Kembali dari Bangkok dan mengambil pintu keluar yang terpisah. Itulah yang dilakukan pasangan Jennie dan Jisoo.
Jennie harus keluar di pintu utama untuk menemui para media dan fans yang sudah menunggunya sejak tadi. Sedangkan Jisoo melewati pintu VIP karena ia harus segera pergi ke Rumah Sakit.
Sebelum berpisah tidak lupa keduanya saling mengecup satu sama lain.
Setelah hampir satu jam Jisoo pun tiba di area Rumah Sakit. Mengucapkan terima kasih pada Sopir Oh lalu memasuki bangunan mewah tersebut.
Saat menunggu pintu lift terbuka tiba-tiba saja ada satu wanita yang ia kenal kini ikut bersamanya menunggu pintu besi itu terbuka.
Ya, Dokter Bae kini berdiri berdampingan bersama Jisoo.
"Dokter Bae annyeong!" Sapa Jisoo kepada wanita disampingnya.
"Annyeong Dokter Kim! Mendapat shift malam juga?"
Jisoo membalasnya dengan anggukan lalu memasuki lift berbarengan.
"Sudah makan? Aku membawa dakgalbi. Jika kau ingin kita bisa memakannya bersama." Tawar Irene kepada Jisoo.
"Wah! Apa boleh? Kebetulan aku juga belum makan malam."
Mendengar balasan Jisoo yang terlihat menggemaskan membuat Irene mengeluarkan senyumnya.
"Tentu boleh. Bagaimana kalau kita makan di rooftop nanti?"
Tanya Irene dengan berjalan ke arah pintu ruangannya yang berada disamping ruangan Jisoo.
"Goal! Kalau begitu aku masuk ne. See you!"
Setelah mengucapkan kalimat barusan Jisoo lalu memasuki ruangannya dan mendapati Ji Na yang tengah mempersiapkan jadwal Jisoo.
"Visit pasien, rontgen, dan beberapa pasien akan melakukan konsultasi."
Jisoo mengangguk paham dengan penjelasan Ji Na. Setelah itu ia mulai mengenakan jas putih dan mencuci tangannya. Tidak lupa juga memakaikan antiseptik di kedua telapak tangan.
Dari ruang satu ke ruang lainnya pun mulai ia kunjungi. Beberapa keluhan ataupun perkembangan pasien pun ia dengarkan. Bahkan tidak jarang beberapa pasien mengucapkan terima kasih kepadanya.
Bagi Jisoo ucapan terima kasih merupakan pencapaian terbaik yang ia terima selama menjadi dokter.
"Setelah ini ada empat pasien yang akan melakukan rontgen." Ji Na mengingatkan.
"Sudah disiapkan semua peralatannya?"
"Sudah."
"Kita ke lab sekarang." Suruh Jisoo.
Ji Na menurut lalu ikut berjalan disamping Jisoo. Namun pandangannya tiba-tiba saja teralihkan saat melihat sang kekasih tengah berjalan ke arah yang berlawanan dengannya.
Menyadari hal itu Jisoo tentu langsung meledek wanita disampingnya. Menyenggol sedikit pundak wanita yang sudah ia anggap sebagai adiknya.
"Ciee... Ji Na jatuh cinta."
"Ish! Apasih unni!"
"Nanti aku akan makan bersama Dokter Bae di rooftop."
"Dokter Bae cantik dan baik. Hati-hati kau bisa jatuh cinta dengannya." Ji Na mengingatkan.
"Mana mungkin. Aku sudah memiliki Jennie." Ucap Jisoo dengan membuka pintu lab.
"Hati tidak ada yang tahu Dokter Kim!"
21.00
Irene dan Jisoo kini berada di rooftop untuk makan malam yang sebenarnya sudah sangat telat. Kini keduanya tengah menikmati dakgalbi yang sudah Irene buat saat di apartement.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] COïNCIDENCE
FanfictionAku cinta kamu! pena ku yang menuliskan dan hatiku yang mengatakan.
![[END] COïNCIDENCE](https://img.wattpad.com/cover/179042594-64-k972551.jpg)