Jennie mulai membawa Jisoo kedalam dekapannya. Ia kecupi seluruh bagian wajah kekasihnya itu. Membelai penuh sayang rambut terurai Jisoo. Berharap sang kekasih bisa lebih tenang.
"Kau bisa menceritakan semuanya kepadaku sayang." Ucap Jennie masih terus membelai rambut Jisoo.
Sedangkan Jisoo hanya menganggukkan kepalanya yang masih berada diantara dada Jennie.
"Appa kim adalah ayah tiriku. Ayah kandungku bernama Lim Jiwon."
"Lalu?"
"Kisah hidupku tidak jauh berbeda dengan kisah Anak Ji Na, yang berbeda hanya Eomma ku lebih beruntung karena bisa bertemu Appa Kim yang sangat mencintai dirinya dan memiliki orang tua kaya raya."
"Tetapi kenapa Ayahmu bisa tahu kalian tinggal disini dan malah menyakiti Eomma Kim?"
"Appa ku itu lelaki gila. Dia bisa melakukan apapun untuk mendapat apa yang dirinya inginkan."
"That's why you call him Monster?"
"Correct."
Jisoo mulai mendekati wajahnya dengan wajah Jennie. Membuat sang kekasih memejamkan matanya. Menunggu apa yang selanjutnya akan dirinya lakukan.
Ia melumat lembut bibir mungil rasa peach milik Jennie. Lengan Jennie pun kini melingkar disekitar lehernya. Memaksa Jisoo untuk lebih memperdalam lumatannya.
Jari-jemari Jisoo saat ini sudah mencoba membuka satu-persatu kancing kemeja Jennie berbarengan dengan ciumannya yang sudah berpindah disekitar leher jenjang kekasihnya.
Membuat Jennie mengeluarkan desahan seksinya.
"Mmmmhhhhhhh Jisoo-aahhhh..."
"Joha?"
Jennie mengangguk dengan matanya yang masih terpejam.
***
Sinar sang surya mulai menyelinap dibalik jendela kayu kamar yang dominan berwarna putih itu. Baik Jennie maupun Jisoo masih setia berada didalam dunia mimpinya masing-masing dengan keadaan tubuh memeluk satu sama lain. Mencoba menghangatkan tubuh mereka yang tidak tertutupi sehelai kainpun.
Drrtttt.....drrrtttt...
Drrttttt....drrrttttt....
Getaran ponsel membuat salah satu diantara mereka terusik. Tangan Jisoo mulai meraba nakas untuk mendapatkan ponsel yang bergetar tadi.
"Gotcha!"
Jisoo perlahan membuka matanya. Melihat apa yang ditampilkan oleh layar ponselnya. Hanya sebuah pesan.
Jisoo POV
Tunggu...tunggu...
Ternyata bukan hanya sekedar pesan. Irene. Dokter Irene mengirimku pesan. Tumben sekali.
Irene Bae
Hi, Jisoo-ya! Apa kau hari ini masuk kerja?"
"Ah aniyo. Aku mengambil cuti sehari. Memang kenapa?"
"Bisakah kita bertemu hari ini?"
Heol... daebak! Apa wanita ini sudah terkena pesonaku?
"Irene Bae?"
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] COïNCIDENCE
Fiksi PenggemarAku cinta kamu! pena ku yang menuliskan dan hatiku yang mengatakan.
![[END] COïNCIDENCE](https://img.wattpad.com/cover/179042594-64-k972551.jpg)