Bab 12 - Karena Aku Ini... Idiot

2.1K 132 1
                                        

Dunia itu adalah tempat yang gila. Aku tidak tahu apakah manusia benar-benar bisa hidup di dunia yang segila ini. Mungkin bukan dunia yang gila, tapi manusia, atau mungkin aku.

Aku duduk di sudut kamarku, masih dengan seragam sekolahku setelah pulang dari rumah sakit tempat Jasmine dirawat. Aku kehabisan kata-kata melihat apa yang terjadi di hadapan mataku hari ini, mendengar tangisan kedua orang tua Jasmine benar-benar sangat menyakitkan bagiku. Kenapa Jasmine harus mengalami ini semua?

Pandanganku kosong. Sambil terus memeluk kakiku, perasaanku bercampur aduk, tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Perasaanku goyah, aku menangis baik itu di luar maupun di dalam hatiku. Tidak ada makanan yang bisa ku makan saat ini.

Waktu menunjukkan pukul dua belas malam, saat aku tersadar aku masih duduk di sudut ruangan kamarku. Aku melucuti pakaianku dan melepas penutup mataku, aku berpikir untuk mandi sebelum beristirahat dan kembali ke sekolah besok.

Sekolah… Hahaha… di bawah pancuran air showerku, aku menatap cermin yang ada di kamar mandi, melihat bayangan diriku dengan mata bengkak setelah seharian menangis.

“Apa yang salah….” Gumamku pada diriku sendiri. “Hahaha… Apa yang salah…?” aku tertawa lirih, dan terus tertawa dengan menjijikan—mengerikan. “SEBENARNYA… APA YANG SALAH?!” Aku menggertakkan gigiku dan memukul cermin yang ada dihadapanku hingga pecah berkeping-keping dan sedikit melukai tanganku, sambil mengusap air mataku yang keluar, aku melihat kembali luka di dahiku yang membuatku sadar tentang diriku sendiri.

Aku keluar dari kamar mandi dengan handuk di kepalaku. Dan setelah mengeringkan tubuhku dan mengenakan piyamaku, aku mencoba berbaring di kasur tapi tetap tidak bisa tidur. Aku memilih untuk duduk di sana sambil memeluk bantalku, sambil menatap kosong seisi ruanganku dan mempertanyakan diriku sendiri.

Apa yang salah?

Bukan apa, tapi siapa? Karena semua yang terjadi memanglah kesalahan.

Siapa yang salah?

Aku, ya itu aku, kenapa aku bertanya lagi? Bukankah itu sudah jelas.

Apa kesalahanku?

Melawan Velia dan kehilangan Hellen, berpikir untuk berteman dengan Jasmine dan sekarang aku kehilangan dia. Memangnya untuk apa luka di dahi itu?

Tapi… kenapa?

Karena aku adalah Aria yang egois, Aria yang idiot yang tidak bisa mengerti bahwa selama ini yang aku lakukan adalah kesalahan. Jadi aku harus menerima semua hal yang terjadi saat ini.

Tapi… apa memang seperti itu? Apa ini memang salahku?

Kenapa kau mempertanyakannya?

Aku tidak ta-….

Tidak tahu…? Tidak, kau bukannya tidak tahu, tapi kau adalah Idiot, Aria si Idiot, yang naif, menjijikan, menggelikan dan membuat dirimu sendiri ingin muntah.

A-apa maksudmu?

Mau sampai kapan kau membohongi dirimu sendiri? Mau sampai kapan kau akan menjadi si idiot yang menjijikan itu?

Katakanlah apa maksudmu!

Siapa yang salah?

A-Aku… aku sudah mengatakannya sebelumnya. Ini semua adalah kesalahanku.

Siapa yang salah?

Kenapa kau bertanya lagi?

Siapa yang salah?

Idiot Aria [COMPLETE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang