Hari ini Keiko bingung banget. Siraja kudet ngajak dia keliling-keliling kota. Tapi Keiko terlalu mager buat jalan-jalan. Eh, si jayanegara ndeso itu malah terus maksa. Bahkan tadi subuh-subuh, jayanegara mau repot-repot mengetuk pintu kamar dan membangunkan Keiko hanya untuk bilang : "Sing, jangan lupa hari ini jalan-jalan bersamaku! Bersiap-siaplah! Cepat!"
"Paansehhh tu raja? Rese bet, asli. Literally eve he want me to go with him, ya GAK USAHhH bangunin pagi-pagi juga, kali. Gak tahu apa gue tu lagi MAGERR?"
Keiko menggerutu, kakinya menendang-nendang dinding. "Gue tu kalo lagi MAGERR MALESS yang namanya jalan-jalan. Pengin di kasur aja, cuy. Apalagi jalannya ama sikudet. MAGERRR PARAHH!"
Para emban yang tadinya mau masuk buat bantuin Keiko siap-siap mengurungkan niatnya karena Keiko yang marah-marah. Mereka memilih untuk menunggu di depan pintu sambil ngerumpi.
"Kuwi, lho. Si ndoro ayu iku kok yo nisu-nisu ngopo toh? Padahal dia hendak diajak Gusti Prabu jalan-jalan. (Gadis cantik itu kok marah-marah?)
"Alah, kamu ini kayak ndak tahu Gusti Prabu aja, Rashmi," Emban yang lebih tua menyahut dengan tawa. "Mungkin ndoro ayu kesal menjadi gadis kesekiannya Gusti Prabu. Mungkin juga, ndoro ayu rindu dengan kekasihnya."
Rashmi manggut-manggut, namun sejenak kemudian ia menggeleng cepat. "Kau benar juga, nyi. Tetapi, jika diajak jalan-jalan dengan kereta kencana itu pasti menyenangkan,"
Pintu terbuka secara tiba-tiba, membuat para emban yang berdiri lama itu tersentak. "Eeeh, siapa lo pada? Ngapain lo di sini? Nyari apaan?" Tanya beruntun Keiko yang kebingungan melihat cewek-cewek tak dikenal berada di depan kamarnya. "Sorry to say aja nih ye, gue gak buka salon. So, you all better to go, ciwi-ciwi! Cari salon lain sono."
Para emban itu saling melempar pandang. Keheranan oleh bahasa Keiko yang sulit dimengerti. Suasana langsung jadi aneh.
"Hm," emban Rashmi membuka suara. "Ampun ndoro ayu."
"Cut!" Potong Keiko. "Gue bukan ndoro ayu. Lagian, sejak kapan nama gue berubah jadi ndoro-ndoro? Nama gue Keiko, girls. KEIKO. Understand?"
"Ee, ia, Ndoro Ayu Kiko," emban Rashmi tersenyum kikuk. Keiko maju dua langkah. "Bisa diulang tadi lo nyebut nama gue gimana?" Tanya Keiko memasang ekspresi siap tawuran. Emban Rashmi dan emban yang lebih tua hanya bisa melongo. Mereka kemudian berkata : "Ndoro Ayu Kiko."
Gantian Keiko yang cengo. Demi apa, namanya kok jadi kayak brand es kesukaan anak-anak?
"Trus, kalian ngapain di mari morning-morning? Mau ngapain?" Keiko bertanya lagi. Emban Rashmi memberi isyarat kepada rekannya untuk menjawab. Emban itu merapatkan kedua telapak tangannya sebagai bentuk penghormatan. "Ampun, Ndoro Ayu Kiko. Maafkan kami telah mengganggu ndoro sepagi ini. Kami diperintahkan oleh Tuanku Jayanegara untuk membantu Ndoro bersiap-siap." Tuturnya sangat tertata, lembut dan sopan.
Keiko tersanjung, baper dengan kesopanan si Emban. "Wih mantap. Gue feel like Princess Charlotte gitu dong. Eh, tapi Princess charlotte kan masih kecil. Yaudahlah yaa bodo amat. Eh tapi sumpah ya, sopan banget gilak tu si embak-embak. Gak kayak gue, njay. Tuh kan, baru juga dibilangin."
"Ndoro Ayu?" Emban Rashmi menepuk pelan bahu Keiko. Keiko tak merespon, masih sibuk dengan lamunannya.
"Rashmi," bisik emban satunya pelan. Sikapnya tampak berubah. Ia tiba-tiba berlutut dengan posisi menyembah. Berdiri di ujung anak tangga, Sri Jayanegara memandang Keiko tanpa memedulikan para emban. "Sing! Kau belum bersiap ya? Ganti bajumu sekarang!"
Keiko masih diam saja. Bahkan, ia benar-benar tidak berminat dengan ajakkan Jayanegara. Melihat mukanya saja, magernya bertambah 10 kali lipat. Malasnya itu dibuktikan dengan ia yang hendak kembali masuk kamar. Tak peduli dengan Jayanegara yang menatapnya jengkel di kejauhan sana. Kaum rebahan dipaksa-paksa, jadinya ya begini deh. Raja aja berani di lawan. Mantul!
"Sing Keiko cantik! Kau harus mematuhi perintahku! Ingat cantik, ingat. Aku ini seorang raja. Kau harus berjalan bersamaku! Akan kuperkenalkan kau dengan kotaraja." Rayu Jayanegara. Namun, rayuan itu terdengar lebih seperti paksaan.
"Ogah." Ujar Keiko acuh. "Lo aja pergi sendiri."
"Kau!" Jayanegara berseru geram. "Jangan menyulut amarahku pagi-pagi, Sing. Lagipula, kenapa kau tak mau jalan-jalan?"
"Gue tuh mager, Bambang. Lo tahu orang mager gak sih?" Tanya Keiko sebal.
"Kau menginginkan wader? Nanti kuperintahkan juru masak istana untuk memasakkannya untukmu. Tapi sebentar dulu, Sing. Kau harus tahu bahwa namaku tidak ada Bambangnya. Oh ia. Kau makan wadernya setelah kita keliling Tarik saja ya. Ayolah, Sing!" Jayanegara menurunkan nada suaranya agar Keiko luluh.
"Bukan wader, Bambaaaang! MAGER M A G E R.! NGERTI KAGAKK LO?" Tanya Keiko ngegas level 15. Kepalanya sampai udah ada asap-asapnya saking ngegasnya.
Jayanegara menggaruk kepalanya. "Mager?"
"Tul, mager, bukan wader. So sekarang gue lagi pengen mager."
"Maksud gadis cantik ini apa ya? Tadi kutawarkan wader, dia marah-marah. Sekarang, dia malah pengin mager. Teka-teki macam apa ini?" Jayanegara berujar dalam hati berusaha memecahkan maksud Keiko. Keningnya berkerut amat dalam. Selang beberapa waktu kemudian, Sang Raja masih belum menemukan jawabnya. Sampai Keiko bosan dan nggelosor di lantai tidak jadi masuk kamar karena mager buat jalan, Jayanegara belum juga dapat menemukan maksud gadis itu.
"Bhayangkara! Ah, itu dia."
Mendadak Jayanegara tahu apa yang akan dia lakukan. Segera saja, mulutnya berteriak nyaring. "Bhayangkaraaa!"
Para Bhayangkara yang merasa terpanggil langsung sigap mendatangi rajanya. Mereka serempak memberikan penghormatan.
"Ampun Tuanku." Mereka berkata bersamaan. Jayanegara memandang mereka satu persatu. "Siapa diantara kalian yang paling cerdas?" Para prajurit khusus itu kebingungan diberi pertanyaan macam itu. Gajah Enggon the rusuh sikut-sikutan sama kedua rusuh lainnya. Ya, siapa lagi kalau bukan Lembang Laut dan Gagak Bongol. Berdoa saja Prabu tidak memergoki mereka yang sedang merusuh. Bisa kena marah nanti. Tapi, lebih serem ketahuan sama Gajah Mada kalau kata mereka.
Bayangkan saja. Setelah kepergok nggosip beberapa hari yang lalu, Gajah Mada memang tidak marah, hanya diam sambil menatap tajam. Lalu Gajah Mada berkata : "kalian semua kuberi tugas masuk ke kandang harimau. Beri sepasang harimau itu makan. Penuhi kebutuhan mereka. Tapi ingat, jangan sampai harimau itu menerkam kalian. Cobalah berteman dengan keduanya. Mengerti?"
Mereka tak mengira sama sekali akan diberi tugas yang begitu besar resikonya. Masuk ke kandang harimau dan mencoba berteman itu jauh lebih sulit ketimbang disuruh membidiknya dari jarak amat jauh. Gajah Mada itu gila. Kenapa mereka diberi tugas seperti ini? Jangankan memasuki kandangnya, berani mendekat saja, harimau itu langsung menggeram keras dengan posisi siap mencabik-cabik.
"Bukankah harimau itu ada pawangnya, kakang?" Tanya Gagak Bongol. Saat itu, Gajah Mada menjawab datar : "istrinya melahirkan."
Dengan diawasi Brkel Gajah Mada, keempat Bhayangkara apes itu berusaha keras menjinakkan sepasang harimau peliharaan Jayanegara yang galaknya keterlaluan. Gagak Bongol sampai memejamkan matanya rapat saat harimau itu mendekati pembatas kerangkeng. Akhirnya mereka tidak jadi masuk kandang, lebih memilih kabur daripada dimangsa.
Menyoal Gagak Bongol, kadang Gajah Enggon dan Lembang Laut berpikir. Gagak Bongol itu sangat dekat dengan Gajah Mada, tapi kok rusuh sekali?
"Mengapa kalian diam saja, heh?" Tegur Jayanegara keras. "Kutanya sekali lagi, siapa diantara kalian yang paling cerdas?"
Dengan kompak, mereka mengarahkan pandangan ke seseorang yang baru tiba. Seseorang yang langsung membuat Keiko yang tadinya mager melonjak senang.
***
Halo halo lohaaa!
Siapa ya kira-kira yang bikin Keiko seneng?
Vee mau curhat nih. Vee lagi seneng banget, tapi gak tahu kenapa.
Ok, Vee gaje.
See you di part selanjutnya, readers emeshnya Vee❤
Love love love
Vee
KAMU SEDANG MEMBACA
[Dear Majapahit] Why Me?
Fiksi Sejarah#7 in timetravel, 11 April 2020. #6 in Majapahit, 5 Juni 2020. "Jujur, sampai sekarang, gue masih gak ngerti sama apa yang gue alami. Dan gue juga gak ngerti kenapa semesta berkonspirasi nyasarin gue kesini dan ketemu kalian?" Adiera keiko. Seorang...
![[Dear Majapahit] Why Me?](https://img.wattpad.com/cover/143685644-64-k127683.jpg)