Congratulations

5.1K 610 73
                                        

Setelah pesta pernikahan Chaeng, Jisoo akhirnya menyempatkan diri untuk menikmati pemandangan danau yang ada di area luar tempat pesta. Masih dengan dress hitam yang memperlihatkan tubuh indahnya tanpa merasa kedinginan sedikitpun.

Tidak peduli dengan beberapa orang yang berjalan disekitarnya. Mereka yang akan pergi setelah menghadiri pesta pernikahan Chaeng dan Lisa ataupun beberapa orang yang memang hanya lewat saja.

"Dua bulan pergi dan saat bertemu tidak menyapaku." Ucap seorang wanita dengan menghampiri Jisoo.

Jisoo yang mendengar suara itu langsung membalikkan tubuhnya dan tersenyum saat melihat Jennie. Masih dengan dress suit yang sebelumnya ia kenakan.

"Apa kabar?" Tanya Jisoo saat Jennie kini berada disampingnya.

"Seperti yang kau lihat."

Tepat setelah itu keadaan seketika hening. Belum ada lagi yang memulai percakapan kini.

Sampai akhirnya Jennie menyenderkan kepalanya di pundak Jisoo. Dengan tangan yang ia lingkarkan dilengan sang mantan tunangan.

"Selamat ya Ji kau telah menemukan penggantiku."

Jisoo terdiam.

"Dia sangat cantik. Cocok denganmu."

Mendengar apa yang diucapkan Jennie, ia hanya bisa memejamkan matanya. Bingung apa yang harus dijawabnya.

"Bagaimana kelanjutan tur asia mu?"

"Sudah selesai. Seperti hubungan kita." Jawab Jennie dengan menatap wajah Jisoo yang juga tengah menatapnya.

"Jennie-ah..." Panggil Jisoo yang dibalas senyum gummy oleh Jennie.

"Aku hanya bercanda Ji." Jennie lalu membelai lembut pipi Jisoo.

"You know what, i really need you for the past two months."

Ucap Jisoo yang mampu membuat Jennie melepaskan pelukannya dilengan Jisoo.

"Dengan keadaan Appa yang belum sadar dan aku yang tiba-tiba harus mengundurkan diri dari rumah sakit lalu mengurus perusahaan appa."

"You have your girlfriend."

"She's not my girlfriend. Dia Heejin adik Lisa."

Tepat setelah itu Jennie meraih lengan Jisoo. Membuat Jisoo menatap wajahnya.

"I'm sorry."

"Aku yang salah. Aku yang tidak menuruti keinginanmu untuk menjauhi Irene saat itu."

Jennie tersenyum lalu meraih wajah Jisoo untuk mendekat kepadanya. Menempelkan hidungnya di hidung bangir milik Jisoo dan menggerakkannya ke kanan dan kiri.

"Aku merindukanmu."

Setelah mendengar ucapan Jennie Ia lalu memiringkan wajahnya dan mulai menyatukan bibir keduanya.

Melumatnya sedikit sampai akhirnya Jennie membalas perlakuannya. Mereka tersenyum disela kegiatannya. Sampai akhirnya kehabisan oksigen dan mengakhiri pergerakan bibir mereka.

"Aku juga."

Keduanya tersenyum dan Jisoo kembali membawa Jennie kedalam pelukannya.

****

📍Seoul

Irene yang baru saja merasakan patah hati sepertinya tidak ingin terlalu lama berlarut dalam kesedihan. Dokter Kim yang sejak lama ia cintai dalam diam, tidak mencintainya balik.

Mungkin saja jika Irene sudah memberanikan diri sejak awal untuk mendekati Jisoo semua tidak akan berakhir seperti ini. Mungkin Ia bisa memiliki Jisoo seutuhnya.

[END] COïNCIDENCETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang