Aku maupun Velia dan teman-temannya terkejut dengan ucapan pengakuan Hellen barusan. Dalam kepalaku, aku bertanya-tanya kenapa ia membongkar semuanya itu dan memilih melawan Velia, tapi di saat yang bersamaan aku tersenyum karena hal itu.
“Wahh, benarkan seperti yang aku katakan, mereka berdua pasti ada sesuatu.”
“Diamlah Vania, sekarang bukan saatnya menunjukkan siapa yang benar dan siapa yang salah.”
“Haa….” lagi-lagi Velia menarik napas panjang. “Awalnya aku berniat memberikan kesempatan kedua padamu Hellen. Sejujurnya aku sudah tahu dari pakaian di foto itu kalau itu adalah kau. Seandainya saja kau mau menurutiku dan melakukan apa yang minta untuk menamparnya, aku tidak akan terlalu peduli dengan foto itu. Meski bukan berarti aku akan membiarkan kalian berteman.”
“Terserah kau mau berkata apa Velia, tapi keadaan sekarang adalah dua lawan tiga, dan kurasa kalian tidak akan bisa melawanku saat ini.”
Sambil memunggungiku, Hellen menantang Velia. Dengan keadaan seperti ini bisa dibilang kekuatan kami seimbang, karena bagaimana pun Hellen cukup kuat untuk menghadapi dua orang di antara mereka meski postur tubuh mereka tidak terlalu jauh berbeda. Di sisi lain bila dalam posisi satu lawan satu, selama ini pun aku bisa menahan Velia atau yang lainnya. Pemikiran inilah yang juga membuat Vania dan Sarah agak sedikit cemas bila memang hal itu akan terjadi. Tapi Velia tidak termakan gertakan Hellen.
“Hahahaha… kau terlalu naif Hellen, terlalu naif.” tawa nyaring dari Velia diiringi suara guntur dari awan mendung. “Vania, bisa kau panggilkan, mereka yang dari tadi menunggu di tangga?”
Vania dan Sarah yang tidak tahu apa-apa tentang rencana Velia saat ini menatap satu sama lain. Siapa yang dimaksud dengan ‘mereka’? Selain Velia, semua yang ada di sana kebingungan, tapi karena itu perintah, Vania pun menurutinya.
“Baik. Akan ku panggil.”
Satu hal yang unggul dari Velia dibanding teman-temannya adalah kepopuleran, sebagai seorang putri dari pemilik yayasan sekolah dan kecantikan yang di atas rata-rata membuatnya cukup populer di sekolah baik kalangan laki-laki atau perempuan termasuk di mata kakak kelas yang tidak tahu apa-apa tentang tabiat sebenarnya dari seorang Velia
Dua orang laki-laki, bukan dari kelas kami ataupun angkatan kelas 1, tapi sepertinya kakak kelas 2, tiba-tiba muncul di hadapan kami, mereka terlihat kebingungan begitu pun denganku. Ku rasa tidak mungkin Velia menunjukkan sifat asli penindasnya di depan kakak kelas begitu saja.
“Apa yang sebenarnya harus kami lakukan di sini Velia?”
“Tadi pagi kau bilang ingin kami membantumu? Tapi apa yang akan kita lakukan di atap?” tanya kedua laki-laki itu.
Apapun yang direncanakan oleh Velia tidak terpikirkan di kepalaku, apa yang akan ia lakukan dengan kedua kakak kelas itu? Tapi di sisi lain, Hellen terlihat tidak baik, kakinya gemetaran dan tidak berselang lama setelah munculnya kedua kakak kelas itu Hellen jatuh berlutut tanpa berkata apa-apa?
“Hellen? Ada apa? Kau tidak apa-apa?” tanyaku.
Hellen tidak menjawab apa-apa, mulutnya bergetar tapi tidak mengeluarkan suara, matanya tertuju kepada kedua laki-laki yang bersama dengan Velia dan Velia yang mulai tersenyum menyeringai. Aku masih belum mengerti apa yang terjadi di sini sampai Velia memerintahkan kedua kakak kelasnya itu.
“Kalian lihat gadis yang di sana, sepertinya dia kesakitan, bisa kalian bantu dia?” ucap Velia sambil menunjuk ke arah Hellen.
“Eh? Apa? Memangnya apa yang sedang kalian lakukan di sini?” tanya salah satu dari kedua kakak kelas itu.
Mereka pun berjalan mendekatiku dan Hellen menuruti perintah Velia dan berniat menolong. Apa sebenarnya rencana Velia? Kenapa tiba-tiba Hellen jadi seperti ini?
“Hei kamu, bisa berdiri? Ayo kita ke UKS.” salah kakak kelas itu mengulurkan tangannya.
Melihat tangan itu, ketakutan Hellen menjadi-jadi dan tanpa sadar ia mulai menangis dan merangkak mundur menjauhi mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Idiot Aria [COMPLETE]
Fiksi RemajaAria, seorang gadis SMA yang hanya ingin berteman dengan semua murid di kelasnya, harus menyadari kenyataan ia tidak lebih dari sekadar murid yang dibully oleh Velia dan gengnya. Akankah keinginan Aria dapat terwujud?
![Idiot Aria [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/194337535-64-k347072.jpg)