KEMOTERAPHY PERTAMA BADAI

8 1 0
                                        

Bintang baru saja membuka mata, ia melihat jam yang ada di ponsel nya. Ternyata sekarang jam 6 pagi, ketika ia melihat kalender sekarang adalah hari pertama sang adik untuk melakukan kemoteraphy. Ia, sudah berjanji untuk menemani sang adik. Maka dari itu, ia memutuskan mengabari Bulan, kalau hari ini dia izin.
"Hallo Bulan.
"Hai Bintang.
"Hari ini Badai, harus kemoterapi. Hari ini, hari pertama, jadi aku nggak bisa masuk Sekolah. Tolong bilang sama Wali kelas ya.
"Oke sip, ntar aku bilang.
"Thanks ya.
"Iya sama-sama, semoga Badai cepet sembuh ya.
"Aamiin...

***
@School
"Pagi Bulan. Sapa Alan.
"Pagi Lan. Balas Bulan.
"Bintang kemana? Tanya Alex.
"Lagi nemenin Badai kemoteraphy. Hari pertama soalnya. Jawab Bulan.
"Duh kasian, ntar pulang Sekolah jenguk yuk. Ajak Alan, pada Alex.
"Iya Ka, ayo. Tapi, jangan lupa izin sama, Mami and Papi. Ucap Alex mengingatkan.
"Iyalah kalo itu mah.
"Ya udah, Gua sama Alex mau ke Kelas Akbar dulu ya, mau ngajak sekalian. Pamit Alan.
"Hati-hati.
"Iya, ayo Ka. Ajak Alex, sambil menarik tangan saudara kembar nya.

***
KRIIIIIIING
"Ayeay akhirnya pulang. Ucap Acha senang.
"Iya, akhirnya pulang. Timpal Bulan.
"Gini deh kalau jamkos, jam terakhir nggak terasa. Tau-tau, udah pulang aja. Ucap Acha, sambil membereskan alat tulis nya.
"Iya Cha, bener banget. Kata salah seorang murid.
"Cha, gua duluan ya. Pamit Bulan.
"Iya hati-hati ya. Ucap Acha, sambil menggendong ransel nya.

***
Seperti biasa, Bulan memesan Taxi Online. Ia, memutuskan pulang terlebih dahulu. Sebelum, berangkat ke Rumah Sakit. Saat, ia menunggu Taxi. Anna, datang menyapa nya. "Hai Bul, lagi nunggu siapa?
"Taxi.
"Oh iya, adiknya Bintang kan lagi dirawat. Kamu udah jenguk belum? Tanya, Anna.
"Udah, tapi ntar pulang Sekolah mau jenguk lagi.
"Aku juga mau jenguk sama Akbar. Kalau aku jenguk naik motor, sama Akbar. Kalau, kamu naik apa?
"Kayaknya sama Mama aku, Mama bilang mau jenguk Badai juga soalnya. And btw, kamu nggak pulang? Tanya Bulan, pada Anna yang masih stay.
"Ntar aja, macet and parkiran masih ramai. Aku keluar nya susah. Jawab Anna.
"Iya, ini juga barusan driver nya chat. Katanya agak terlambat, soalnya macet.
"Iya si wajar, kalau pulang Sekolah macet. Jelas Anna. "Makanya, aku sambil nunggu, suka ke Kantin dulu. Tapi, hari ini makanan di Kantin udah habis, tadi kan sempet ada tamu, jadi makanan di borong semua deh. Lanjut Anna.
  Saat mereka sedang menunggu, Bulan, dan Anna melihat seorang Nenek sedang menjual es.  "Na, ada Nenek-nenek, jualan es beli yuk kasian.
"Boleh deh kebetulan haus. Ucap Anna, sambil memegang kerongkongan nya.
"Nenek. Panggil Bulan, sambil melambaikan tangan.
"Iya Cuk? Mau beli es rasa apa? Tanya Nenek itu ramah.
"Ini es apa Nek? Tanya Anna.
"Es lilin Cuk. Jawab Si Nenek.
"Aku mau dua ya Nek, rasa melon, sama cokelat. Ucap Anna, sambil mengambil dua es lilin.
"Kalau aku juga dua ya Nek, rasa stroberi semuanya. Ucap Bulan, sambil mengambil es lilin dari tempat es.
"Berapa Nek? Tanya Bulan sopan.
"Semuanya jadi empat ribu. Jawab Nenek tersebut ramah.
"Ini Nek. Ucap Anna, dan Bulan sambil memberikan uang empat ribu.
"Terimakasih Nak. Kata si Nenek ramah.
"Sama-sama Nek.
  Sebelum pergi, beberapa murid SMA lainnya, ikut membeli es lilin tersebut.
"Btw Na, kamu untuk siapa aja? Tanya Bulan.
"Untuk adikku, kalau kamu? Tanya Anna.
"Ya, untuk aku si. Tapi, kalau Mama atau Papa aku mau. Ya, nggak masalah. Jawab Bulan, sambil terus menyedot es yang baru di beli nya.
Tak lama kemudian, sebuah mobil, berhenti di depan mereka, mobil tersebut membuka kaca, dan berkata. "Bulan? Ucap nya.
"Saya. Kata Bulan.
"Bulan Purnama? Tanya sopir Taxi ramah.
"Iya Mas, saya Bulan Purnama.
"Sesuai aplikasi ya Mba? Tanya si sopir yang berwajah tampan itu.
"Iya Mas.
"Oke deh. Ucapnya ramah.

***
"Assalamualaikum.... Mama, Bulan pulang. Ucap Bulan, sambil memasuki rumah.
"Waalaikumsalam.... Non Bulan? Tadi Mama, lagi ke Butik, ngambil pesenan baju nya. Ucap Bi Inah, yang baru keluar dari Dapur.
"Oh gitu ya Bi? Ya udah, aku ke atas dulu ya. Pamit Bulan.

***
Bulan, memasuki kamar nya yang bernuansa Pink. Lalu, ia menyalakan AC, dan menaruh tas. "Yang mana ya? Ucapnya saat membuka lemari. Nah, yang ini bagus nih. Ucapnya mengambil satu stel pakaian. Lalu, ia mengganti baju, dan menggantung seragam nya.
Setelah beres, ia keluar dari kamar, dan langsung menjumpai sang Mama. "Mama? Mama, jadi ikut Bulan ke Rumah Sakit? Tanya Bulan.
"Jadi donk, ini Mama udah siap. Ayo berangkat. Ajak Mama.
"Ya udah, Bulan ambil tas dulu ya.
"Iya sayang.

***
Sebelum ke Rumah Sakit, Mama terlebih dahulu mengajak Bulan makan siang disenuah Kedai soto betawi. Mama, memarkirkan mobil, tepat di depan Kedai soto, karena parkiran nya cukup luas. "Soto betawi nya dua ya Mba, satu tidak pedas, satu sedang. Ucap Mama, pada seorang pelayan.
"Baik Bu, pakai nasi atau tidak? Tanya nya ramah.
"Kamu pakai nasi nggak? Tanya Mama.
"Nggak deh Ma.
"Ya udah Mba, kalau gitu satu aja ya.
"Baik Bu, minum ya apa?
"Saya jus avokad aja.
"Kalau saya teh botol s*s*o.
"Baik, jadi Ibu nya jus avpkad, and Mbak nya teh botol s*s*o.
"Iya Mba.
Lalu pelayan pun, segera melayani pesanan Bulan, dan Mama.

***
Disisi lain.
"Gimana keadaan kamu? Tanya Akbar, pada Badai.
"Alhamdulillah.... Ka, udah mendingan. Jawab Badai.
"Ya semoga bisa cepet sembuh ya. Timpal Alex.
"Makasih Ka Alex.
"Biar nanti, bisa main basket lagi deh. Tambah Alan.
"Makasih Ka Alan.
"Oh iya Bulan kemana? Tanya Bintang, yang tidak melihat kehadiran Bulan.
"Dia makan dulu sama Mama nya, tadi dia udah kabari aku. Jawab Anna.
Tak lama kemudian, Bulan datang bersama sang Mama. "Assalamualaikum.... Ucap Mama, sambil memasuki ruang rawat.
"Waalaikumsalam.... Tante. Jawab semuanya ramah.
Mereka pun satu persatu menyalami Mama, dengan sopan.
"Hallo Badai, gimana kabar kamu? Tanya Mama ramah.
"Alhamdulillah... Tante, udah lebih baik.
"Alhamdulillah....
"Oh iya kalian teman-teman Bulan ya? Coba kenalin diri satu-satu pintar Mama ramah.
"Saya Alanander, Tante. Panggil aja saya Alan.
"Saya, Alexander, Tante. Panggil aja saya Alex.
"Wah Alan, and Alex, kalian mirip ya.
"Iya Tante, kami kembar. Ucap Alan dan Alex bersamaan.
"Ohhhhh kembar?
"Iya Tante. Jawab Alan.
"Kalu saya Akbar, Tante.
"And kalau saya Anna.
"Kenalin, nama Tante, Olivia. Kalian, bisa panggil saya, Tante Oliv.
  Saat mereka asyik mengobrol, Suster Devita datang bersama dokter Maldini. "Siang Badai, Bintang. Sapa dokter Maldini, sambil memberikan senyum manis nya.
"Siang dok. Balas Badai, dan Bintanv.
"Saya, mau bicara sama Kakak kamu sebentar. Bintang, mari ikut ke Ruang saya. Ajak dokter Maldini.
"Baik dok.
"And kamu, Devita, tadi dokter Adeeva bilang ke saya. Katanya, kamu disuruh ke ruangan nya, soalnya dr. Adeeva, ada perlu.
"Baik dok. Ucap Suster Devita ramah.

***
@Ruang dokter
"Bagaimana perkembangan nya dok? Tanya, Bintang sambil menatap dokter Maldini.
"Perkembangan nya cukup baik, ini kan kemoteraphy pertama. Jadi, ya, perkembangan nya belum terlalu kelihatan. Jelas dokter Maldini.
"Tapi adik saya bisa sembuhkan? Tanya Bintang.
"Insya Allah...
"Tolong dok, dia satu-satunya keluarga yang saya miliki. Saya, nggak mau kehilangan Badai seperti, saya kehilangan Ayah, dan Ibu saya.
"Insya Allah... Adik kamu sembuh, saya hanya seorang dokter, saya bukan Tuhan. Ucapnya lagi.
"Baiklah dok, terimakasih saya keluar ya.
"Sama-sama.

***
Bintang sudah kembali ke ruang rawat. Akbar, dan Anna sudah pamit. Sedangkan Alex, dan Alan menuju lantai 5, karena ingin menjenguk Tante mereka. Di kamar itu, hanya tinggal Bulan, dan Tante Oliv.
"Ka, Kakak kalo mau pulang, pulang aja. Besok kan Kakak Sekolah. Kata Badai, pada sang Kakak.
"Terus kamu sama siapa? Tanya Bintang.
"Biar sama saya aja Ka, kebetulan PKL saya besok, hari terakhir. Kata Suster Devita.
"Devita? Emang nggak usah, kamu kan harus Sekolah.
"Nggak apa-apa Ka, saya libur. Jadi, sambil nunggu Badai, saya bisa sambil bikin laporan.
"Bener nggak apa-apa? Tanya Bintang.
"Iya Ka.
"Oh iya, sorry. Siapa tadi nama kamu? Tanya Bulan sopan.
"Aku Devita, Ka.
"Iya Devita, kamu Kelas 11 ya? Tanya Bulan.
"Iya Ka, harusnya Kelas 10. Tapi, pas SMP aku, ikut akselerasi.
"Ohhh gitu, kenalin nama aku Bulan.
"Iya, Ka Bulan.
"Ya udah atuh, Bintang, Badai, and Devita. Tante, pamit dulu ya, Om udah pulang soalnya. Pamit Tante Oliv.
"Iya Tante, hati-hati ya. Kata Devita sopan.
"Bintang kamu, pulang naik apa? Tanya Tante Oliv.
"Naik angkot, Tante.
"Jangan, bareng sama kita aja yuk. Ajak Tante Oliv.
"Nggak usah Tante, ngerepotin soalnya. Tolak Bintang sopan.
"Ya udah, kamu Tante, pesan kan Taxi Online aja ya.
"Emang nggak ngerepotin Tante?
"Nggak kok, ya udah yuk kita ke bawah ajak Tante Oliv.
"Devita, kalau Bintang mau susu coklat, ada di kulkas ya. Ucap Bintang sambil menunjuk kulkas yang berada di sudut kamar.
"Iya Ka.
"Dek, kayaknya tinggal dikit besok, Kakak beliin lagi ya. Ucap sang Kakak.
"Iya Ka.
"Ya udah yuk. Ajak Bulan.
  Lalu, mereka pun segera menuju lantai dasar menggunakan lift.

BERSAMBUNG

BULAN & BINTANGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang