Disinilah mereka. Menikmati makanan yang sudah dipesan bersama satu orang asing yang Jisoo tidak kenal.
Jongin.
Kini Jennie dan Jisoo duduk disatu meja yang sama dengannya. Sebelumnya mereka bertemu dan Jongin meminta untuk makan bersama mereka.
Jisoo tampak tidak terganggu sama sekali. Ia hanya memesan makanan lalu menunggu makanannya datang. Daritadi hanya Jennie yang menanggapi lelaki itu.
"Jennie-Ssi, bisa ketikan nomor ponselmu disini? Sepertinya saat itu nomor mu tidak sengaja terhapus." Pinta Jongin dengan memberikan Jennie ponselnya.
Seketika Jennie langsung menatap Jisoo. Seakan bertanya apa yang harus ia lakukan.
"Jennie-ah bukankah ponselmu rusak kemarin?" Tanya Jisoo.
"Ah ne, Jongin-Ssi mianhae. Ponselku rusak dan aku tidak hafal nomor ku." Jennie beralasan.
"Ah... arasseo! Tidak apa. Semoga saat kau pemotretan lagi ponselmu sudah ada."
Terlihat jelas wajah kecewa dari Jongin. Lelaki ini adalah fotografer yang saat itu melakukan pemotretan bersama Jennie di Jeju. Saat Jisoo dan Jennie bertengkar.
"Sudah pukul lima, aku harus ke Rumah Sakit sekarang." Ucap Jisoo setelah melihat jam tangannya.
"Aku ikut bersamamu." Pinta Jennie.
Jisoo mengangguk lalu berdiri dari tempat duduknya. Begitupun dengan Jennie yang langsung bangkit.
"Jongin-Ssi kalau begitu aku dan Jisoo pamit." Ucap Jennie.
"Makanan biar aku yang bayar." Lanjut Jisoo.
"Eih... aniyo. Aku akan membayarnya." Tolak Jongin.
Jisoo mengangguk.
"Kalau begitu terima kasih. Kajja Jennie-ah!"
Dengan segera Jennie melingkarkan tangannya ke lengan Jisoo dan pergi dari resto.
"Dia menyukaimu." Bisik Jisoo kepada Jennie.
Jennie hanya diam tidak menanggapi. Ia tahu jika kekasihnya itu sedang kesal karena pertemuan tak terduga mereka dengan Jongin.
"Jangan kasih nomor ponselmu untuknya." Suruh Jisoo dengan membukakan pintu mobil untuk Jennie.
"Jadi kekasihku cemburu?" Tanya Jennie dengan membelai lembut pipi Jisoo.
"Aniyo. Aku hanya tidak suka melihat tatapan lelaki itu saat menatapmu." Balas Jisoo dengan meraih telapak tangan Jennie lalu menciuminya.
Jennie hanya tersenyum dan mulai menyenderkan tubuhnya ke pundak Jisoo.
"Aku hanya menyukai tatapanmu. Tatapan lelaki itu bahkan tidak apa-apanya jika dibandingkan denganmu."
"Tentu! Jika tidak mana mungkin kau langsung jatuh cinta padaku saat itu." Ledek Jisoo yang mendapat gigitan ditelinganya.
Tidak terasa mereka pun sampai di area parkir apartement mereka. Belanjaan juga sudah dibawa oleh manajer Jennie.
"Kau langsung ke Rumah Sakit?" Tanya Jennie kepada Jisoo.
"Ne, aku baru selesai bekerja jam dua malam." Jawab Jisoo dengan memainkan hidung Jennie.
Setelah itu Jennie mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Jisoo. Menyatukan bibirnya dengan bibir hati milik Jisoo lalu melumatnya lembut. Lumatan itu belum berhenti sampai akhirnya mereka kehabisan oksigen.
"Bye! Jangan genit-genit dengan Dokter Bae." Jennie mengingatkan lalu keluar dari mobil Jisoo.
Sesudah melihat mobil Jisoo meninggalkan area basement Jennie pun langsung memasuki lift. Rasanya sangat lelah setelah berkeliling mall.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] COïNCIDENCE
FanfictionAku cinta kamu! pena ku yang menuliskan dan hatiku yang mengatakan.
![[END] COïNCIDENCE](https://img.wattpad.com/cover/179042594-64-k972551.jpg)