"Baby take my hand."
"...."
"Kok diem?"
"Emang kenapa?"
"Ya lanjutinlah."
"Apanya?"
"Baby take my hand." "Kok malah megang tangan?"
"Katanya suruh take my hand."
"Nyanyinya lanjutin."
"Gak tahu, aku gak tahu lagunya."
"Yaudah, gak jadi nyanyi. Gak m...
"BERISIK WOI! Astaga kenapa sih Hen?" Kesalku sambil berjalan mendekatinya.
"Lama, katanya lima menit ini udah lima menit lebih lima detik. Telat lima detik." Ujarnya lalu memakai Helm.
Aku cuma menggeleng saja.
Dasar!
Hari ini waktunya aku pulang ke kampung halaman, dan ya aku di antar Hendery ke terminal untuk naik bus.
"Kusut banget mukanya kenapa?" Tanyaku.
"Jauh."
"Ha?"
"Ntar kamu pulang kampung jauh, lama dua bulan LDR-an. Mana kuat aku?"
Aku ketawa, kalo ini gak lagi naik motor mukanya udah aku cubit-cubit. Abis gemas gitu.
"Bisa Vidcall ntar, jangan kayak orang prasejarah deh."
"Balik dulu, gak usah nangis." Ujarku ke Hendery.
"Ya nggak mungkin." Jawabnya lalu mengulurkan telapak tangannya.
"Apa?"
"Salim dong sayang, katanya mau jadi istri yang baik." Jawabnya, aku meraih telapak tangannya dan kutempelkan ke keningku.
"Kamu dari beberapa minggu ini, ngomong istri, suami, nikah mulu. Kenapa sih?"
Beneran aku heran, kadang diakhir chat dia bilang 'Kalo udah nikah gak perlu ngucapin lewat chat.' Atau pas lagi makan,'pengen makan di rumah bertiga, aku kamu dan anak kita.'
Ya gimana ya? Bukannya nggak siap tapi aku baru 20 tahun, dan masih semester 4 loh.
Gak menyangkal nikah muda juga, tapi tanggung jawab yang belum aku ataupun Hendery sanggupi.
"Nggak tahu. Pengen cepet lulus terus nikah deh." Ujarnya dengan nada riang.
"Yaudah, aku mau naik bus dulu udah mau berangkat. Bye bye Hendery...."
Aku masuk kedalam bus dan langsung disambut dengan lagu bojo galak.
📞
"Halo, mbak jemput dong. Bentar lagi sampe terminal nih."
"Iya mbak, ini udah mau sampe terminal juga. Ntar aku tunggu di dekat pom bensin aja ya."
"Oke."
Aku turun dari bus, saat netraku langsung menemukan sosok yang aku rindukan, kedua setelah mama dan papa.
"Mbak! Sini!" Ujarnya sambil melambaikan kedua tangannya. Aku langsung berlari kedekatnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.