"Aku pikir semua hal bisa diperkirakan, ternyata perasaan adalah pengecualian. Aku bahkan tidak sadar, sejak kapan aku mulai peduli, pada orang yang selama ini selalu kuhindari." – Mars
-
-
-
Dengan tenang Venus berjalan menuju lapangan. Jam pelajaran sebentar lagi dimulai tapi ia masih bisa sedikit bersantai karena pelajaran olahraga dimulai 10 menit lebih lama daripada pelajaran lainnya. Saat sampai di lapangan, kedua sahabatnya langsung menyambutnya dengan gembira. Namun anehnya, tidak seperti biasanya lapangan hari ini tampak sepi.
Althea lalu merangkul Venus sembari tertawa. Sedang Abelia berjalan di samping mereka. Melihat tingkah aneh kedua orang itu membuat Venus penasaran. "Kok lapangan sepi sih?" tanyanya kemudian.
"Udah gue duga, untung aja tadi Althea ngajak gue buat nungguin lo di sini, kalo enggak lo pasti gak akan ikut pelajaran hari ini," sahut Abelia menyombongkan diri.
"Emang kenapa sih?" tanya Venus lagi.
Tanpa basa-basi, Althea dan Abelia menyeret Venus menuju gedung olahraga indoor yang terletak tak begitu jauh dari gedung sekolahnya. Hingga sampailah mereka di kolam renang di sana. Hampir seluruh teman kelasnya berada di sana. Inilah alasan kenapa lapangan hari ini terlihat sepi.
Menepuk bahu Venus pelan, Althea pun berkata, "Minggu ini materi olahraganya renang, jadi kita gak di lapangan Ven."
"Tapi gue gak bisa renang Al, gimana dong?"
"Abel juga gak bisa renang. Udah lo tenang aja, banyak kok yang gak bisa renang, entar lo gue ajarin deh," ujar Althea menenangkan sahabatnya.
Lima menit kemudian, guru olahraga mereka pun datang dan langsung membuka pembelajaran. "Hari ini materi kita adalah renang. Jadi bagi yang belum ganti, kalian Bapak kasih waktu 5 menit untuk ganti baju di ruang ganti," perintah Pak Arif yang langsung dilaksanakan oleh murid-muridnya.
Selesai mengganti seragamnya dengan pakaian renang yang ia ambil di lokernya, Venus kini tengah membuka sepatunya namun ia kebingungan harus menaruh sepatunya di mana. "Bel, ini sepatu kita taruh di mana?" tanya Venus pada Abelia yang masih sibuk merapikan isi lokernya setelah tadi ia acak-acak saat mengambil pakaian renang.
"Biarin di sini aja Ven. Kan di sini juga enggak ada orang."
Membiarkan sepatu mereka di ruang ganti, mereka pun segera berlari menuju kolam karena kegiatan belajar mengajar akan segera dimulai. Venus dan siswi lain tampak terpana saat melihat siswa-siswa di kelas mereka berenang hanya dengan celana renang tanpa atasan alias shirtless. Yang paling menarik perhatian adalah Mars, Juno dan Jayvyn. Tak disangka-sangka, ketiga orang tersebut memiliki badan sixpack bak seorang idol. Dengan wajah bak model mereka tampak sempurna dengan penampilan shirtless-nya.
Kalea yang saat itu tengah melewati area gedung olahraga melihat kejadian itu pula. Saat melihat Venus dan siswi lainnya tampak begitu antusias melihat siswa yang tengah berenang, tiba-tiba sebuah ide terbesit di pikirannya. Tak satu pun kesempatan akan dia sia-siakan untuk membully Venus. Diam-diam ia masuk ke dalam ruang ganti perempuan di tempat tersebut. Mengeluarkan cermin yang selalu ia bawa kemana-mana, ia lalu memecahkan cermin tersebut. Memastikan tak ada orang yang melihatnya, ia pun memasukkan pecahan kaca itu ke ujung sepatu paling besar di sana yang ia tahu adalah milik Venus. Setelah merasa rencananya selesai, ia keluar dari ruangan tersebut tanpa rasa bersalah sedikitpun.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] - Inner Beauty
Teen FictionVenus adalah gadis yang polos, baik, dan ramah tapi ia gemuk. Venus selalu berusaha untuk diet. Beruntunglah ia punya dua sahabat yang selalu berada di sampingnya yaitu Althea dan Abelia. Mereka berdua selalu mendukung Venus. Abelia-gadis mungil ya...
![[END] - Inner Beauty](https://img.wattpad.com/cover/158821001-64-k977934.jpg)