Jisoo dan Jennie sudah berada di salah satu resto terdekat yang ada disana. Jennie sudah memesankan makanan untuk keduanya. Sedangkan Jisoo masih menghubungi Perawat Ahn.
"Kau jangan dekat-dekat dengannya Jen." Ucap Jisoo mengingatkan Jennie.
"Iya sayang."
"Lagi kenapa Perawat Ahn bisa dekat dengan seorang idol sih. Aish."
"Yak! Kau juga dekat dengan seorang idol." Protes Jennie karena ucapan Jisoo.
"Ah aku lupa. Mianhae."
"Lalu sekarang Perawat Ahn tinggal dengan siapa?" Tanya Jennie.
"Bersama penjaga bayinya. Dia juga kan harus bekerja." Jawab Jisoo lalu melahap bubur vietnam miliknya.
Setelah mereka menghabiskan makanannya, Jisoo mengantar Jennie lebih dulu ke gedung agensi. Hari ini Jennie harus melakukan rekaman untuk album terbarunya.
"Jemput aku." Pinta Jennie.
"Iya. Jangan lupa minum obatmu."
Setelah itu Jennie mengecup pipi Jisoo sekilas dan keluar dari mobil kekasihnya.
📍Seoul National University Hospital
Jisoo melangkahkan kakinya di basement rumah sakit menuju lift. Entah kenapa setiap dia berdiri menunggu pintu lift terbuka selalu ada Jinyoung disampingnya. Itu tentu membuatnya risih.
"Bisakah kita bertemu saat istirahat nanti?" Tanyanya.
"Tidak."
Pintu lift terbuka tepat setelah Jisoo menolak ajakan Jinyoung. Ia kemudian masuk tanpa memperdulikan lelaki disampingnya. Begitupun dengan Jinyoung yang ikut masuk ke dalam lift. Kini hanya mereka berdua didalam benda kotak itu.
"Jisoo ya kenapa kau selalu menolak ajakanku?"
"Jinyoung-ssi itu hak ku untuk menolak ajakanmu. Mianhae." Jawab Jisoo tanpa sedikit pun menengok kearah Jinyoung.
Tepat saat Jinyoung akan membuka mulutnya, pintu lift lebih dulu terbuka. Jisoo tanpa bicara langsung pergi meninggalkan Jinyoung yang masih mematung. Sampai akhirnya pintu itu tertutup lagi.
"Perawat Ahn." Panggil Jisoo.
"Ah Dokter Kim aku su-"
"-Apakah mantan kekasihmu seorang idol?" Tanya Jisoo memotong kalimat Perawat Ahn.
Mendengar pertanyaan Jisoo ia langsung diam. Otaknya berhenti berpikir. Selama ini dia susah payah tidak memberitahu siapa Namjoon sebenarnya. Ia tahu bagaimana Jisoo membenci lelaki itu. Sekalipun Jisoo tidak tahu bagaimana wajah mantan kekasihnya itu.
"B-b-bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Perawat Ahn gugup.
"Nanti kita lanjutkan saat jam istirahat. Diluar sudah banyak pasien yang menunggu."
Jisoo lalu memakai jas putihnya dan duduk di kursi. Begitupun dengan Perawat Ahn yang sudah berjalan keluar ruangan. Seperti sebelumnya.
18.00 KST
Keduanya sudah berada di rooftop. Perawat Ahn akhirnya mau bercerita tentang hubungannya dengan Namjoon. Jisoo mendengarkannya dengan seksama tentu.
"Jadi dia meninggalkanmu karena harus debut sebagai idol?"
"Ne. Itu adalah mimpinya dari awal kita berpacaran. Aku tidak mau merusak apa yang dia impikan."
"Ahn Ji Na-Ssi bagaimana kau bisa berpikir seperti itu? Dia harus bertanggu jawab."
"Dia tahu Ji tentang kehamilanku. Dia juga bilang ada saatnya dia akan kembali."
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] COïNCIDENCE
FanfictionAku cinta kamu! pena ku yang menuliskan dan hatiku yang mengatakan.
![[END] COïNCIDENCE](https://img.wattpad.com/cover/179042594-64-k972551.jpg)