Venus Helen

641 113 6
                                        

"Beauty isn't about having a pretty face. It's about having a pretty mind, pretty heart, and pretty soul!" 

*****

*****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Venus Helen. Siapa yang tidak kenal dengannya. Dan siapa pula yang akan mengira bahwa nama cantik itu dimiliki oleh gadis gendut yang selalu jadi bahan bulan-bulanan siswa/I SMA Bina Bangsa. Karena sejak SMP berat badannya meningkat drastis, tubuhnya yang gemuk selalu jadi alasan dibalik pembulian-pembulian yang ia alami. 

Venus yang identik dengan cinta dan kecantikan benar-benar bertolak belakang dengan penampilan si pemilik nama tersebut. Penampilannya yang urak-urakan dan bisa dibilang biasa saja selalu jadi latar belakang mengapa ia sering mengalami pembulian di sekolahnya. Meski ia adalah gadis yang baik, ia tidak memiliki banyak teman layaknya gadis-gadis seusianya di luar sana. Bahkan dalam setahun belakangan, ia hanya berteman dengan Abelia dan Althea. Kini ia sudah menginjak kelas XI tapi tidak satupun aspek dalam dirinya mengalami perubahan seperti yang ia perkirakan.

*****

"Heh, makanan gw gak abis nih, lo abisin gih.." ujar Vera—kakak sulung Venus. Vera sangat berbanding terbalik dengan Venus. Bahkan jika orang-orang melihat mereka, banyak yang mengira mereka bukanlah saudara. Vera si cantik dan sexy, si tenar di kampusnya karena kecantikannya. Sedangkan Venus—si gendut yang terkenal karena selalu jadi bahan olok-olokan teman sekolahnya.

"Tapi gw kan lagi diet kak," balas Venus malas.

"Diet, diet, badan gede begitu mana bisa pake diet, pake sunlight tuh biar lemak membandel lu hilang," Vera menyodorkan potongan cake yang tinggal setengah itu pada Venus. Ia memaksa Venus untuk memakannya. Sesaat kemudian ia langsung meninggalkan adiknya itu sendirian.

Dengan sangat terpaksa Venus pun memakan cake tersebut. Meskipun itu adalah cake kesukaannya, tetap saja ia harus diet, ia sudah cukup lelah menjadi bulan-bulanan teman-temannya. Beruntunglah, ia memiliki dua sahabat yang selalu bersamanya dan mendukungnya. Saat tengah melahap kuenya tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Venus yakin pasti orang yang mengetuk pintu tersebut adalah kedua sahabatnya.

Toktoktok

Dugaan Venus benar. Ia pun membuka pintu dan mempersilakan kedua sahabatnya itu masuk.

"Wah.....ada kue! Bagi dong," ujar Abelia langsung menyambar cake sisa tadi.

"Bukannya lo bilang mau diet? Ini kok malah makan kue sih?" tanya Althea sambil sesekali mengorek kupingnya yang entah gatal atau tidak. Mereka bertiga berjalan menuju ruang makan, dan duduk di sana.

"Emang lagi diet Al! Tapi tadi kak Vera makannya gak abis, jadi gw harus abisin, daripada mubazir kan," jawab Venus setelah berhasil mendaratkan pantatnya di salah satu kursi di sana.

"Harusnya lo telfon Abel aja, biar dia yang bantu lo abisin," ujar Althea sambil melirik Abel yang tengah menyantap cake sisa tadi dengan sangat lahap.

"Gw heran sama lo Bel, kok bisa-bisanya makan kayak porsi gajah, tapi badan kayak semut, coba aja gw kayak lo," kini giliran Venus yang melirik Abelia dengan tatapan iri.

"Huwe huga gak tau Ven, kok huwe bisa behini," Abelia yang tengah asyik makan itu justru ikut berbicara saat potongan kue besar tengah masuk ke mulutnya.

"Udah, mending kita berangkat yuk, udah mau telat nih, entar bus-nya keburu pergi," ajak Althea pada kedua temannya.

Begitulah kehidupan Venus sehari-hari, ia harus selalu menghabiskan makanan yang tidak bisa dihabiskan Vera. Niatnya untuk diet selalu gagal karena Vera. Orang tuanya yang sibuk tidak pernah memperhatikan perkembangan anak-anaknya. Bahkan, adik laki-laki Venus, yaitu Vino—sering keluar malam dan sering berbuat onar di sekolahnya. Tapi meskipun begitu, Vino satu-satunya orang di keluarga Venus yang paling peduli dengannya. Meskipun Vino lebih muda, seringkali ia melindungi Venus layaknya ia yang lebih tua. Tapi seisi sekolah sama sekali tidak tahu bahwa Vino adalah adik dari seorang Venus.

-

-

-

Venus, Althea dan Abelia pun berangkat ke sekolah seperti biasa. Mereka harus berjalan beberapa meter dari rumah Venus untuk sampai ke halte dan menunggu bus yang menuju sekolah mereka.

Beberapa menit menunggu dan bus pun datang. Segera mereka masuk ke dalam bus karena mereka bertiga mengincar kursi paling belakang. Tapi tidak seperti biasanya, bus hari ini benar-benar padat. Mereka harus berdesak-desakan untuk menuju kursi paling belakang yang ternyata hanya sisa dua tempat lagi, dan tentu saja itu tidak akan muat untuk mereka bertiga bahkan Venus seorang diri pun tidak akan muat di sana.

Venus pun membiarkan kedua temannya itu duduk sementara ia harus berdiri. Dengan berat hati, Abelia dan Althea yang tidak tega membiarkan Venus berdiri seorang diri pun duduk karena bus harus segera berangkat.

Saat tiba satu halte di depan, seorang perempuan cantik naik ke bus dengan langkah berlenggak lenggok. Karena tidak ada kursi yang tersisa, ia pun harus berdiri bersama Venus.

Namun, saat bus hendak melaju lagi, sebuah sepeda motor melaju kencang di hadapan bus, hal ini sontak membuat supir bus harus membanting setir karena terkejut. Bus yang sempat oleng dan kehilangan kendali itu membuat Venus dan perempuan cantik tadi terjatuh. Tapi semua pria di sana langsung membantu si perempuan cantik, sementara Venus yang juga jatuh sama sekali tidak mereka pedulikan, bahkan mereka hanya melihat Venus dengan tatapan kasian.

Althea dan Abelia yang melihat itu pun langsung membantu Venus bangun.

"Lo gapapa kan?" tanya Althea khawatir.

"Gak, gapapa kok Al," jawab Venus sambil sesekali memegang pinggangnya yang sakit karena terjatuh tadi. Althea dan Abelia pun membantu mengusap seragam Venus yang cukup kotor karena jatuh.

Setelah dirasa cukup aman, bus itupun melaju lagi menuju pemberhentian berikutnya di mana Venus dan kedua sahabatnya itu bersekolah.





















tbc.



A/n : Akhirnya kembali setelah sekian lama berhibernasi, gimana? Ada yang masih nunggu ceritanya ga sih?  :v

[END] - Inner BeautyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang