis, buatan Ibu aku. Ucap Bintang sambil menyentuh lembut pundak Bulan.
"Jadi? Tanya Bulan.
"Ya, aku mau berterima kasih, karena kamu udah berhasil ngobatin kangen aku sama Ibu. Ucap Bintang masih dengan nada bahagia.
"Ya Uu-u-dah kalau gitu. Kamu bawa aja ini, sebagian, untuk kamu dan Anak-anak Panti Asuhan Langit Biru. Biar kangen kamu sama Ibu terobati, dan biar adik-adik kamu, bisa merasakan makan enak. Ucap Bulan panjang lebar.
"Bener gapapa? Tanya Bintang setengah tak percaya.
"I-ya gapapa.
"Thanks my Bulan.
"It's okay.

***
Malam hari di Panti Asuhan Langit Biru.
"Ka, beli dimana si? Enak banget rendang nya. Baru pertama kali, Hana makan rendang seenak ini. Ucap Hana, sambil memasukkan potongan rendang ke mulutnya.
"Iya Ka, beli dimana si? Timpal Yuna, seorang anak perempuan berambut keriting yang masih berusia tiga tahun.
"Ini Kakak gak beli. Jawab Bintang sambil meneguk sedikit air mineral.
"Terus dapat dari mana Ka? Tanya Badai.
"Bulan. Jawab Bintang singkat.
"Ka Bulan? Yang anak baru di Kelas Kakak? Tanya Badai.
"Iya.
"Cieeeee makin seneng aja nih kayaknya Kakak gua, udah mah suka sama dia, eh dapet rendang. Goda Badai.
"Emang cantik gak si Ka? Tanya Hana penasaran.
"Cantiklah, kalau gak cantik mana mungkin Ka Bintang suka. Jawab Badai, sambil menghabiskan sisa makanan nya.
"Ihhhh kalian apaan si? Udah ah, kita fokus makan aja dulu. Ucap Bintang kesal, namun dengan wajah merona.
"Udah Ka, kalau suka buruan ungkapi aja. Ntar, keburu diambil sama orang loh. Goda Rio.
"Udah ah, mending kalian makan nya cepat. Abis itu sikat gigi, belajar, dan tidur! Tegas Bintang.
Yang lain hanya, menuruti. Itulah Bintang, tegas, pintar. Namun, penyayang, dan lemah lembut. Sebagai, anak tertua yang ada di Panti tersebut, tugas nya adalah menjaga, dan melindungi adik-adiknya.

***
Disisi lain, keluarga Bulan sedang melakukan hal yang sama yakni makan malam.
"Oh iya ini, rendang yang kamu bikin? Tanya Mama sambil memasukkan sepotong rendang ke mulutnya.
"Iya. Jawab Bulan singkat.
"Enak banget, ternyata anak Papa pintar masak. Kata sang Papa, sambil mengambil beberapa potong rendang lagi.
"Papa sama Mama, bisa aja. Bulan jadi malu. Ucap Bulan tertunduk.
"Nggak kok, emang enak ya Ma? Tanya Papa sambil memandang Mama.
"Iya Pa. Jawab Mama.
Bulan hanya menanggapi ya dengan seutas senyum. "Ya udah Pa, Ma. Aku ke kamar dulu ya. Pamit Bulan, sambil mencium pipi Mama, dan Papa.
"Iya sayang. Jawab Mama singkat.
"Night Pa, Ma.
"Night sayang. Balas Papa, dan. Mama.
Bulan pun, langsung menuju kamarnya yang berada dilantai dua, ia segera membersihkan badan, dan mengikat gigi. Lalu, ia pun tertidur pulas, setelah sebumnya mematikan lampu kamar, dan mengganti dengan lampu tidur berbentuk Hellokitty.

BERSAMBUNG

BULAN & BINTANGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang