Bab 1 : Chapter 4 - Namamu, Aria 'kan?

2.8K 204 4
                                        

Minggu awal masuk sekolah biasa dianggap minggu yang tidak akan ada belajarnya, dan hal itu benar adanya, karena pada dasarnya di minggu awal masuk sekolah akan dipenuhi dengan pemilihan perangkat kelas, pengaturan tempat duduk, pengaturan jadwal piket, ataupun kelompok belajar yang berbeda-beda di setiap mata pelajaran.

Aku sepertinya tidak punya harapan untuk mendapat tempat duduk yang nyaman dan jauh dari pengamatan guru, sehingga pada akhirnya karena tinggi badanku yang terlampau rendah inilah dengan sangat beruntung aku katakan karena berhasil mendapat tempat duduk di barisan kedua dari depan dan dekat dengan jendela yang menghadap ke halaman, di sebelah kananku ada Melisa dan di sebelah kanan Melisa ada Eva, seperti pengundian yang direncanakan, tapi semua itu adalah murni kebetulan.

Jam istirahat pertama, aku coba menyapa Hellen yang kebetulan dan membuatku sedikit canggung duduk di belakangku.

"Hellen, kemana saja kau tidak ikut orientasi kemarin, kami bersenang-senang loh."
Hellen tidak menghiraukanku dan malah mendecakkan lidahnya, lalu beranjak pergi berkumpul bersama teman-temannya. Melihat hal itu Melisa memegang tanganku dan berkata.
"Sudahlah, jangan dipikirkan."
"Apa aku barusan mengatakan sesuatu yang salah?" untuk sesaat aku sedikit merasa bersalah karena sepertinya terlalu sok akrab dengan Hellen.
"Sejak SMP dia terbiasa berkumpul dengan teman-temannya, jadi mungkin agak sulit berbicara padamu terlebih dia tidak melihat pose chibi-chibi-mu itu." ucap Melisa sedikit tertawa.
"Ayo, lebih baik kita ke kantin saja." ajak Eva kepada aku dan Melisa.
"Maaf, sepertinya kalian berdua saja, aku sudah bawa bekal sendiri."
"Yah, saying sekali, kalau begitu kami duluan ya."
Melisa dan Eva pun pergi meninggalkanku, tapi sebagai gantinya, beberapa gadis yang lain yang juga membawa bekal memanggilku untuk makan bersama.
"Wahh, kita jadi seperti persekutuan pemakan bekal ya." ucap Eveline, akhirnya aku bisa mengklarifikasi namanya.
Setelah menggabungkan beberapa meja, kami berlima memperlihatkan makanan kami masing-masing. Sepertinya aku mulai harus mengurangi telur dadar sebagai makananku sehari-hari.
"Chibi kenapa hanya makan nasi dan telur, sini biar ku tambahkan beberapa daging."
"Ini kerupuk untukmu."
"Tempe orek, bagus untuk kesehatan."
"Aku bawa teh manis untuk kita semua."
"Ada yang butuh saus tomat?"

Seketika makananku yang hanya nasi dan telur saja jadi agak penuh. Tanpa dapat membalas kebaikan mereka aku hanya dapat mengucapkan terima kasih.

"Terima kasih teman-teman."
"Ahh, kau ini, kalau ingin berterima kasih, tunjukkan pose yel-yelmu yang kemarin itu dong." Perkataan Eveline membuat yang lain tertawa.
"Haha, lebih baik aku tidak berterima kasih." ucapku datar masih dalam suasana bercanda.

Persekutuan pemakan bekal-entah, mengapa mereka memilih nama yang agak aneh itu- terus berlanjut sampai ke minggu-minggu selanjutnya dan terkadang Melisa dan Eva pun ikut bergabung atau bahkan anak laki-laki yang tidak diundang, bukan hanya untuk menyapaku tentunya, tapi merasakan kehangatan kebersamaan seperti memang sangat menyenangkan untuk siapa saja.

Tapi hari itu berbeda. Setelah 2 minggu secara rutin kami selalu kumpul bersama saat makan siang, tiba-tiba grup Hellen yang selama ini sering berkumpul sendiri tiba-tiba mendatangi kami, pemimpin mereka, Velia, aku hanya tahu sebatas nama panggilannya saja sejak masa orientasi sebelumnya. Velia tiba-tiba berkata kepada kami yang sedang berkumpul di meja yang sudah digabungkan.

"Hei, hei, boleh kami ikut makan bersama dengan kalian, aku juga ingin mengobrol dengan anak chibi populer yang satu ini." Velia mencubit pipiku tanpa segan-segan.
"Tentu saja." jawabku yang senang dengan kehadiran orang yang semakin banyak, mungkin dengan begini kami bisa akrab dengan mereka.

Tapi sepertinya perkataanku barusan adalah kesalahan, Eveline dan yang lainnya diam untuk sejenak lalu satu per satu mulai beralasan untuk pergi dari sana.

Idiot Aria [COMPLETE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang