Setelah Jennie mengkonfirmasi berita kencan dan rencana pernikahannya dengan Jisoo media seakan gencar untuk memberitahu apapun soal sang kekasih. Bahkan profesi Jisoo yang sebelumnya menjadi dokter pun telah diketahui publik.
Lalu bagaimana karir Jennie?
Pro dan kontra tentu memenuhi kolom komentar tentang pemberitaan kencannya. Namun Jennie seakan tidak peduli. Tidak ada sedikit niatpun untuk menyudahi hubungannya dengan Jisoo.
Dirinya bahagia dengan manusia penyuka chikin itu.
Tidak peduli apakah karirnya akan berakhir
atau
Dirinya dibenci banyak orang.
penggemar Jennie hampir semua mendukung hubungannya dengan Jisoo. Bagi mereka kebahagiaan sang idola adalah nomor satu.
Berbeda dengan Jennie. Perusahaan dimana Jisoo menjadi CEO tidak terlalu terpengaruh. Bahkan saham masih stabil cenderung naik.
Apalagi setelah mereka mengumumkan Mino sebagai brand ambassador produk terbaru.
"Ji!" Sapa Jennie dengan memainkan bibir hati Jisoo.
"Wae?" Tanya Jisoo masih sibuk mengecek email masuk.
"Kalau nanti tiba-tiba kau ingin memiliki anak bagaimana?"
Jisoo diam dan mematikan ponselnya. Ia lalu membelai lembut rambut Jennie.
"Kita bisa mengubah sel embrio ku menjadi sperma sayang. Jika nanti kau ingin memiliki anak kita tinggal ke London dan melakukan prosedurnya."
Jennie tersenyum dan mulai memeluk Jisoo. Rasanya ia tidak sabar menunggu hari pernikahan.
"Lalu bagaimana agensimu?"
"CEO ku bilang mereka tidak akan memberhentikan kontrakku."
Jisoo kemudian mengangguk lalu mengeratkan pelukannya ditubuh Jennie. Mengecup berkali-kali pipi gembil sang kekasih yang membuat Jennie hanya bisa terkekeh karena perlakuan sang kekasih.
"Aku jadi tidak sabar Ji menunggu hari pernikahan kita."
Jisoo meregangkan sedikit pelukannya lalu berganti menatap Jennie penuh cinta.
"Jika kau saja tidak sabar, bagaimana aku sayang. Aku ingin cepat-cepat menjadikanmu sebagai teman hidup."
"Teman hidup?"
Jisoo mengangguk cepat lalu kembali memeluk Jennie.
"Kim Jisoo menginginkan Jennie Kim sebagai teman hidupnya. Berbagi keluh kesah bersama, Menikmati indahnya hidup bersama, bahkan jika bisa buang air besar pun bersama."
Bugh!
Satu pukulan kecil mendarat di lengan Jisoo. Membuatnya sedikit meringis lalu terkekeh.
"Wae?"
"Stupid! Bagaimana bisa kita berbagi closet bersama."
"Bisa sayang."
"Bagaimana caranya?"
"Waktu kita bercinta di toilet hotel saat aku menonton penampilanmu di Thailand? Kita menggunakannya bersama."
"Aish! Dasar mesum."
***
May 29th 2020 📍Saint-Eustache Church
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.