Without Ring

4.2K 577 12
                                        

Jisoo menjemput Jennie di area lobi gedung agensi. Mobilnya bahkan menjadi perhatian beberapa pegawai disana. Maklum, biasanya mereka hanya melihat mobil van disekitar kantornya.

Jennie bilang ia akan pulang lebih cepat. Sehingga Jisoo menyempatkan dirinya menjemput sang kekasih saat ini.

Sampai akhirnya setelah kurang lebih tujuh menit menunggu Jennie terlihat tengah berjalan keluar dari gedung besar itu.

Tunggu! Apa Jisoo tidak salah lihat? Kekasihnya jalan beriringan dengan...

"Kim Chungha?" Jisoo keheranan.

"Apa mereka sahabatan yah?"

"Sepertinya tidak mungkin." Ia meyakinkan dirinya.

Dilihatnya Jennie yang semakin dekat. Wanita itu tidak lama sudah ada didalam mobilnya. Mengecup pipi sebelah kiri Jisoo dengan senyum yang terus mengembang.

"Kita ke resto biasa dulu ya, aku lapar." Pinta Jennie yang dibalas belaian lembut dipipinya.

"Iya sayang."

Jisoo menancap gas dan meninggalkan area agensi sang kekasih.

Sepanjang perjalanan Jennie terus bercerita soal persiapan tur asianya. Sangat antusias dan Jisoo senang melihat Jennie yang ceria seperti saat ini.

"Tadi siapa yang bersamamu saat keluar gedung Jen?"

"Oh itu. Kim Chungha, dancer-ku. Kau mengenalnya?"

"Ah dia teman SMA ku dulu."

Jennie mengangguk. Berbarengan dengan Jisoo yang sudah memarkirkan mobilnya di area resto. Jisoo lebih dulu keluar lalu membukakan pintu untuk Jennie.

"Sayang... Kakiku sebelah kiri tadi terkilir." Adu Jennie dengan aegyonya.

"Nanti saat di rumah biar ku periksa ya. Sekarang isi perutmu dulu." Ucap Jisoo dengan memainkan pipi Jennie.

Jennie memesan beberapa menu untuk mereka berdua. Jisoo masih sibuk dengan ponselnya. Membalas pesan dari Ji Na yang memberi daftar pasien untuk hari ini.

"Berhenti memperhatikan ponselmu." Suruh Jennie dengan meraih ponsel Jisoo.

"Yah! Biarkan aku membalas pesan dari Ji Na dulu." Pinta Jisoo.

"Kau mau mengatakan apa? biar aku yang mengetik."

"Bilang, aku akan datang agak terlambat nanti."

Jennie dengan segera mengetik apa yang Jisoo katakan lalu mematikan ponsel kekasihnya.

"Aku bahkan jauh lebih menarik daripada benda kotak itu." Jennie lalu membuang mukanya dari Jisoo.

Menyadari kekasihnya mulai badmood, Jisoo dengan segera meraih tangan Jennie dan mengecup telapak tangan sang kekasih. Memainkan jari manis Jennie.

"Apa kau mau jika jari manismu ini aku berikan cincin?"

Jennie diam. Mencerna perkataan Jisoo. Ia jujur tidak paham.

"Aku ingin bertunangan denganmu Jennie-ah." Ucap Jisoo mampu membuat Jennie menatapnya.

"Kau serius?"

Jisoo mengangguk.

Jennie tersenyum lalu menganggukkan kepalanya tanda bahwa dirinya mau bertunangan dengan Jisoo.

"I love you Ji."

"I love you more Jen."

***

[END] COïNCIDENCETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang