Jennie sudah melangkahkan kakinya di lobi rumah sakit dimana Jisoo bekerja. Menutupi wajahnya dengan masker serta topi ia masuk ke dalam ruangan dimana Jisoo berada. Didalam, Jisoo tengah mengecek beberapa data pasien.
Ketika pintu terbuka dan memperlihatkan sosok Jennie, Jisoo dengan segera menutup catatannya dan menghampiri Jennie.
"Sayang, ada apa?" Tanya Jisoo dengan merangkul pundak Jennie.
"Mianhae." Ucap Jennie pelan.
Jisoo tersenyum lalu membawa Jennie kedalam pelukannya.
"Bilang terima kasih kepadanya karena sudah menolongmu."
Jennie hanya mengangguk lalu mengeratkan pelukannya ditubuh Jisoo.
"Kaki mu bagaimana?"
"Lebam."
Jisoo segera melepaskan pelukannya. Ia kemudian berjongkok dan memeriksa pergelangan kaki Jennie. Menekannya pelan yang membuat Jennie meringis.
"Tinggal di beri krim sendi. Untung bukan pergelangan kaki kirimu."
Setelah Jisoo berdiri Jennie kembali memeluk tubuh kekasihnya. Melihat tingkah manja Jennie, Jisoo hanya terkekeh pelan dan mengecup pucuk kepala Jennie.
"Ji aku lapar."
"Kau belum makan?"
Jennie menggelengkan kepalanya.
"Jam istirahatku masih lima menit lagi. Kau mau makan di kantin rumah sakit?" Tanya Jisoo.
"Bukankah disana banyak orang?"
"Nanti kita makan di rooftop."
Jennie tersenyum lalu menunggu Jisoo menyelesaikan pekerjaannya. Hari ini tidak terlalu banyak pasien yang memeriksakan dirinya sehingga Jisoo memiliki banyak waktu untuk merekap beberapa data pasien yang sudah ia tangani. Akhirnya Jisoo selesai dengan rekapannya berbarengan dengan jam istirahat. Mereka berdua lalu berjalan ke arah kantin.
Setelah memesan nasi bulgogi, mereka pun sekarang sudah berada di rooftop. Menikmati makan malamnya dikelilingi citylight Seoul. Sesekali Jennie akan menyuapi Jisoo sesendok nasi karena Jisoo harus mengirim pesan kepada eommanya.
"Aku baru selesai bekerja jam tiga. Kau pulang dulu saja ya?"
"Tapi kau tidur di apartement ku kan?"
Jisoo hanya mengangguk lalu berdiri untuk membuang sampah bungkus makanan mereka. Setelah itu mereka kembali turun kebawah. Karena jam istirahat Jisoo telah usai, Jennie memutuskan untuk pulang ke apartement. Sebelum Jennie pulang Jisoo tidak lupa untuk mengecup kening kekasihnya.
Saat Jisoo memasuki ruangannya, sudah ada Perawat Ahn yang mengantarkan catatan nama pasien yang akan Jisoo periksa setelah ini. Jisoo duduk lalu melihat jumlah pasiennya malam ini. Begitupun dengan Perawat Ahn yang membantu Jisoo menyiapkan keperluan.
"Lima belas pasien? Dan tidak ada jadwal operasi? Sepertinya kita akan pulang lebih cepat." Ucap Jisoo lalu mengenakan jas putih miliknya.
Perawat Ahn menghampiri Jisoo lalu memberikan antiseptik pada telapak tangan Jisoo.
"Semoga."
"Gomawo Ahn Ji Na-Ssi." Balas Jisoo yang mendapat gebukan kecil di punggungnya.
"Omo.. Let's start!"
Perawat Ahn keluar ruangan lalu mulai memanggil satu-persatu nama pasien yang sudah terdaftar. Sebelum bertemu Jisoo juga pasien harus diperiksa tensi darah serta berat badannya. Kemudian pasien tersebut baru diperbolehkan masuk ke ruangan Jisoo. Begitupun dengan pasien selanjutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] COïNCIDENCE
FanfictionAku cinta kamu! pena ku yang menuliskan dan hatiku yang mengatakan.
![[END] COïNCIDENCE](https://img.wattpad.com/cover/179042594-64-k972551.jpg)