Make Out

6.1K 647 65
                                        

Jisoo melajukan mobil menuju apartementnya. Tidak ke apartement milik Jennie, karena takut jika nanti ada sasaeng atau media disana. Selama diperjalanan juga Jennie lebih memilih untuk tidur. Katanya lelah setelah beberapa hari promo.

Besok Jisoo mulai kembali bekerja seperti biasa dan Jennie akan melanjutkan promo untuk lagu terbarunya.

Daritadi juga Jennie terus memperingati Jisoo agar tidak terlalu dekat dengan Irene. Ia takut jika kekasihnya itu akan tergoda. Setelah melihat beberapa foto Irene di sosial media, Jennie sadar jika Irene bukanlah wanita biasa. Cantik, pintar, dan yang terpenting adalah wajah dingin kesukaan Jisoo.

Hampir tiga puluh menit, mereka akhirnya sampai di area parkir.

"Kau dulu atau aku yang keluar?" Tanya Jisoo dengan melepaskan seatbelt.

"Kita berdua bersama."

Jisoo mengangguk sembari membantu Jennie dengan seatbelt kekasihnya. Kemudian dirinya keluar lalu membukakan pintu disisi Jennie. Mereka berjalan berdampingan memasuki gedung apartement elit itu.

"Aku lelah Ji." Adu Jennie dengan suara yang sengaja dibuat seimut mungkin.

"Mau aku buat tambah lelah?" Tanya Jisoo.

"Yah! Sudah cukup kemarin malam kau menggempurku ya." Tolak Jennie.

Sedangkan Jisoo hanya tertawa karena omelan kekasihnya itu. Terdengar lucu.

"Apa puasnya hanya 10 ronde."

Mendengar ucapan Jisoo, ia lalu melemparkan guling ke wajah kekasihnya.

"Bercinta saja dengan bantal guling sana."

"Aish! Sini aku mau peluk kekasihku."
Jisoo lalu berhambur memeluk erat tubuh Jennie. Mengecup tiap bagian dari wajah mungil sang kekasih. Membuat Jennie mengeluarkan senyum gummynya.

"Kau sudah mendengar lagu baruku?" Tanya Jennie yang masih berada dipelukan Jisoo.

"Hmmm... su-su-sudah."

Jawaban gugup Jisoo membuat Jennie ragu. Ia segera menatap mata keasihnya. Mencari kejujuran dari sana.

"Lagunya seperti apa?"

"Seperti itu. Iya seperti itu. Suaramu bagus sekali pokoknya."

"Yaahhh... kau belum mendengarnya kan?" Kesal Jennie dengan melepaskan pelukan Jisoo.

"Sudah sayang, tapi aku lupa." Ucap Jisoo alasan.

"Aku bahkan tidak percaya."

Jennie lalu mulai membuka aplikasi melon-nya. Memasangkan headset ke telinga Jisoo. Membiarkan kekasihnya itu mendengarkan lagu terbarunya.

Ia juga kembali memeluk tubuh kekasihnya.

"Kenapa suaraku jauh lebih bagus ya?" Ucap Jisoo pelan yang ternyata masih bisa didengar oleh Jennie.

"Maksudmu suaraku jelek?"

Jisoo tidak menggubris pertanyaan Jennie. Ia masih menikmati lagu milik kekasihnya.

"YAH KIM JISOO!"

"Aish.. kenapa sih? Tadi aku disuruh mendengarkan lagumu." Kesal Jisoo saat headsetnya ditarik oleh Jennie.

"Kau tadi bilang apa?"

"Hah? aku? memangnya aku bilang apa?" Tanya Jisoo keheranan.

"Kenapa suaraku jauh lebih bagus ya?"
Jennie mengulang ucapan Jisoo.

Mendengarnya, Jisoo hanya mengeluarkan cengiran bodoh.

"Apa iya aku mengatakannya? Kau salah dengar kali."

[END] COïNCIDENCETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang