Movie Date

4.3K 574 23
                                        

Selesai memakan ramyeon keduanya lalu pamit kepada Umma Kim untuk berkencan. Jennie sedari tadi terus merengek ingin kencan bersama Jisoo di bioskop. Mengingat sudah lama dirinya tidak menonton film.

Hampir 30 menit akhirnya mereka sampai di CGV Cheongdam Cinecity. Jisoo langsung memesan dua tiket film Charlie's Angel dan Jennie memesan popcorn dengan rasa karamel beserta cola untuk dirinya bersama sang kekasih.

"Sudah?" Tanya Jisoo dengan menghampiri sang kekasih.

Jennie mengangguk lalu membiarkan Jisoo membawa popcorn dan cola nya sendiri.

Tempat duduk dengan barisan paling atas serta memojok dipilih Jisoo untuk dirinya dan Jennie duduk. Menyebabkan Jisoo mendapat tatapan menyelidik dari sang kekasih. Namun ia hanya mengeluarkan cengir kuda.

"Kita bisa melakukannya dikamar bodoh." Ucap Jennie.

"Melakukan apa? Aku tidak mengerti maksudmu." Balas Jisoo lalu mendudukan dirinya.

"Apalagi yang otak mesum mu pikirkan selain making love hah?"

"Nona Kim sepertinya anda haus belaian dari ku ya? Kita ke bioskop untuk menonton film sayang bukan making love. Jika ingin making love lebih baik kita ke apartement." Ledek Jisoo.

Jennie mengerucutkan bibirnya lalu mulai memakan popcorn nya satu per satu. Membuat Jisoo tersenyum melihat kekasihnya merasa malu.

"Ah tapi sepertinya making love ide yang bagus. Ayo!" Ucap Jisoo penuh semangat.

"Shirreo! Aku ingin melihat Kristen Stewart." Tolak Jennie yang kali ini membuat Jisoo mendengus.

Lampu dimatikan. Teater mulai gelap. Hanya pancaran cahaya dari layar yang ada. Terakhir, hanya separuh dari teater yang terisi.

Keduanya asik menikmati film yang sedang berlangsung. Bahkan Jennie kini tidak sungkan lagi untuk menyenderkan kepalanya dipundak Jisoo dengan tangan yang mengalungi lengan kekasihnya. Sesekali memasukkan popcorn kedalam mulut.

Jisoo juga masih asik dengan film yang ditontonnya dan membiarkan sang kekasih bermanja ria dengannya.

"Aaa....." Ucap Jennie dengan membukan mulutnya lebar.

"Popcorn? cola?"

"Cola." Ucapnya lalu membuka mulut dengan lebar lagi.

Jisoo tanpa menunggu segera memberikan apa yang Jennie mau.

2 hours later...

Movie date selesai. Mereka kini berada di Myeongdong Street untuk menikmati beberapa street food yang ada disana. Jennie daritadi hanya menutupi wajahnya dengan masker dan kupluk dari hoodie hangat milik Jisoo.

Beberapa makanan sudah dibeli dan dimakan.

"Pernah kesini?" Tanya Jennie.

Jisoo menggelengkan kepalanya.

"Anak chaebol memang beda." Ledek Jennie lalu menyuapi Jisoo dakochi.

"Apa kau butuh cermin Jen?" Balas Jisoo.

"Setidaknya aku sering kesini ya Jisoo-ssi!" Jawab Jennie penuh penekanan.

"Ish, baik-baik. Jennie tidak pernah kalah dan salah. Aku menyerah."

Jennie tersenyum puas lalu mengeratkan genggaman tangannya.

Keduanya masih terus jajan. Berkat Jisoo yang masih memiliki uang cash didompetnya. Biasanya mereka hanya akan membawa kartu debit ataupun kredit.

"Sayang temani aku." Jennie lalu menarik Jisoo masuk ke dalam salah satu toko.

Olive Young, toko dimana Jennie mengajak Jisoo masuk kedalamnya.

"Aku mendapat rekomendasi blush on yang bagus dari maeng unni sayang." Ucap Jennie masih mencari produk yang ia inginkan.

Jisoo mengangguk. Ia hanya mengikuti kemana langkah Jennie pergi. Memilih jenis make up sana-sini. Mencoba merk ini merk itu.

Hampir satu jam keduanya berada didalam. Sampai akhirnya Jennie selesai dan membayar apa yang ia beli dengan credit card Jisoo.

Keduanya lalu pergi menuju apartement Jisoo. Tentu Jisoo menyetir mobilnya dan Jennie masih terus menggenggam lengan sang kekasih. Rasanya sangat rindu setelah bertengkar cukup lama.

***

Pagi telah tiba dan Jisoo lebih dulu bangun dibanding Jennie. Bahkan kekasihnya itu masih erat memeluk dirinya. Lelah sepertinya setelah semalaman saling menyalurkan rindu.

Drrtt...drrtt...

Drrtt...drttt...

Getaran ponsel membuat Jisoo mencari sumber suara. Ponsel Jennie bergetar. Ia dengan segera meraih benda persegi tersebut lalu melihat apa yang membuatnya bergetar.

"Eoh, Jongin lagi? Aish!"

Ia kemudian melihat roomchat sang kekasih dengan lelaki itu. Jennie memang tidak pernah membalas satu pun pesannya. Tetapi Jongin terus mengirimnya pesan.

"Lelaki gatal."

Jari Jisoo menekan tanda block. Bibirnya menyunggingkan senyum bangga kepada dirinya sendiri.

"Jennie is mine." Ucap Jisoo lalu kembali memeluk tubuh Jennie.

"Sayang~nngghhh..." Jennie dengan suara serak khas orang yang baru terbangun dari tidurnya.

Ia melingkarkan lengannya di leher Jisoo dan semakin mempererat pelukannya.

"Poppo!" Pintanya dengan mulut mengerucut.

Jisoo tersenyum dan tanpa menunggu segera mengecup bibir Jennie yang masih bengkak.

"Aku hari ini harus ke kantor agensi." Ucap Jennie pelan.

"Mau aku antar?"

Jennie tersenyum dan tentu mengiyakan tawaran Jisoo.

"Tadi aku mem-block nomor Jongin, Jongin itu. Tidak apa?" Jennie mengangguk.

"Block saja, lagi aku tidak terlalu mengenalnya."

Ia masih terus memeluk tubuh Jisoo tanpa ada niat melepaskannya sedikit pun. Malah semakin erat.

"Ji Na bilang kau selalu bilang kepadanya jika kau merindukanku." Ucap Jennie menggoda Jisoo.

"Dia berbohong sepertinya." Balas Jisoo menutupi malunya.

"Aish! Dokter Kim berbohong itu tidak baik." Ledek Jennie lalu menekan hidung mancung Jisoo.

Ia kemudian menggelitik pinggang Jennie yang membuat Jennie tertawa dan menjauhi tubuhnya dari Jisoo.

"Yah! Stop it! Hahahaha...." Ia masih terus tertawa.

Sampai akhirnya Jisoo kembali membawanya dalam pelukan lalu mengecup pucuk kepala sang kekasih.

"Aku tidak bisa jauh dari kekasih cantik sepertimu, Jennie-ah!"

Jennie tersenyum lalu mulai melumat bibir Jisoo penuh kasih sayang.

"I love you so much Jisoo-ssi!"

[END] COïNCIDENCETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang